Girl Next Door

Gambar

Girl Next Door adalah sebuah kisah nyata tentang seorang gadis yang dibuntuti oleh seorang pria yang tinggal di sebelah rumahnya.

Hi, namaku Jessie dan ini adalah ceritaku. Semua ini berawal ketika saya masih berusia 13 tahun. Saya adalah gadis para tetangga. Seperti gadis-gadis lain pada usiaku, saya pergi ke sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah, berolahraga dan keluar dengan teman-temanku. Saya sangat senang dan bebas, tanpa sedikit pun khawatir akan dunia ini. Saya hanyalah gadis yang baru menanjak dewasa.

Rumah di sebelah rumah kami telah kosong selama beberapa bulan, dan kemudian, pada musim semi seorang tetangga pindah ke dalamnya. Dia lalu bertamu dan berbicara kepada ibuku dan kelihatannya dia adalah seorang pria yang bersahabat. Dia bilang namanya Nick. Dia berusia sekitar pertengahan 30an, tapi dia belum menikah dan tidak mempunyai anak seorang pun.

Dia tipe orang yang cukup pendiam dan tidak mengucapkan banyak kata-kata, tapi dia sungguh baik. Dia bahkan menawarkan untuk melakukan pekerjaan halaman atau barang-barang yang bisa diperbaiki untuk kami. Karena ayah tidak berada di rumah, ada banyak tentang rumah kami yang harus diperbaiki, jadi ibuku menerima tawarannya.

Dia sangat membantu kami. Beberapa kali, dia datang untuk mengerjakan sesuatu ketika saya berada di halaman belakang dan dia selalu berusaha memulai sebuah percakapan denganku. Saya rasa itu sangat lucu karena dia sungguh gugup dan berkeringat, juga sering salah ucap.

Lalu, di suatu pagi, tepat sebelum saya berangkat ke sekolah, ibuku membawaku ke samping dan berkata, “Saya tidak mau kau berbicara dengan Nick lagi. Jika kau melihatnya di luar dan saya tidak berada dirumah, saya mau kau masuk ke rumah dan mengunci pintu.”

Ketika saya menanyakan alasannya, ibu tidak menjawabku. Yang dia katakan hanyalah, “Saya mendapatkan firasat yang aneh tentangnya…”

Saya pikir dia hanyalah mencoba melindungiku berlebihan, tapi saya selalu mendengar kata-kata ibuku, jadi saya menjaga jarak dengannya.

Musim panas itu, saya dan teman-temanku membangun sebuah benteng di hutan di belakang rumah kami. Itu hanyalah sebuah pondok kecil yang bobrok dan kami membangunnya dengan kayu-kayu dan papan yang kami temukan di sekitar.

Suatu hari, saya pulang ke rumah dari sekolah dan menemukan bahwa seseorang telah memperbaikinya dan merubahnya menjadi sebuah pondok yang bagus. Pondok itu memiliki sebuah jendela, pintu dan segalanya. Bahkan ada sebuah kotak surat kecil di depannya dengan namaku di atasnya. Di dalamnya, ada sebuah surat. Ketika saya membukanya, aku sadar bahwa itu dari Nick.

“Dear Jessie,” tulisnya. “bentengmu kelihatan sungguh buruk. Saya rasa saya harus memperbaikinya untukmu. Harap kau menyukainya. Saya pikir ini biasa melihat bagaimana kita tinggal berdampingan. Hormat saya, Nick.”

Saya rasa itu sangat keren jadi saya segera menulis ucapan terimakasih dan menaruhnya ke dalam kotak surat miliknya. Di hari berikutnya, ada sebuah surat lain lagi dari Nick di kotak surat bentengku.

Surat itu sangat panjang dan penuh dengan hal-hal yang aneh. Dia bilang ingin bersahabat denganku selamanya dan tidak sabar hingga saya berusia 18 tahun jadi saya bisa pindah tinggal bersamanya dan kita akan hidup bersama. Dia juga mengatakan bahwa ibuku gila dan berusaha untuk memisahkan kami berdua.

Bagian paling aneh adalah ketika dia memberitahukanku bahwa dia tidak akan menyakitiku dan dia juga tidak akan membiarkan seorangpun melukaiku. Saya tidak dapat berpikir apa yang dia maksud dengan itu.

Membutuhkan beberapa lama untukku berpikir dan selesai membaca itu semua, ketika ibuku tiba di rumah dari sepulang bekerja. Dia membuatku menunjukkan itu padanya dan ketika dia selesai membacanya, dia bilang surat itu membuatnya merinding.

“Pria berusia 34 tahun macam apa yang menulis surat seperti itu kepada seorang anak gadis berusia 13 tahun?” sahutnya.

Dia segera menelepon polisi, dan ketika petugas datang ke rumah kami dan membaca suratnya, mereka mengatakan kepada kami bahwa Nick baru saja keluar dari penjara. Esoknya dia ditahan dan mereka mengirimnya kembali ke penjara. Ibuku memberitahuku bahwa dia dihukum selama dua tahun.

Tak lama setelah itu, ibuku mulai mendapatkan beberapa surat dari Nick. Semuanya berisi tentang kemarahan dan kata-kata kotor. Dia terus menanyakan ibuku mengapa dia berbohong tentangnya kepada polisi dan bilang bahwa dirinya tahu bahwa saya mencintai dirinya. Ketika ibuku menunjukkan surat-surat itu kepada polisi, mereka memberinya tahun tambahan di penjara. Setelah itu, kami berhenti mendapatkan surat darinya.

Waktu terus berlalu, saya berangsur-angsur melupakan semua tentang Nick dan melanjutkan hidupku. Lalu, suatu hari, saya menuju ke rumah dari sepulang sekolah dan ketika berjalan sepanjang jalannya, saya melihat dia berdiri di halaman depan rumahnya, menatap tajam ke arahku. Saya seperti mendapat sebuah pukulan mengejutkan jadi saya hanya bisa langsung berlari masuk ke rumah dan membanting pintu yang ada di belakangku. Jantungku berdetak kencang dan tubuhku gemetar seperti selembar daun yang ditiup.

Itulah awal dari mimpi buruk. Tiap hari, dia mulai memperhatikanku gerak-gerikku tanpa henti. Kapanpun saya keluar, dia akan berada di halaman rumahnya, hanya memandangi diriku, dengan senyuman yang aneh di wajahnya. Itu adalah perasaan yang sangat buruk. Siang dan malam, dia tidak pernah terlihat melepas pandangannya ke arahku. Rasa takut dari tidak mengetahui apa yang bisa dilakukannya membuat perutku sakit. Seperti menjalani hidup di dalam sebuah film seram.

Lalu, suatu pagi, ibuku menemukan sebuah boneka beruang teddy tersandar di pijakan kaki belakang rumah kami. Ada namaku di atasnya. Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan karena kami tidak bisa membuktikan bahwa Nick yang meninggalkan itu di sana. Saya merasa seperti seorang tawanan di rumahku sendiri. Saya bahkan merangkak di lantai dari ruangan ke ruangan karena tidak ingin dia menangkap sekilas pun dariku melalui jendela.

Beberapa hari kemudian, saya mengemudi ke sekolah. Ketika baru saja masuk ke dalam mobil, di sebelah saya melihat Nick tengah duduk di dalam truknya, hanya menatap ke arahku. Tepat ketika saya baru saja melaju, dia mulai mengikutiku. Saya tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Yang saya tahu saya harus melarikan diri.

Saya tidak pernah merasa teramat takut begini sepanjang hidupku. Dia terus membuntutiku dan saya sudah putus asa untuk melarikan diri darinya. Saya menancap gasnya dan mengemudikan mobilku menuju ke rumah nenek. Ketika saya tiba di sana, dia bahkan masih mengikutiku sepanjang jalan itu, tapi ketika dia melihat nenek, dia kabur. Saya sangat takut.

Ibuku melaporkan hal ini kepada polisi dan mereka bilang bahwa itu sebuah kekerasan dalam masa percobaannya. Mereka akhirnya menahan Nick dan mengirimnya kembali ke penjara. Tapi bagaimana pun, saya tahu itu belum selesai. Saya adalah tujuan dari obsesinya dan dia tidak akan berhenti hingga mendapatkan apa yang diinginkannya.

Saya mengharapkan yang terburuk, tapi apa yang terjadi berikutnya sungguh mengejutkanku hingga tak percaya. Ibu mendapat sebuah panggilan telepon dari polisi yang mengatakan bahwa Nick telah keluar dengan uang jaminan. Dia langsung menghubungiku di sekolah dan mengabarkan hal itu padaku. Saya tidak dapat mempercayai ini.

Saya sungguh ketakutan hingga hampir mati. Setelah semua itu, sayalah yang mengirimkan dia kembali ke penjara. Kini dia akan mengamuk dan saya takut dia akan mendatangiku.

Ibu dan saya lalu meninggalkan rumah kami hari itu juga dan tak pernah kembali. Untuk beberapa saat, kami tinggal di sebuah hotel hingga bisa menemukan rumah yang lainnya. Sementara kami menunggu hal itu, kami terus melarikan diri.  Saya benar-benar merasa dia akan membunuhku. Saya takut… benar-benar takut. Jika dia tidak menemukanku. Dia tidak akan membunuhku, jadi saya harus tetap bersembunyi.

Tiba-tiba, pengadilan memutuskan Nick untuk menjalani dua setengah tahun di penjara.  Untuk semua hal yang menakutkan yang diberikan kepada ibu dan saya, itu bukanlah apa-apa. Ketika dia keluar, saya akan berusia 18 dan saya takut dia akan datang kepadaku lagi. Saya takut dia tidak akan pernah berhenti.

Pengalaman ini banyak mengubahku. Saya bukanlah gadis kecil riang dan beruntung yang pernah ada itu lagi. Saya tidak dapat mempercayai siapapun seperti sebelumnya. Saya rasa saya bertumbuh lebih cepat sedikit dari siapapun seumuranku. Saya adalah gadis para tetangga. Saya hanya pernah tinggal di sebelah seorang pria yang berubah menjadi iblis yang tengah menyamar.

Hal yang paling menakutkan tentang cerita ini adalah karena kisah ini nyata. Nama gadis itu adalah Jessie Cooper dan pembuntutnya adalah Nick Hamilton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s