Ritual Raku-nene

Ritual Raku-nene adalah sebuah ritual yang berasal dari pulau terpencil di Samudra Pasifik. Ritual ini akan memanggil dan mengundang roh jahat yang bernama Raku-nene. Roh ini akan memberitahukan apakah seseorang mencintaimu atau tidak. Juga akan membunuh orang yang kau cintai itu jika mereka menolak atau tidak menganggapmu.

Gambar

Raku-nene adalah sesosok roh jahat dari Kepulauan Gilbert di Samudra Pasifik – beberapa orang menyebutnya Laut Selatan. Di sana ada sebuah ritual yang terkenal dan sering digunakan oleh para penduduk kepulauan. Ritual itu yang melibatkan roh jahat tersebut untuk mengetahui apakah seseorang mencintai mereka atau tidak.

Untuk mengetahui apakah seorang gadis atau laki-laki mencintaimu atau tidak, kau bisa menanyakannya kepada Raku-nene.

Pertama-tama ambillah selembar daun yang panjang – biasanya yang seperti daun kelapa, dan lipat daunnya, tapi hati-hati jangan sampai kau membelahnya menjadi dua. Lalu, genggam itu di antara jemari dan ibujari tangan kananmu dan ayunkan perlahan-lahan seraya mengatakan mantra ini.

“Katakan Raku-nene. Katakan apakah dia mencintaiku, katakan apakah dia mencintaiku. Katakan, katakan, katakan.”

Setelah kau mengulangi mantra itu tiga kali, belah daun itu menjadi dua. Lalu, bungkus kedua jari telunjukmu dengan masing-masing setengah dari daun tadi untuk membandingkannya. Jika kedua belahan daun itu memiliki tinggi yang sama, berarti orang yang kau cintai tidak menyukaimu. Jika belahan itu memiliki tinggi yang berbeda, berarti dia mencintaimu.

Namun karena melibatkan roh jahat Raku-nene, ritual ini tidak jarang digunakan untuk hal-hal yang jahat. Jika seorang laki-laki atau gadis menolak orang yang mencintainya, maka orang itu dapat memanggil Raku-nene untuk membalasnya.

Untuk melakukan ritual ini, kau harus mengambil sehelai rambut dari kepala laki-laki atau gadis itu dan bungkus rambut itu di sekeliling pahamu. Rambut itu harus tetap berada di pahamu selama tiga hari dan ketika pagi hari di hari yang keempat, bakar rambut itu di atas tumpukan dedaunan.

Melakukan ritual ini akan mengundang roh jahat Raku-nene untuk menghukum orang yang kau cintai. Roh itu akan membuat orang itu merobek-robek pakaiannya, membuat wajah mereka rusak, menyiksa dan akhirnya membunuh orang itu.

Selama bertahun-tahun, banyak orang menyaksikan kematian yang disebabkan oleh Raku-nene di Kepulauan Gilbert. Pada suatu petang, seorang gadis muda ditemukan terbaring tanpa sehelai pakaian di lantai kamar tidurnya, mengerang kesakitan. Wajahnya panas seperti terbakar dan tubuhnya membengkak luar biasa. Matanya terbuka lebar, menatap ke atas dengan biji mata yang membesar.

Ketika seseorang menanyakan mengapa tak seorang pun menolong gadis itu, para penduduk hanya mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Seorang laki-laki yang ditolaknya sudah mengutuknya dan menyerahkan Raku-nene untuk membunuhnya. Dia lebih baik mati karena tidak ada jalan untuk menyelamatkannya.

Gadis itu mulai semakin keras menggelepar kiri-kanan, mencakar kulitnya sendiri dan menggigit orang-orang yang berusaha mendekatinya. Tiba-tiba, dia mulai memekik, “Raku-nene! Raku-nene!” berulang-ulang. Lalu, dengan tatapan yang mengerikan, tubuhnya menjadi kaku hingga nyawanya melayang.

Setelah itu, ketika otopsi digelar, tidak satu pun penyebab kematian dapat di temukan. Gadis itu dinyatakan sangat sehat, dan tidak ada alasan yang dapat membuatnya meninggal, tapi nyatanya memang demikian.

Seiring waktu, ritual ini menjadi kian terkenal dan makin banyak kematian terjadi karena hal ini. Pemerintah Kepulauan Gilbert lalu mengeluarkan peraturan tentang ritual tersebut dan siapa pun yang mencoba mengundang roh jahat Raku-nene akan dijebloskan dalam penjara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s