Cuci Muka

Gambar

Aku harus bergegas. Jam sudah menunjukkan lewat petang hari. Sialnya, aku bahkan belum mencuci wajahku. Aku bisa saja melewatkannya tapi kurasa aku harus melakukannya.

Aku memutar kran airnya dan membasuh seluruh wajahku dengan air. Mengambil sedikit sabun dengan jariku dan mulai menggosoknya ke kulitku, mengusapnya hingga busa menutupi wajahku seraya memijat di sekeliling pori-porinya.

Deras suara air jatuh di salurannya hingga menggema di sekeliling ruanganku. Mungkin aku membiarkannya terlalu lama. Aku harus mencuci sabun yang ada di wajahku sekarang. Tanganku berusaha mengumpulkan air.

Heh? Apa? Di mana airnya? Tanganku tidak dapat menyentuh airnya walau sudah kucoba berkali-kali. Aku terpaksa menahan pedihnya busa sabun yang masuk ke dalam mataku, ketika membuka mata mencoba melihatnya.

Kran itu, Kran air itu … di mana?

Ah, ini dia krannya. Aku memutar krannya dan air mulai keluar dari sana.

Dengan cepat kubasuh wajahku … dan akhirnya, bersih. Ku ambil handuk untuk mengeringkannya.

Aku juga belum bercukur, tapi sudahlah. Aku lalu meninggalkan rumah dengan cepat seperti kelelawar yang baru keluar dari sarangnya.

Advertisements

One thought on “Cuci Muka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s