Shades of Death Rd.

Gambar

Shades of Death Road di Warren County, New Jersey, Amerika Serikat konon merupakan tempat yang berhantu. Lokasinya dekat dengan Hutan Kota Jenny Jump dan Ghost Lake. Pada tahun 1990an, dua orang mengisahkan kepada majalah Weird NJ tentang penemuan foto-foto polaroid yang tersebar di jalanan tersebut.

Tak seorangpun mengetahui dengan pasti bagaimana Shades of Death Road (Jalanan Kematian yang Teduh) mendapatkan nama yang menakutkan itu. Beberapa orang bilang, bertahun-tahun yang lalu, pohon di sepanjang jalan itu, tumbuh dan membentuk sebuah atap (kanopi) alam yang seolah tidak membiarkan cahaya matahari menembus jalanan itu. Sepanjang siang hari, jalanan itu kebanyakan diselimuti kegelapan seperti malam hari.

Perampok dan penjahat bisa saja bersembunyi di balik bayangan dari pepohonan di kedua sisinya, menyamar menunggu korbannya. Ketika ada orang melintas di sana, penjahat ini akan keluar dari kegelapan dan membunuh korbannya. Mereka kemudian akan merampok seluruh hartanya hingga tak tersisa.

Penduduk setempat juga acapkali melakukan balas dendam kepada para perampok itu dengan memancing mereka dan meninggalkan mayatnya tergantung di bawah pohon-pohon di sana sebagai peringatan terhadap kawanan lainnya. Hari ini, tumbuhan merambat seolah menjadi jaring penjerat yang menggantung dari cabang-cabang pepohonan rimbun itu.

Menurut legendanya, di tahun 1920an dan 1930an ada sejumlah pembunuhan sadis terjadi di sekitar jalanan itu. Seorang penjaja keliling (penjual pot dan panci) dibantai di sana bersama kuda yang ditungganginya. Mayatnya kemudian ditinggalkan begitu saja di tepi jalan. Konon ketika malam tiba, kau akan mendengar bunyi pot dan panci yang saling berhantaman seperti bagaimana penjual itu menjual barangnya.

Seseorang lagi ditemukan tewas di dalam mobilnya. Kepalanya dihantam dengan dongkrak dan uangnya dikuras habis. Juga seorang wanita yang membunuh suaminya di sana kemudian mengubur kepala dan tubuhnya di tempat yang berbeda di jalan itu. Penduduk asli di sana, bernama Bill Cummins juga tertembak dan mayatnya dikuburkan di sebuah genangan lumpur yang ada di sana. Pembunuhnya tidak pernah terungkap.

Shades of Death Road memiliki banyak belokan dan tikungan yang berbahaya. Banyak orang mengatakan bahwa jalanan tersebut adalah titik rawan kecelakaan fatal. Mereka meyakini bahwa rel pembatas yang ada di sepanjang jalan menandakan di mana orang-orang pernah terbunuh akibat kecelakaan yang terjadi di jalan itu.

Legenda lainnya menceritakan tentang hantu seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang bergentayangan di pinggir jalan itu pada malam hari. Konon jika kau menghentikan mobilmu dan dia melihatmu di sana, dia akan mendatangi dirimu dan menanyakan sebuah pertanyaan yaitu di mana orangtuanya berada. Jika kau tidak menjawab atau pergi begitu saja, katanya kau akan dikutuk meninggal dalam waktu 40 hari. Kau harus memberinya sebuah jawaban walau kau tidak mengetahui yang sebenarnya – tunjuk saja sebuah arah dan dia akan pergi mengikutinya. Tak seorang pun mengetahui apa yang terjadi dengannya, tapi orang-orang meyakini bahwa gadis itu telah diculik dari orangtuanya dan dibunuh di jalanan Shades of Death Road.

Gambar

Pembunuhan lainnya terjadi kepada seorang gadis remaja berusia 15 tahun. Saat itu, dia tengah berkencan dengan seorang anak laki-laki yang mengalami gangguan mental. Suatu malam, anak itu mengajak gadis itu beserta temannya untuk melakukan perjalanan ke dalam hutan. Ketika mereka sampai di tempat yang dalam di hutan itu, dia menyerang gadis malang itu. Temannya berhasil melarikan diri dan mencari pertolongan. Namun ketika dia kembali bersama beberapa petugas kepolisian, semua sudah terlambat. Anak laki-laki itu telah menikam gadis itu hingga tewas. Anak itu kini masih menjalani hukuman seumur hidupnya.

Pada tahun 1990an, dua orang mendatangi jalan Shades of Death Road dan menemukan ratusan foto polaroid tersebar di sepanjang jalannya sampai dekat hutan. Mereka mengumpulkan foto-foto itu dan menghubungi majalah Weird NJ. Ada sekitar ratusan foto yang mereka dapatkan. Polaroid itu semuanya sudah sangat tua dan benar-benar terlihat mengerikan. Foto-foto itu kemudian dikenal dengan nama Shades of Death Polaroid dan tempat di mana semua itu ditemukan dinamakan “Jalur Polaroid”.

Kebanyakan gambar yang menggemparkan itu menunjukkan beberapa wanita – kabur dan sulit untuk dikenali – berbaring di semacam alasan dari besi. Tidak seorangpun dari mereka tersenyum dan beberapa dari mereka tampak seperti tidak hidup lagi. Rumorpun berkembang yang mengatakan bahwa seorang pembunuh berantai di daerah itu yang mengambil gambar-gambar para wanita itu sebelum dia membunuh mereka semua. Kepolisian setempat mulai menginvestigasinya, tapi foto-foto itu menghilang begitu saja dengan cepat setelah mereka melakukannya.

Ada pula rumor yang mengatakan bahwa sekte pemuja setan tinggal di sepanjang jalanan Shades of Death Road. Menurut legendanya, mereka berkendara dengan sebuah truk hitam naik dan turun jalan itu dan menyerang orang-orang yang berhenti di sana.

Tak berapa lama, dua murid sekolah melintas di jalanan itu ketika mobil mereka mendadak berhenti. Mereka kemudian melihat sebuah truk hitam besar datang ke arah mereka dengan kecepatan tinggi, jadi mereka bersembunyi di balik pepohonan. Seorang pria berperawakan besar menggunakan sepatu laras dan membawa sebuah pemukul bisbol keluar dari truk itu. Ketika mereka melihatnya, dia berjalan ke arah mobil mereka dan berkata dengan lantang, “Siapa yang menginjak jalananku?”. Murid sekolah itu ketakutan dan mulai berlari masuk ke dalam hutan.

Mereka akhirnya tiba dan bersembunyi di dalam sebuah kabin yang kosong di dalam hutan. Menyamar dalam gelap, mereka menunggu hingga berjam-jam sampai mereka merasa pria itu telah pergi. Namun, ketika mereka baru saja keluar dari tempat persembunyiannya, mereka mendengar suara langkah kaki yang berat dan sebuah ocehan, “Itulah yang terjadi jika kau berada di jalan milikku.” Murid sekolah itu sangat ketakutan dan menunggu hingga subuh untuk kembali ke mobil mereka. Mereka menemukan kendaraan mereka dalam keadaan penyok parah di sisinya dan sebuah catatan terselip di kaca depannya bertuliskan, “Saya melihatmu.”

Kini, tidak seharusnya sembarang orang berada di Shades of Death Road karena beberapa daerahnya adalah milik pribadi dan siapapun yang masuk ke dalamnya bisa ditangkap.

Advertisements

One thought on “Shades of Death Rd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s