Telepon

Ritual telepon adalah sebuah ritual yang memungkinkanmu berhubungan dengan sosok atau makhluk yang berada di dunia lain. Seperti ritual-ritual lainnya, ritual telepon ini sebaiknya tidak dicoba karena akan mungkin akan membahayakan keselamatanmu.

Gambar

Yang kau butuhkan adalah sebuah telepon genggam, sedikit garam, sebuah senter, dan sebuah jimat untuk keselamatanmu.

Pertama, pastikan kau sudah menyiapkan segala hal yang diperlukan – telepon genggam, garam, senter, dan jimat bersamamu.

Setelah tengah malam, ketika kau sudah sendiri di kamarmu. Matikan semua lampu dan pastikan seluruh ruangan gelap gulita.

Setelah itu kunci dirimu di dalam kamar mandi. Namun sebelum kau masuk, tebarkan sedikit garam di sekitar pintunya, agar roh atau makhluk halus tidak masuk ke dalam kamar mandi.

Berikutnya, gunakan senter untuk menerangi air yang ada di kamar mandi.

Terus tatap permukaan airnya.

Sesudah itu, gunakan telepon genggammu untuk menghubungi telepon rumahmu.

Biarkan telepon itu berdering dan jangan pernah memutuskannya di tengah jalan. Jika panggilan itu terputus, hubungi lagi.

Jika kau melihat perubahan di air kamar mandimu atau mendengar suara-suara dari mana pun di dalam rumahmu, segera tutup sambungan telepon itu dan pergilah tebarkan garam di sekitar tempat yang kau rasa telah terjadi keanehan.

Jika ada yang mengangkat teleponmu, segera tutup sambungan itu dan keluar dari kamar mandi. Tebarkan garam di sekeliling telepon rumahmu. Jika kau lakukan itu berarti kau sudah aman sekarang.

Jika ingin memastikan dirimu aman, tebarkan garam di sekeliling rumahmu bahkan jika tidak terjadi apa-apa.

Tolong perhatikan dan tanamkan dalam pikiranmu bahwa ritual ini sangat berbahaya dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Beberapa orang bilang bahwa roh para leluhur atau arwah yang menghuni rumahmu akan mengangkat telepon itu.

Advertisements

Telepon Misterius

Gambar

Suatu sore yang hujan ketika saya di rumah, saya melihat ibu sedang bergegas keluar.

“Apa yang kau lakukan? Paman baru saja meninggal. Ayo cepat! Kita pergi.” Katanya 

Apa? Paman kenapa? Saya terheran-heran, tapi saya mulai ikut bergegas seperti yang disuruhnya. Kemudian telepon berdering.

“Halo? Siapa ini?”

Di belakangku saya mendengar ibu hanya menggumam sesuatu sendiri dan mendengar langkahnya mondar-mandir.

“Halo? Ini saya. Jangan panik, dengar …”

Suara seseorang di ujung telepon, berbicara seolah dia sangat terburu-buru.

Mm … siapa orang ini? Suaranya terdengar aneh jika dia hanya ingin memberitahu tentang kematian pamanku. Dan suara itu terdengar familiar.

“Ibulah yang sudah meninggal! Jangan menoleh, oke? Jangan pernah menoleh sampai saya tiba di sana!”

Oh … suara ini suara kakakku. Sekarang saya tahu bahwa suara itu adalah suara kakakku yang meninggal tahun lalu karena kecelakaan.

Tubuhku membeku dan saya tidak bisa bergerak sedikit pun. Apa yang terjadi? Keheningan mendadak tercipta di sekelilingku dan tidak ada suara berisik apa pun seperti sebelumnya.

“Apa yang kau lakukan? Cepat, bergegaslah … (untuk mati) …”

Sebuah suara berbisik di telingaku dan saya kemudian tidak sadarkan diri. Saya tidak ingat lagi apa yang terjadi berikutnya, yang saya tahu saya ditemukan terbaring di depan telepon rumahku. Ibu mengguncang tubuhku agar sadar dan mengatakan padaku bahwa dia baru saja pulang setelah keluar dengan temannya.

Jadi siapa orang yang tadi bersamaku di rumah? Dan suara itu benar-benar suara dari kakak – yang sudah meninggal.

Bathsheba Sherman

Gambar

Bathsheba Sherman konon merupakan seorang penyihir wanita yang menghantui rumah di mana dulu merupakan tempat tinggalnya. Rumah ini sudah di tinggali selama delapan generasi dan keluarga yang pernah tinggal di sana, semuanya mati di rumah tersebut. Keluarga Arnold yang tinggal di peternakan Bathsheba juga tewas secara mengenaskan di sana, sebelum akhirnya keluarga Perron membelinya dan akhirnya dihantui oleh beberapa penampakan dan kejadian-kejadian paranormal lainnya. Tampaknya beberapa arwah tidak pernah meninggalkan rumah ini.

Terlahir dengan nama Bathsheba Thayer di Rhode Island pada tahun 1812, tidak ada yang tahu pasti kapan tanggal lahirnya. Namun di awal usianya yang ke tiga puluh, pada tanggal 10 Maret 1844, dia menikah dengan seorang pria bernama Judson Sherman yang lebih tua setahun darinya. Sekitar lima tahun kemudian mereka lalu memiliki seorang putra bernama Herbert.

Keluarga Sherman memiliki sebuah peternakan di mana Judson bekerja di sana sepanjang hari, sementara Bathsheba menjaga rumah dan merawat putra mereka yang masih kecil. Walau pada akhirnya keluarga ini diyakini memiliki beberapa orang anak, seorang putri dan dua putra lainnya, tidak satu pun dari mereka bisa dipastikan ada dan kalaupun ada beberapa orang menganggap mereka telah meninggal di usianya yang masih sangat muda.

Walau awalnya menjalani kehidupan yang baik, kehidupan Bathsheba lalu berputar sepenuhnya ketika seorang bayinya meninggal dalam perawatannya. Walau demikian, ada juga yang mengatakan itu bukan bayinya melainkan anak tetangga yang dibunuh dengan menusukkan jarum jahit yang besar ke kepalanya hingga menembus tengkoraknya. Bathsheba pun akhirnya ditahan.

Masyarakat kala itu yakin bahwa kematian anak itu sebagai bagian dari aktivitas Bathsheba yang telah mengorbankannya kepada Iblis, atau sesuatu yang berhubungan dengan sihir. Pada dasarnya Bathsheba adalah seorang wanita yang cantik, banyak pria yang tertarik dengannya dan hampir semua wanita iri dengan kecantikan yang dimilikinya. Bukan hal yang mengherankan jika ada rumor-rumor buruk tentangnya, mungkin karena rasa cemburu terhadap Bathsheba.

Bathsheba kemudian sulit untuk dinyatakan bersalah. Ada beberapa bukti yang membantah dirinya telah melakukan pembunuhan, menyebabkan kecelakaan atau yang lainnya. Sayangnya, hukuman untuk Bathsheba yang sebenarnya bukanlah hukuman pengadilan melainkan pandangan masyarakat terhadapnya yang membuat segalanya semakin buruk bagi Bathsheba setelah semua yang terjadi padanya.

Masyarakat percaya bahwa wanita ini adalah wanita yang jahat dan mungkin akan menyebabkan sesuatu yang buruk bagi mereka. Sejak itu, hidup Bathsheba berubah, begitu juga pandangannya. Dia menjadi pribadi yang buruk dan mulai suka mengancam orang-orang yang bekerja di ladangnya. Dia bahkan menyerang mereka, dan dalam beberapa kesempatan membiarkan mereka kelaparan, tidak untuk mati kelaparan, tapi hanya membiarkan mereka hidup dalam kemiskinan.

Bathsheba kemudian hidup hingga usia tua. Dia ditinggal mati suaminya empat tahun sebelum akhirnya meninggal di usianya yang ke 72 atau 73 pada tanggal 25 Mei 1885.

Dia meninggal dengan tubuh yang kaku tapi penyebabnya tidak bisa dipastikan oleh dokter mana pun ketika itu. Laporan yang ada hanyalah mengatakan bahwa dia meningal karena tubuhnya telah berubah menjadi seperti batu. Karena hal ini pula, tuduhan terhadap Bathsheba semakin kuat bahwa dia seorang penyihir, atau telah melakukan perjanjian dengan Iblis.

Bathsheba lalu dikuburkan di Pemakaman Harrisville, dekat dengan nisan suaminya. Batu nisan Bathsheba kini rusak sebelah, mungkin karena aksi nakal atau orang-orang yang tidak suka dengannya.

Putranya Herbert lalu hidup berkeluarga dan memiliki anak-anaknya sendiri.

Keluarga Perron

Keluarga Perron adalah keluarga yang pernah mengalami sebuah peristiwa menyeramkan ketika mereka pindah ke sebuah rumah yang baru. Serangkaian kejadian yang mereka alami kemudian mengungkap keberadaan beberapa misteri di rumah mereka.

Gambar

Tidak lama setelah Roger dan Carolyn Perron pindah bersama keluarga mereka di sebuah rumah ladang bergaya abad ke 18 di Harrisville, Rhode Island, Amerika Serikat di tahun 1971, mereka mulai dihantui oleh arwah-arwah penasaran yang menghuni rumah itu.

Keluarga Perron pindah ke rumah yang memiliki 14 kamar itu dengan kelima anaknya di tahun 1971 dan Andrea yang tertua, berusia 12 tahun kala itu. Dia bilang bahwa mereka dihantui sesaat setelah  mereka pindah ke dalamnya dan tampaknya langsung menyerang ibu mereka.

“Hal yang tersulit adalah kami tidak mengerti sama sekali apa itu.” Carolyn Perron bersaksi.

Mrs. Perron bilang bahwa dia pernah terbangun di suatu subuh sebelum fajar dan melihat sebuah penampakan di ranjangnya – sebuah kepala seorang wanita tua yang tergantung di satu sisi di atas gaun abu-abu tua. Suara bergetar terdengar mengatakan “Keluar. Keluar. Saya akan mengeluarkanmu dengan kematian dan kesedihan.”

Setitik darah berwarna oranye gelap, dan pintu-pintu tertutup membanting atau bahkan tidak bisa tertutup sedikit pun kerap terjadi. Sebuah suara anak kecil menangis “Mama. Maama.”

Dan itulah serangkaian awal yang mengundang pemburu hantu Ed dan Lorraine Warren untuk menyusuri misteri rumah ini.

Pertama kali Lorraine Warren menginjakkan kakinya di rumah itu, dan melangkah ke dapurnya. Dia langsung mengatakan “Saya merasa kehadiran yang buruk di sini, dengan nama Bathsheba.”

Andrea Perron, yang tumbuh di rumah ini, bercerita bahwa ada arwah seorang lelaki yang sangat bengis. Mendengar itu, Lorraine Warren mengatakan bahwa itu arwah yang lainnya lagi. Di tahun 1900an, seorang pria bernama Johnny Arnold pernah tinggal bersama keluarganya di rumah ini. Lelaki itu akhirnya tewas gantung diri dalam rumah itu. Waktu berlalu, dan pada usianya yang ke 93, istri Johnny Arnold juga mengikuti jejak suaminya dengan menggantung lehernya di langit-langit rumah ini.

Warren kemudian menyimpulkan bahwa rumah di Harrisville ini dihantui oleh Bathsheba Sherman, seorang wanita yang tinggal di sini sebelumnya pada awal abad ke 19. Dia, kata Warren, merupakan seorang pemraktek ritual Setan. Dia membunuh anak perempuannya yang masih kecil sebagai tumbal kepada Lucifer. Karena itu pula dia hingga kini masih bisa menghantui rumah ini, wanita itu kemudian menguasai ilmu hitam dan merenggut nyawanya sendiri. Dia menggantung dirinya hingga tewas – dialah yang dilihat Mrs. Perron.

Konon Batsheba juga mengutuk orang-orang yang tinggal di atas tanah miliknya. Warren mengatakan bahwa ada beberapa kejadian buruk pernah terjadi di atas tanah miliknya, seperti pembunuhan, kecelakaan dan orang-orang yang tenggelam di sekitar sana.

Carolyn Perron yang kerap dihantui oleh arwah Batsheba mengatakan juga bahwa suatu waktu Bathsheba pernah berkata kepada dirinya. “Saya seorang tuan rumah di sini sebelum kau datang, dan menjadi tuan rumahnya. Saya akan mengusirmu keluar dengan sapu berapi. Saya akan membuatmu gila dengan kematian yang menyedihkan.”

“Jika kau tidak pergi, kau akan bergabung bersama kami karena kau juga akan mati.”

Lorraine Warren mengatakan bahwa yang sulit dalam menangani kasus ini, karena keluarga Perron sendiri tidak kuat dalam beragama. Dan itu sangat berbahaya, menurutnya.

Suatu waktu, Lorraine pernah memandang ke sebuah sudut di rumah itu dan mengatakan “Dalam nama Tuhan, pergilah dari sini.” setelah itu dia bersaksi bahwa penampakan yang barusan dilihatnya itu adalah sesuatu yang sangat buruk yang pernah dilihatnya selama dia hidup.

Puncak dari fenomena hantu di rumah itu terjadi di suatu malam ketika Carolyn Perron dirasuki oleh arwah Bathsheba. Andrea bersaksi, ketika itu mereka tidak menyiapkan apa-apa. Suami-istri Warren tiba tanpa seorang pendeta, paranormal atau orang-orang yang memiliki kemampuan untuk hal-hal supranatural. Namun kendati demikian, dia juga mengatakan pengusiran roh jahat yang dilakukan oleh pasangan Warren itu sebagai bukti bahwa kekuatan jahat ada di dunia ini.

“Satu-satunya kenyataan yang paling menakutkan di rumah ini adalah di malam ketika aku mengira melihat ibuku meninggal.” katanya. “Dia berbicara dengan suara yang tidak pernah kami dengar sebelumnya. Dan sebuah kekuatan melemparnya 20 kaki dari tempatnya ke ruangan lainnya.”

Untungnya, apa yang dilakukan Ed dan Lorraine Warren berbuah hasil. Mereka berhasil mengusir roh jahat yang merasuki Carolyn sehingga menyelamatkan keluarga itu. Kendati setelah itu, semua tampaknya sudah berakhir, keluarga Perron sebenarnya masih hidup dan tinggal bersama sembilan arwah lainnya dan mereka masih belajar untuk menerima itu semua.

“Akhirnya,” kata Mrs. Perron, “keluarga kami menerima kenyataan bahwa kami tidak tinggal sendirian.”

Andrea Perron sendiri akhirnya membuat sebuah buku trilogi yang berjudul “House of Darkness, House of Light.”

Candyman

Candyman adalah sebuah urban legend atau mitos perkotaan tentang hantu seorang budak yang kembali dari kematian untuk menuntut balas kepada orang-orang yang menyebut namanya lima kali.

Gambar

Menurut legendanya, jika kau melihat ke dalam cermin dan menyebut nama “Candyman” lima kali, dia akan muncul tepat di belakangmu dan membunuhmu dengan kaitnya. Candyman merupakan hantu pembunuh yang kejam dengan kait penuh darah di tangannya. Dia muncul dari dalam cermin, berlumuran darah dan lebah yang menyelimuti sekujur tubuhnya. Di pikirannya hanya ada hasrat untuk membunuh.

Konon bertahun-tahun yang lalu, Candyman adalah seorang pria biasa. Kembali di masa perbudakan, Candyman kala itu merupakan seorang budak berkulit hitam yang bernama Daniel Robitaille, yang bekerja di sebuah perkebunan di New Orleans, Amerika Serikat. Dia adalah pelukis yang berbakat dan dipilih oleh pemilik perkebunan itu untuk melukis putrinya. Namun saat itu, Daniel kemudian jatuh cinta kepada putri sang pemilik yang berkulit putih. Ketika pemilik perkebunan yang rasis itu mengetahui putri dan budaknya menjalin cinta, dia langsung dikuasai amarah dan mengejar Daniel hingga ke luar kota.

Bersama komplotan dan garpu kebun di tangan serta sekumpulan anjing liar, mereka mengejar budak yang malang itu di lapangan terbuka. Akhirnya, budak itu berhasil ditangkap setelah menemukannya beristirahat di dekat sebuah ladang tua di sana. Para lelaki jahat itu langsung membacok Daniel dan memotong tangan kanannya dengan gergaji mesin. Lalu membaluri tubuhnya dengan madu dan melemparnya ke sarang lebah.

Candyman yang malang itu merasakan sakit yang teramat sangat dan tewas karena luka-lukanya, tapi sebelum itu dia mengutuk lelaki yang membunuhnya dan bersumpah akan kembali dan menuntut balas. Katanya arwahnya tidak pernah tenang dan kini hantunya bergentayangan di dunia selamanya, dan hanya muncul ketika namanya disebut lima kali.

Konon, jika kau menyebut “Candyman” sekali, dua kali, tiga kali, dan empat kali, jangan pernah meneruskannya hingga lima atau kau akan menyesal.

Chrismast Eve

Chrismast Eve adalah sebuah cerita seram tentang dua orang sahabat yang begadang di malam Natal.

Gambar

Ada dua orang gadis yang bernama Emma dan Veronica, yang tinggal di lingkungan yang sama. Saat itu malam Natal dan orangtua Emma sudah pergi dari rumah untuk merayakan liburan mereka hingga akhir pekan. Dia merasa sedikit gugup ditingalkan sendiri di rumah semalaman, jadi dia mengundang temannya  untuk bersama dengannya malam itu.

Kedua gadis itu kemudian berencana untuk begadang. Seharian mereka bertukaran pakaian dan melakukan hal yang gadis lain biasa lakukan seperti menata rambut atau kuku mereka satu sama lain. Sore harinya, mereka memesan pizza dan menonton film horor. Setelah itu, mereka ke gereja bersama untuk merayakan malam natal setelah mengunci pintu rumah dan bersiap-siap.

Sepulangnya dari gereja, keduanya kemudian menghabiskan waktu yang panjang bercakap-cakap dan bergosip tentang anak-anak di sekolah mereka. Mereka lalu tidak menyadari bahwa waktu sudah berlalu hingga lewat tengah malam. Kedua gadis itu juga sudah lelah jadi mereka memutuskan saat itu sudah waktunya untuk tidur. Emma naik ke ranjangnya, sementara Veronica tidur di lantai beralaskan matras.

Kamar itu sangat sunyi dan Emma perlahan-lahan larut dalam tidurnya. Tapi kemudian, Veronica terduduk dan mulai menggoyang-goyangkan badan sahabatnya itu.

“Ayolah, kita turun dan cari es krim.” katanya dengan keras.

Emma sangat kantuk dan menggumam, “Aku tidak lapar.”

“Tapi, saya lapar.” balas Veronica. “Ayolah, kita turun.”

Emma membalikkan badannya. “Tidak ada es krim di kulkas.” Dia mengantuk seraya mengatakan, “Kita sudah makan semua.”

“Jadi … ayo ke toko dan membelinya beberapa.” kata Veronica.

“Aku tidak mau lagi,” timpal sahabatnya itu. “pergilah sendiri.”

“Tidak! Aku tidak berani berjalan seorang diri di malam-malam begini.” Veronica memohon, “Ayolah, kita pergi …”

Emma masih terbaring di ranjangnya dan berusaha mengacuhkannya.

“Emma, kumohon!” Veronica mulai menangis. “Ayo! Aku benar-benar ingin es krim …” Airmata mengalir turun di wajahnya.

Emma benar-benar terganggu. Dia sudah bosan dan capek mendengar rengekan sahabatnya itu.

“Ya Tuhan, Veronica! OK! OK!” sahutnya. “Jika itu benar-benar penting bagimu, baiklah … aku akan pergi bersamamu ke toko. Jadi tenanglah!”

Kedua gadis itu berpakaian dengan cepat dan mengenakan jaket mereka. Segera setelah mereka meninggalkan rumah, entah kenapa, Veronica langsung menarik tangan sahabatnya dan mulai menyeretnya ke arah yang lain.

“Ini bukan jalan menuju ke toko.” teriak Emma.

“Sssssshhhhhh!” desis Veronica. “Kita akan pergi ke kantor polisi. Tadi aku melihat cermin, dan saya melihat seorang pria dengan kampak, sedang bersembunyi di bawah ranjangmu!”

Pesan di Cermin

Gambar

Seorang pria terbangun di suatu pagi dan menemukan sebuah pesan berada di atas cermin kamar mandinya. “Jangan khawatir, aku sudah membereskan semuanya.” bacanya. Pakaian-pakaiannya sudah tertata rapi, kamar mandinya bersih dan garasi rumahnya juga sudah dirapikan. Bahkan kotak perkakasnya yang tua dan kotor sudah diganti dengan yang baru dan mengkilat.

Seminggu kemudian, dia menemukan sidik jari di cerminnya. Dia tidak mengingat pernah meninggalkan sidik jarinya di sana, tapi dia juga tidak tahu itu sidik jari siapa karena dia tinggal seorang diri. Di bawahnya di wastafel, dia menemukan beberapa foto seorang polisi, tengah terikat di suatu lapangan terbuka. Salah satu foto itu menggambarkan dia memegang kotak perkakas kotor dan tua miliknya.