My Elder Cousin

elder cousin

Namaku Jo, saya tinggal hanya dengan sepupu tertuaku di sebuah rumah yang dekat dengan sekolah kami. Sedangkan orangtua kami berada di kota lainnya.

Kemarin malam ketika habis bertengkar dengan sepupuku tertuaku, saya bermimpi buruk. Dalam mimpi itu saya terbangun dari tidurku pada pukul 3 dinihari, berjalan menuju ke dapur, mengambil sebilah pisau, dan masuk ke kamar sepupuku kemudian membunuhnya ketika dia tidur pulas. Seketika saya terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhku.

Saya menghubungi ibunya dan menceritakan mimpiku, tapi dia mengatakan itu tak apa-apa, hanya mimpi buruk. Jadi saya tidak menceritakannya kepada sepupuku, saya tahu dia orang yang penakut.

Malam ini, sepupuku menjadi aneh. Dia selalu berada dalam kamarku tanpa berkata apapun. Bahkan ketika saya sudah tertidur dan terbangun di tengah malam, dia masih saja duduk di sudut kamar menatapku dengan pandangan sinisnya. Mm, pasti bibi – pembantu kami yang mengatakan padanya tentang mimpi burukku kemarin.

“Apa yang kau lakukan belum tidur hingga jam segini. Tidurlah, saya tak mungkin membunuhmu.” kataku.

“Saya tahu, itu tak mungkin lagi.” katanya.

Advertisements

2 thoughts on “My Elder Cousin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s