Lemari Es

Lemari Es adalah cerita lucu tentang dua hantu yang bertemu dan bercakap-cakap tentang bagaimana mereka meninggal.

Gambar

Dua hantu bertemu tanpa sengaja dan akhirnya bercakap-cakap di suatu tempat yang sunyi.

“Bagaimana kau bisa meninggal?” tanya salah satu hantu itu.

“Saya mati membeku.” jawab hantu yang lainnya.

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Mm …” gumam hantu yang ditanya itu. “Tak sengaja saya terkunci di dalam sebuah lemari es. Saya pernah masuk ke dalamnya dan tidak bisa membukanya kembali. Tak lama kemudian, saya merasa kedinginan. Saya lalu merasa sangat kantuk dan tidak bisa lagi berpikir. Tangan dan kakiku sudah mati rasa dan detak jantungku mulai melemah dan semakin lemah. Seluruh tubuhku mulai kaku. Perlahan-lahan kesadaran meninggalkanku. Kejadiannya seperti tengah tertidur. Namun, saya meninggal tanpa harus menderita terlalu banyak … Bagaimana denganmu? Bagaimana kau meninggal?”

“Mm … saya meninggal karena serangan jantung. Saya memakan terlalu banyak makanan cepat saji, goreng-gorengan, dan yang manis-manis. Saya kelebihan berat badan dan akhirnya arteriku tersumbat.” jawab hantu yang pertama kali bertanya.

“Jadi itu yang membunuhmu?”

“Tidak juga,” kata hantu itu. “Saya curiga istriku telah berselingkuh. Suatu hari, saya pulang dari tempat kerja lebih awal dan menemukannya bersama laki-laki lain. Saya melihat sepasang sepatu laki-laki di halaman rumah, jadi saya tahu bahwa laki-laki itu pasti berada di dalam. Saya langsung bergegas naik dan merangsek ke kamar tidur, tapi hanya menemukan istriku sendirian. Saya lalu berlari ke kamar yang lainnya, memeriksa kolong ranjangnya. Tergesa-gesa turun dan memeriksa garasi. Lalu, ruang tamu dan melihat ke belakang sofanya. Setelah itu, saya mencari di seluruh kamar mandi, tapi saya tak dapat menemukan laki-laki itu. Setelah berlari di sekeliling rumahku, tiba-tiba dadaku terasa sesak dan rasa sakit yang menusuk terasa mengaliri lenganku. Saya tumbang dengan penuh keringat dingin dan sulit untuk bernafas. Tidak lama kemudian, saya lalu tidak sadarkan diri di lantai. Rasa sakit itu sungguh luar biasa dan akhirnya, kesadaranku tak kembali dan saya meninggal.”

 …

“Kenapa kau tidak memeriksa di lemari es?”

Advertisements

One thought on “Lemari Es

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s