Angker : . . . dari Lawang Sewu sampai Lubang Buaya

Berjalan pelan, Jo kembali diteror penampakan aneh dari seekor ular raksasa di salah satu ruangan yang dilewatinya. Ular itu mendesis dan berlalu begitu saja, tanpa memperhatikan Jo yang sudah berdiri mematung sejak melihat binatang melata yang tampak bermahkota dan memiliki mata merah. Sehabis melihat penampakan siluman ular raksasa itu, pemuda ini kemudian bertemu dengan wanita pirang berwajah pucat dan rusak sebelah. Wajahnya ditutupi topi cadar yang sesuai dengan busana bergaya wanita Belanda jaman dulu yang dikenakannya sembari mengipas-ngipas sebuah kipas kayu kecil di tangannya yang bersandar di pinggangnya. Ketakutan Jo semakin menjadi-jadi ketika wanita itu tersenyum padanya sebelum mundur beberapa langkah dan menghilang dalam kegelapan begitu saja. Masih tersisa keberaniannya, Jo pelan-pelan melanjutkan langkahnya dan memasrahkan dirinya dengan hantu apa yang bisa ditemuinya lagi.

tease

Selalu ada kisah mistis yang menarik di balik bangunan tua yang pernah berdiri. Begitu juga dengan jembatan tua yang suram, atau mungkin rumah yang selama ini kamu tempati, semuanya pasti memiliki kisahnya masing-masing. Seperti kisah-kisah yang ada di gedung Lawang Sewu sampai Lubang Buaya.

Cover-ANGKER2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s