Kudapan Tengah Malam

Image

Temanku sedang belajar di kamarnya, mempersiapkan diri untuk ujian yang akan datang. Ketika sekitar pukul dua malam hari ada yang mengetuk pintunya, dan dia mendengar suara ibunya.

“Sayang, aku membawakanmu beberapa makanan. Buka pintunya.” (Pintunya terkunci)

Tapi dia belum ingin beristirahat, jadi dia bilang padanya. “Bisakah kau tinggalkan saja di sana?” Lalu dia mendengar pijakan kaki menuruni tangga

Dan sekitar pukul tiga, dia mendengar lagi ketukan dari pintunya. Ibunya mengatakan “Sayang, aku membawakanmu beberapa cemilan. Buka pintunya.”

Tapi temanku menjawab, “Aku tidak mau cemilan apapun.” Lalu ibunya terdiam.

“Diam! Buka pintunya! Buka! Buka pintunya, brengsek!” dia mendadak mengamuk dan berteriak sekeras mungkin.

Temanku terkejut dan ketika baru saja hendak membuka pintunya, dia merasa ada sesuatu yang aneh dan dia berhenti. Lalu kali ini ibunya mulai merendahkan nada suaranya seperti sedang menangis. “Kumohon … sayang … bukalah … pintunya …”

Namun sekitar sepuluh menit berlalu. “Tut!”

Dia mendengar ada sesuatu yang tertarik dan pijakan kaki yang menuruni tangga.

Segera setelah itu dia mengingat bahwa kedua orangtuanya sedang berada di tempat kakek-neneknya malam itu. Dia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi seandainya dia membiarkannya masuk waktu itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s