Telepon Umum

Gambar

Telepon Umum merupakan urban legend yang beredar di internet dan kabarnya berasal dari Indonesia. Biasanya kisah ini diceritakan di seputar kampus-kampus yang ada di Indonesia, saat telepon genggam belum ada dan orang-orang masih menggunakan telepon umum untuk saling berkomunikasi.

Di suatu malam yang sudah larut, seorang mahasiswa sedang menggunakan telepon umum untuk bercakap-cakap dengan pacarnya lewat telepon. Mahasiswa ini sudah menelepon cukup lama. Walau dia sebenarnya mengetahui orang-orang mulai frustasi mengantri di belakangnya untuk menggunakan telepon itu juga, mahasiswa ini tidak menggubris mereka dan hanya melanjutkan percakapannya. Setelah beberapa saat, salah satu dari orang yang mengantri menegurnya dan mengatakan padanya bahwa dia telah menggunakan telepon itu dalam waktu yang lama, tapi mahasiswa itu tetap bergeming. Mahasiswa itu malah merasa terusik dengan orang-orang ini, yang tidak ingin ke telepon umum lainnya yang berada tak jauh dari sana.

Tak lama kemudian, suasana mendadak hening. Sejurus dengan itu, bau amis yang cukup tajam mulai menusuk hidungnya. Mahasiswa ini kemudian menyadari bahwa orang-orang yang ada di belakangnya sudah berkurang dan hanya menyisakan seorang saja. Ketika tanpa sengaja melihat ke bawah, mahasiswa ini menemukan bahwa orang yang berdiri di belakangnya itu ternyata tidak memiliki sepasang kaki – dia melayang. Sontak mahasiswa ini panik, tapi dia berusaha tenang dan memberitahu pacarnya bahwa dia harus kembali ke asrama karena koinnya sudah hampir habis. Setelah menutup teleponnya, mahasiswa ini langsung membalikkan badannya dan berlalu secepat mungkin. Dia bahkan tidak berani untuk melihat wajah orang itu.

Sementara menunggu lift di asramanya, mahasiswa ini mencoba bersiul untuk menutupi ketakutan yang dirasakannya. Ketika lift itu akhirnya tiba, dia segera masuk dan memencet nomor di mana lantai kamarnya berada. Dalam lift itu, mahasiswa ini tiba-tiba mendengar suara orang yang tadi menegurnya di telepon umum, tertawa cekikikan dan berkata “Jadi koinmu sudah habis, hah?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s