Villa Nabila

Villa Nabila merupakan salah satu tempat yang menjadi urban legend di negara Malaysia. Bangunan yang dulunya mewah ini telah di tinggalkan tak terurus dan tak berpenghuni selama puluhan tahun. Sejak ditinggalkan begitu saja, banyak kisah-kisah misteri yang muncul di sekitarnya.

Gambar

Villa Nabila memiliki berbagai macam kisah yang melatarbelakangi keberadaan cerita hantu di rumah tersebut, walau beberapa diragukan kebenarannya. Salah satunya, menurut cerita yang beredar dahulu villa itu merupakan milik sekeluarga yang hidup dengan kekayaan yang cukup melimpah. Suami istri pemilik villa ini memiliki seorang putri yang sangat disayangi bernama Nabila. Sangat mencintai putri mereka satu-satunya hingga menamakan villa tersebut dengan nama putrinya, Villa Nabila. Namun entah bagaimana di suatu waktu, suami istri yang merupakan orangtua Nabila ini meninggal dunia dan tinggallah Nabila yang tinggal di rumah tersebut bersama para pembantunya. Karena orangtuanya sudah meninggal, maka Nabila lah satu-satunya pewaris kekayaan dari keluarga ini. Namun tragedi tersebut tidak sampai disana, para pembantunya dikabarkan ingin menguasai kekayaan yang dimiliki Nabila sehingga mereka membunuhnya. Setelah berhasil membunuh Nabila, mayat Nabila mereka tanam di dinding rumah tersebut dan melapisinya dengan semen. Para pembantunya segera kabur setelah membawa hampir seluruh kekayaan keluarga itu.

Cerita berikut adalah versi lainnya, Villa Nabila dimiliki oleh suami istri yang sangat kaya dan mereka hidup bahagia disana bersama seorang putrinya. Namun, suatu hari rumah mereka dimasuki oleh kawanan perampok dan membunuh seluruh yang tinggal di rumah itu. Di beberapa cerita juga diceritakan sebelum dibunuh, Nabila, putri mereka diperkosa oleh para perampok dan menguburkan mayatnya di dinding rumah tersebut. Sejak itu, Villa Nabila ditinggalkan kosong begitu saja tanpa pemilik.

Cerita lain lagi, diceritakan bahwa suatu waktu ayah Nabila tidak bisa menguasai kemarahannya, mengamuk dan akhirnya menembak mati seluruh penghuni yang berada dalam rumah tersebut. Setelah itu, dia juga membunuh dirinya sendiri.

Cerita yang paling mendekati dengan sejarah urban legend Villa Nabila adalah dua cerita yang terakhir ini. Cerita yang pertama menceritakan bahwa villa ini sebenarnya bernama Christine Palace. Nama christine diambil dari nama istri seorang pengusaha yang berasal dari Barat. Dikatakan sebelum tinggal di villa tersebut, pengusaha ini telah berjanji kepada enam orang saudara-saudaranya untuk membagikan tanah milik keluarganya yang berada di negara asalnya. Namun setelah mendapat hak waris dari tanah itu, pengusaha ini mengingkari janjinya, yang pada akhirnya membuat saudara-saudaranya menjadi marah. Untuk menyelesaikan masalah ini, saudara-saudaranya lalu mengutus dua orang wakilnya untuk mendiskusikan perihal pembagian tanah tersebut. Entah apa yang terjadi, kedua orang yang diutus itu lalu menjadi marah dan membunuh anak dari pengusaha itu. Walau begitu, pengusaha itu tetap tidak ingin memberikan tanah itu sehingga memaksa utusan itu untuk membunuh istrinya dan pada akhirnya membunuh pengusaha tamak itu juga. Sejak itu, Christine Palace ditinggalkan tanpa penghuni hingga kurang lebih 70 tahun sampai sekarang.

Namun ada juga yang menceritakan bahwa dahulu sebenarnya rumah ini dimiliki oleh seorang Dato’ (Datuk-gelar yang diberikan untuk seseorang yang dianggap terpandang) yang berketurunan China. Namun entah apa penyebabnya, status atau gelar beliau dilucuti dan dia tidak lagi menetap di rumah tersebut. Rumahnya itu hanya dijadikan tempat berlibur atau beristirahat bersama keluarganya sewaktu-waktu, yang lama kelamaan tidak dihiraukan lagi oleh mereka sehingga ditinggalkan begitu saja.

Cerita-cerita terakhir bisa jadi benar terjadi, karena menurut warga sekitar yang pernah ke jalan Strait View dimana lokasi villa itu berada, disana terdapat pintu gerbang yang bertuliskan Christine Palace terletak di kaki bukitnya. Menurut orang-orang tua yang hidup pada tahun 1960an, rumah itu memang sangat megah pada masa itu. Kemudian pada tahun 1980an, bangunan itu menjadi terkenal dan sering dikunjungi oleh orang-orang. Barulah memasuki tahun 1990an, bangunan tersebut mulai ditinggalkan kosong bersamaan dengan cerita-cerita hantu yang mulai beredar diantara pengunjungnya. Cerita-cerita hantu bersama legendanya diceritakan dari mulut ke mulut dan kadang ditambahi atau dikurangi, hal inilah yang menyebabkan sehingga tidak bisa diketahui lagi cerita mana yang sebenarnya dan memunculkan berbagai versi dari urban legend Villa Nabila.

Terlepas dari bermacam-macamnya kisah yang melatarbelakangi Villa Nabila, yang menyeramkan justru terjadi setelahnya. Berbagai pengalaman mistis dialami dan diceritakan oleh orang-orang yang pernah masuk kesana, seperti yang diceritakan oleh salah seorang pemuda yang ketika itu bersama teman-temannya ingin mencoba merasakan situasi dirumah tersebut. Mereka memang suka menantang nyali mereka dengan mengunjungi tempat-tempat yang bagi sebagian orang mengatakannya berhantu. Maka tibalah mereka di Villa Nabila, saat itu mereka yang berjumlah delapan orang memasuki rumah tersebut untuk menguji nyali mereka. Namun ketika sudah berkeliling didalamnya, mereka hilang satu demi satu, tidak saling melihat satu sama lain, masing-masing tersesat seorang diri. Setelah menyadari dirinya tinggal seorang diri, pemuda tadi pergi ke seluruh ruangan untuk mencari teman-temannya, namun tak menemukan satu pun dari mereka. Nanti baru beberapa saat lamanya, masing-masing dari mereka keluar satu per satu dari ruangan-ruangan yang ternyata saling berdekatan satu sama lain, padahal tadinya sudah dimasuki oleh pemuda tersebut. Pemuda tersebut juga menambahkan sebelum menghilang, jumlah mereka seperti bertambah seorang dari pertama mereka masuk berdelapan.

Beberapa cerita hadir dalam bentuk penampakan-penampakan yang tertangkap kamera dengan situasi diluar villa yang mencekam. Pada beberapa foto atau gambar yang diambil di luar villa tersebut, beberapa penampakan hadir di jendela-jendelanya, walaupun hanya samar-samar terlihat seperti sosok seseorang sedang memandang keluar jendela. Gambar-gambar dan cerita-cerita itulah yang kian mengukuhkan Villa Nabila menjadi salah satu tempat paling berhantu yang dimiliki Malaysia.

Bite Marks

Bite Marks adalah sebuah urban legend menakutkan dari Filipina yang menceritakan tentang seorang polisi yang berhadapan dengan seorang wanita.

bite marks

Pada bulan Mei 1951, sebuah peristiwa aneh terjadi di kota Manila di Filipina. Suatu malam, seorang petugas kepolisian sedang berpatroli ketika dia bertemu dengan seorang anak gadis berusia 18 tahun yang tersandung di sebuah jalan. Gadis itu mengenakan pakaian yang tipis dan kelihatan sedang berbicara sendiri. Dia mendengar gadis itu mengatakan, “Tolong aku! Tolong aku! Seseorang menggigitku!”

Polisi itu mencurigai gadis itu tengah dalam pengaruh obat-obatan dan mengalami halusinasi, jadi dia menahannya dan membawanya ke kantor polisi. Namun, ketika dia melepaskan borgolnya dikantor dan mencoba mengambil sidik jari, gadis itu tiba-tiba berteriak.
“Dia disini! Dia disini! Tolong aku! Dia mengejarku!” tangisnya, sebelum pingsan dilantai.

Polisi itu kemudian mengangkatnya dari lantai, namun ada sesuatu yang membuatnya ketakutan. Tepat didepan matanya, sebuah bekas gigitan yang masih baru terlihat di lengan dan punggung gadis tersebut. Lukanya sangat dalam dan mengeluarkan darah. Polisi itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan segera menghubungi kepala polisinya.

Atasannya ini sangat marah karena telah diganggu ditengah malam begini. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kantornya untuk melihat ada masalah apa. Awalnya, dia menganggap gadis ini pasti telah menggigit dirinya sendiri, tapi ketika dia memperhatikannya secara seksama, dia kemudian menyadari bahwa bekas gigitan yang ada ditubuh gadis itu berada di tempat yang tak mungkin dijangkaunya.

“Kau tidak bisa menggigit punggungmu sendiri,” dia menggumam, seraya menggosok-gosok kepalanya.

Mereka kemudian memutuskan untuk menjaga gadis itu semalaman di kantor polisi dan menempatkannya di sebuah sel disitu. Selama sisa malam itu, seorang petugas polisi ditugaskan untuk menjaganya dan memastikan bahwa dia tidak melukai dirinya sendiri selama dibawah pengawasan kepolisian. Ketika subuh hari telah tiba, gadis itu tengah tertidur nyenyak, jadi polisi yang menjaganya itu memutuskan untuk istirahat sejenak dengan secangkir kopi.
Ketika dia baru saja menuangkan kopi dalam cangkirnya, dia mendengar gadis itu berteriak lagi.
“Dia kembali! DIA KEMBALI!”

Jeritannya sangat mengerikan dan petugas polisi itu terkejut mendengarnya sampai dia menjatuhkan kopinya. Cangkir ditangannya menghantam lantai dan dia berusaha menemukan kunci di sakunya. Teriakan dari arah sel penjara tersebut, membuatnya dia yakin bahwa gadis itu mengalami ketakutan terbesar dalam hidupnya.

Ketika polisi itu akhirnya dapat membuka pintu yang menuju ke selnya, jeritan itu terhenti. Kemudian dia menemukan gadis itu telah bermandikan darah. Lehernya tercabik-cabik dan ada bekas gigitan di seluruh leher belakangnya.

Tak lama, kepala polisi itu datang kembali ke kantornya, kali ini membawa petugas forensik untuk bersama-sama menyelidiki mayat gadis itu. Mereka berdua tidak bisa menjelaskan bagaimana dia terbunuh sementara dia berada dalam sel yang kosong. Tiap petugas di kantornya menjadi gemetar ketakutan.

Menurut legendanya, pihak kepolisian menutup peristiwa aneh ini dan menetapkan kematian gadis tersebut sebagai sebuah bunuh diri. Namun, rincian dari kasus ini tercatat di kantor kepolisian Manila dengan catatan khusus, rahasia, dan diberi judul “Unsolved Mystery No. 108 – The Bite Marks”.

Cuckoo

Gambar

Cuckoo adalah sebuah cerita menyeramkan dari Korea tentang seseorang yang mengalami kelainan jiwa yang suka menyerang gadis-gadis di jalan yang sunyi dan gelap. Urban legend Cuckoo mulai tersebar dengan cepat di seluruh Korea beberapa tahun lalu.
Menurut rumor yang terdengar dari sekitar pelataran sekolah-sekolah, ada seorang yang gila yang mereka sebut dengan nama Mr. Cuckoo atau The Cuckoo Man. Kabarnya dia suka mengendap-endap di lorong atau di jalan-jalan kecil, bersembunyi menunggu korbannya.

Ketika sekelompok gadis-gadis belia melewati suatu jalan, mereka mendengar suara yang berbunyi, “Cuckoo! Cuckoo!”, ketika mereka berbalik untuk melihat apa itu, seorang pria langsung menyerang mereka tanpa basa-basi dengan kekerasan yang sangat brutal. Beberapa orang mengatakan dia membawa pemukul baseball dan sebagian lagi mengatakan itu adalah kapak yang dibawanya.

Beberapa saksi melaporkan bahwa banyak gadis-gadis di Korea yang diserang oleh pria gila ini dan beberapa bahkan terbunuh. Pada suatu kejadian, sekitar 20 sampai 30 siswi-siswi sekolah ketika itu sedang berjalan di salah satu jalan, seorang pria tiba-tiba muncul melangkah keluar dari bayangannya dan mulai memukul-mukuli mereka dengan pentungan seolah dia bermain permainan ‘Pukul-pukul Lalat’. Sebelum polisi tiba di tempat kejadian, pria yang tidak dikenali itu telah melarikan diri dan meninggalkan lima orang gadis terkapar.

Mereka bilang jika kamu berjalan di jalan yang sunyi dan mendengar seseorang bersuara “Cuckoo! Cuckoo!” kamu harus menjawab panggilan tersebut dengan “Cuckoo! Cuckoo!” dan larilah untuk menyelamatkan diri.

Menurut cerita yang ada, Mr. Cuckoo dulunya merupakan seseorang yang menderita suatu gangguan kejiwaan. Dia lalu dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan menjadi pasien disana. Ketika sedang dirawat disana, dia menyerang seorang pasien wanita yang memukulnya tanpa alasan dan menyisakan bekas luka parut selama hidupnya. Setelah dia sembuh, dia kemudian menyimpan rasa kebencian yang mendalam terhadap wanita.

Segera setelah itu, manusia Cuckoo ini melarikan diri dari rumah sakit jiwa tersebut dan tak pernah ditemukan lagi. Orang-orang yang bertanggungjawab di rumah sakit itu tak pernah dapat menelusuri jejak pelariannya dan setelah beberapa lama mencari, mereka pun menyerah mencari pria itu.

Kini, pria itu masih dalam pelariannya dan tetap mengintai di jalan-jalan yang sepi, mengincar gadis-gadis muda untuk diserang. Anak-anak yang telah melihat Mr. Cuckoo menggambarkannya berusia di awal 30an, bertubuh sangat tinggi dan besar, dan mengenakan topi kecil berwarna hitam.

Legenda mengatakan manusia Cuckoo akan sesekali keluar menanyakanmu pertanyaan yang tidak dimengerti seperti, “Apakah Mr. Cuckoo cuckoo?” atau “Apa kamu tahu Cuckoo?”. Jika kamu tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang dia berikan atau sama sekali tidak menjawabnya, dia akan segera menyerangmu. Satu-satunya hal yang sebaiknya kamu lakukan adalah dengan mengatakan “Ya” pada apapun yang ditanyakannya dan segeralah melarikan diri.

The Hook

Gambar

The Hook adalah sebuah urban legend yang menceritakan sepasang kekasih yang sedang bermesraan di sebuah tempat yang memang biasa dijadikan tempat memadukasih. Cerita ini juga dikenal dengan judul Manusia Pengait.

Suatu malam di musim panas, seorang pemuda pergi berkencan dengan pacar barunya. Dia menjemputnya di rumahnya dan mereka keluar bersama menuju pinggiran kota. Mereka lalu memarkir mobilnya di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Lover’s Lane.

Ketika mereka menyaksikan kerlap-kerlip lampu kota dari sana, pemuda ini merangkulkan tangannya ke pundak sang gadis dan menyalakan radio mobilnya sehingga musik dari lagu-lagu romantis bisa mengisi malam mereka. Dia bersandar ke depan dan pasangan muda-mudi ini mulai berciuman dan berpelukan. Sesaat ketika mereka bermesraan, musik itu kemudian tiba-tiba berhenti dan suara dari pembaca berita keluar dari radio.

“Berikut sebuah pengumuman penting. Di awal malam ini, seorang pembunuh yang sakit jiwa telah melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Polisi memperingatkan warganya untuk berjaga-jaga karena pasien ini diduga bersenjata dan membahayakan orang-orang. Pembunuh yang tidak waras ini dijuluki “Manusia Pengait” karena setelah kehilangan tangan kanannya dalam sebuah kecelakaan, dia menggantinya dengan sebuah kait besi. Tiap orang di daerahnya wajib memperhatikan pria yang memiliki gambaran yang sama seperti itu. Jika anda melihat sesuatu yang mencurigakan, harap laporkan ke pihak kepolisian segera.”

Gadis itu menjadi takut dan meminta untuk diantar pulang. Dia tahu bahwa rumah sakit jiwa itu tidak jauh dari tempat itu. Dia juga khawatir tempat mereka memarkir kendaraan merupakan tempat yang jauh dari pusat keramaian, dan bisa jadi tempat yang pas untuk orang gila yang berbahaya itu mencari tempat untuk bersembunyi di situ.

Pemuda itu merasa dirinya berani dan meyakinkan pacarnya bahwa mereka benar-benar aman di situ. Dia mengunci seluruh pintu mobilnya, dan mencoba mencium gadis itu sekali lagi. Gadis itu mulai gelizah dan mendorongnya, dia bersikeras agar mereka pergi dari situ secepatnya.

Menarik nafas dengan kesal, pemuda itu lalu memasukkan gigi kemudinya dengan kasar dan menggerakkan ban mobilnya mundur dari tempat mereka parkir.

Dalam perjalanan pulang, mereka berdua mulai tenang tapi gadis itu masih memeluk erat kekasihnya.

Ketika mereka tiba di rumah gadis itu, pemuda itu keluar dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pacarnya pintu mobilnya.

Cukup lama dia berdiri di sana, menatap pintu itu. Awalnya gadis itu tidak tahu apakah ada yang salah tapi lalu kemudian dia menyadari bahwa pintu itu masih terkunci. Dia tersenyum dan membuka kuncinya.

Masih saja, pemuda itu berdiri mematung di sana.

Gadis itu bingung dan memutar turun kaca jendela mobil. Dia kemudian melihat kekasihnya yang tengah menatap ke bawah, ke gagang pintunya. Perlahan dia menengok ke bawah dan mulai teriak sekencang-kencangnya.

Di sana, tergantung di gagang pintunya, sebuah kait besi yang berdarah.

Cenayang di Stasiun Kereta

Gambar

Minggu lalu saya bekerja hingga larut dan sedang menunggu untuk kereta terakhir menuju rumahku, biasanya saya menggunakan mobil tapi hari itu kebetulan tidak. Ketika sampai di stasiun di daerahku, saya segera berjalan pulang dan ketika itu saya mengenali teman lama saya beserta istri dan anak-anaknya sedang berkumpul di sebuah sudut di stasiun tersebut.

Penasaran, saya mendekat untuk melihat apa yang mereka lakukan disana dan menemukan sebuah kursi yang diduduki oleh seorang pria tua berpakaian masinis kereta api dengan sebuah meja di depannya. Saya melihat istrinya sedang bercakap-cakap serius dengan pria tua tadi. Di belakangnya, berdiri temanku dan dua anaknya disamping.

Saya mencoba memulai percakapan dengan teman lamaku ini. “Hi..apa yang kamu lakukan disini? Lama tak bertemu..ada apa dengannya?” Seraya menunjuk pria tua dihadapan mereka. Temanku itu diam saja begitu juga anak-anaknya, tak ada satu pun yang menjawab. Apa yang salah dengan mereka? Saya sedikit tersinggung, tapi memutuskan untuk menunggu dekat sana sebentar. Anak-anaknya mengenakan seragam sekolah yang kukenal, itu merupakan seragam milik sekolah yang berada dekat sini.

Percakapan istrinya dan pria tua itu sangat serius dan sepertinya berlangsung lama. Saya menunggu sekitar lima belas menit, lalu menangkap mungkin ini sebuah sesi ramalan nasib. Pria tua itu seorang peramal dan istri temanku itu sedang menanyakan nasibnya. Tapi peramal dengan pakaian masinis terasa cukup aneh menurutku. Tapi apa yang mereka bicarakan?

Tak ada yang dapat mencegahku untuk menguping, dan saya mendengar percakapan mereka “Apakah itu tak dapat dihindari?” wanita itu bertanya. “Ya, itu sudah takdir.” yang langsung dibalas peramal itu.

“Apakah itu tak dapat dihindari?”, “Ya, itu sudah takdir.”. “Apakah itu tak dapat dihindari?”, “Ya, itu sudah takdir.” Kenapa mereka tetap mengulang-ulang percakapan mereka? Ada yang salah dengan situasi ini menurutku.

Perasaan saya tak karuan bercampur dengan rasa takut. Saya memutuskan untuk segera pulang dan ketika berbalik, teman dan anak-anaknya yang tadi di dekatku sekejap menghilang, belum sempat saya terkejut karena hal itu penerangan di stasiun padam seketika dan seluruh ruangan menjadi gelap. Saya lalu menoleh kembali ke tempat istrinya dan peramal tadi berada, perasaan saya makin kacau mendapati ternyata mereka juga telah menghilang, begitu juga dengan meja dan kursinya. Saya langsung berlari ke rumah, dan ingin menjauh dari tempat itu secepat mungkin.

Beberapa minggu kemudian saya terkejut membaca sebuah berita di koran harian lokal, tentang kecelakaan sebuah mobil dengan kereta api semalam yang terjadi di rel dekat stasiun dan menewaskan masinis kereta api itu beserta sebuah keluarga dengan dua orang anaknya. Berita itu berada di suatu kolom kecil di koran itu, di sana tertulis nama-nama korban termasuk temanku beserta keluarganya yang kemarin kutemui, di mana mereka tinggal dan anak-anak mereka yang bersekolah didekat stasiun tersebut. Mmh..menyedihkan sekaligus menakutkan menurutku.

Mexican Hairless

Gambar

Mexican Hairless adalah sebuah urban legend tentang wanita yang pergi ke Mexico dan membawa pulang seekor anjing liar. Cerita ini juga dikenal dengan judul “Hewan Peliharaan Baru” atau “Hewan Peliharaan dari Mexico”.

Seorang wanita pergi ke Mexico untuk menghabiskan liburannya. Ketika dia merasa bosan tinggal di hotelnya, dia memutuskan untuk menjelajahi jalanan-jalanan di kota itu. Setelah berbelanja sedikit barang-barang dan oleh-oleh, dia lalu melihat seekor anjing kecil berjalan di antara dua tembok gedung besar.

Dia langsung tertarik dengan binatang kecil yang lucu itu dan mengikutinya. Ketika dia menangkap anjing itu, dia menggendongnya dan anjing itu mulai menjilati wajahnya. Anjing itu tidak punya tali leher atau tanda di tubuhnya, jadi dia beranggapan anjing itu tidak punya majikan. Binatang itu sungguh imut jadi dia memutuskan untuk memeliharanya.

Karena merupakan suatu pelanggaran membawa pulang binatang dari Mexico ke Amerika Serikat, jadi saat perjalanan pulang, dia menyembunyikan anjing kecil itu di bawah jaketnya dan berpura-pura tengah hamil. Penjaga di pintu bandara kemudian membiarkannya keluar tanpa curiga sedikit pun.

Kembali di kampung halamannya, dia membawa hewan peliharaan barunya itu ke apartemennya dan lalu memandikannya. Setelah itu dia memberi semangkuk makanan kepada anjing kecil itu untuk dimakan. Mengambil selembar kain tebal di dapur untuk hewan peliharaannya itu tidur, dan kemudian dia pergi sendiri ke rumah makan untuk makan malam.

Ketika dia pulang ke rumah beberapa jam kemudian dan berjalan ke dapur, dia menemukan anjing peliharaannya itu telah mengunyah kayu di temboknya hingga berlubang. Ada beberapa tanda yang aneh di mata binatang itu, dan busa keluar dari mulutnya. Khawatir hewan peliharaannya sakit, dia menyelimutinya dengan sebuah selimut dan membiarkannya tidur di kamarnya.

Keesokan paginya, wanita itu terbangun dan menemukan binatang itu berliur di telinganya. Dia teriak dan mendorongnya jauh-jauh. Wanita itu kemudian menyadari bahwa hewan peliharaan barunya itu benar-benar sakit, jadi dia membawanya ke seorang dokter hewan. Dia duduk dengan sabar di ruangan dokter itu, dan menunggunya.

Segera setelah dokter hewan itu keluar, wanita itu melaju ke arahnya seraya membawa hewan peliharaan itu di lengannya.

”Ada yang salah dengan anjingku.” kata wanita itu.

Dokter itu melihatnya sekilas dan lalu menanyakan, “Apa kau bilang ini?”

“Saya tidak yakin dengan jenisnya,” balas wanita itu. “Saya rasa ini ras Mexico yang langka.”

Dokter hewan itu menggelengkan kepalanya. “Ini bukan anjing.” katanya, “Ini seekor tikus got.”

Wanita itu terhenyak. “Tikus got?” dia histeris.

“Ya,” jawab dokter itu. “tapi berita buruknya, dia rabies.”

The Hairdo

The Hairdo adalah sebuah urban legend tentang seorang wanita yang menata rambutnya menjadi sebuah sanggul dan menolak untuk mencucinya. Cerita ini juga dikenal dengan judul “The Fatal Hairdo” atau “Laba-laba dalam Rambut”.

Gambar

Beberapa tahun yang lalu, ada seorang wanita paruh baya yang sangat suka menata rambutnya menjadi sebuah gulungan yang besar. Dia sangat bangga jika rambutnya demikian dan merasa bahwa dirinyalah yang paling bergaya di antara teman-temannya. Dia tidak merasa bahwa model rambut itu sudah lewat masanya beberapa tahun yang lalu.

Wanita itu sangat pemalas dan tidak suka menghabiskan waktunya untuk mencuci dan menata ulang rambutnya. Sebaliknya dia hanya meninggalkan rambutnya disanggul begitu saja, sama seperti sebelumnya. Bahkan, dia tidak pernah benar-benar mencucinya. Kapan pun dia mandi, dia akan menggunakan penutup kepala agar air tidak mengenai dan merusak model rambutnya. Di malam hari, dia bisa tidur dengan sebuah handuk yang melilit rambutnya agar tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.

Tidak lama, rambutnya mulai mengeluarkan bau. Untuk menutupi bebauan itu, dia malah menambahkan hairspray di atasnya. Ketika kulit kepalanya terasa gatal, dia menambahkannya – menyemprotnya terus-menerus. Kendati gatal itu tidak pernah hilang dan yang ada hanya semakin gatal, yang diandalkannya hanyalah semprotan rambut itu.

Suatu pagi, ketika dia tidak turun untuk sarapan, suaminya lalu naik ke kamar tidur mereka untuk membangunkannya. Namun, dia kemudian terperanjat ketakutan setelah menemukan istrinya telah meninggal sejak semalam.

Awalnya polisi menduga wanita itu mengalami serangan jantung sewaktu tidur, karena tidak ada sebuah tanda atau bekas di tubuhnya. Meski seorang ahli forensik telah mengotopsinya, dia juga tidak bisa menemukan apa penyebab kematian wanita itu. Kemudian ketika dia akhirnya memeriksa rambutnya, ahli forensik itu menemukan sesuatu yang sangat menakutkan dan menjijikkan.

Seekor laba-laba Blackwidow berwarna hitam telah bersarang di dalam gulungan rambutnya dan menetaskan telurnya. Ketika bayi-bayi laba-laba itu keluar dari cangkangnya, mereka menggigit kulit kepala wanita itu menembus tengkorak dan memakan otaknya.