Pemuda dan Telepon Genggamnya

Gambar

Seorang pemuda sedang sibuk dengan telepon genggamnya di dalam kereta. Di sebelahnya duduk seorang nenek yang mengatakan padanya, “Saya tengah menggunakan alat bantu medis jadi bisakah kau mematikan teleponmu.”

Pemuda itu menjawab, “Saya hanya membaca email.” dan tetap sibuk dengannya. Seorang pengusaha yang berdiri di dekatnya lalu berkata, “Kau tahu, kau mungkin hanya membacanya tapi email lain bisa saja masuk sementara kau membaca. Jadi matikan saja.”

Pada titik ini, pemuda itu mulai mengamuk. “Hey, apa masalahmu?!!”

Dia terlihat sangat marah. Pengusaha itu sepertinya bakal celaka – pemuda itu sangat kekar. Tiap orang yang melihat mereka hanya menahan nafas ketika pemuda itu menggenggam teleponnya tepat di depan pengusaha itu dan membentaknya.

“Lihat!! Email terakhir yang masuk sudah 4 bulan yang lalu! Sejak itu tak seorangpun mengirimiku sebuah email! Siapa yang akan mengirimikan email padaku sekarang?!! Saya juga tak tahu siapa yang bisa kukirimkan email!”

Kata-kata itu membungkam kami semua.

Tapi kemudian di antara kami, seorang wanita berperawakan kasar, berjalan mendekatinya. Tanpa sepatah katapun, dia mengeluarkan telepon genggamnya, memencet tombolnya, dan meneruskannya ke tangan pemuda itu.

Selagi pemudah bodoh itu melihatnya, wanita itu mengambil telepon genggamnya kembali dan mulai menggunakannya.

Setelah beberapa detik telepon pemuda itu berdering. Mata pemuda itu langsung terbelalak dan bola matanya bergerak cepat ketika menatap telepon genggamnya sendiri.

Aku cuma bisa merasakan – tiap orang menangis dalam hati. Pemuda itu juga menangis. Tak pernah sebelumnya aku merasa begitu buruk, bukankah dunia ini harusnya berjalan dengan penuh cinta.

Nenek itu meninggal.

Advertisements

2 thoughts on “Pemuda dan Telepon Genggamnya

    • Thanks for comment … jika kamu menyimak dengan baik ceritanya, mungkin kamu bisa berpikir apa yang terjadi ketika dia menerima sinyal di telepon genggamnya dengan alat bantu milik orang tua itu berada di dekatnya. fyi, alat bantu orang tua itu sensitif dengan radiasi, jadi kemungkinan bisa menyebabkan gangguan dengan peralatannya.:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s