Bathsheba Sherman

Gambar

Bathsheba Sherman konon merupakan seorang penyihir wanita yang menghantui rumah di mana dulu merupakan tempat tinggalnya. Rumah ini sudah di tinggali selama delapan generasi dan keluarga yang pernah tinggal di sana, semuanya mati di rumah tersebut. Keluarga Arnold yang tinggal di peternakan Bathsheba juga tewas secara mengenaskan di sana, sebelum akhirnya keluarga Perron membelinya dan akhirnya dihantui oleh beberapa penampakan dan kejadian-kejadian paranormal lainnya. Tampaknya beberapa arwah tidak pernah meninggalkan rumah ini.

Terlahir dengan nama Bathsheba Thayer di Rhode Island pada tahun 1812, tidak ada yang tahu pasti kapan tanggal lahirnya. Namun di awal usianya yang ke tiga puluh, pada tanggal 10 Maret 1844, dia menikah dengan seorang pria bernama Judson Sherman yang lebih tua setahun darinya. Sekitar lima tahun kemudian mereka lalu memiliki seorang putra bernama Herbert.

Keluarga Sherman memiliki sebuah peternakan di mana Judson bekerja di sana sepanjang hari, sementara Bathsheba menjaga rumah dan merawat putra mereka yang masih kecil. Walau pada akhirnya keluarga ini diyakini memiliki beberapa orang anak, seorang putri dan dua putra lainnya, tidak satu pun dari mereka bisa dipastikan ada dan kalaupun ada beberapa orang menganggap mereka telah meninggal di usianya yang masih sangat muda.

Walau awalnya menjalani kehidupan yang baik, kehidupan Bathsheba lalu berputar sepenuhnya ketika seorang bayinya meninggal dalam perawatannya. Walau demikian, ada juga yang mengatakan itu bukan bayinya melainkan anak tetangga yang dibunuh dengan menusukkan jarum jahit yang besar ke kepalanya hingga menembus tengkoraknya. Bathsheba pun akhirnya ditahan.

Masyarakat kala itu yakin bahwa kematian anak itu sebagai bagian dari aktivitas Bathsheba yang telah mengorbankannya kepada Iblis, atau sesuatu yang berhubungan dengan sihir. Pada dasarnya Bathsheba adalah seorang wanita yang cantik, banyak pria yang tertarik dengannya dan hampir semua wanita iri dengan kecantikan yang dimilikinya. Bukan hal yang mengherankan jika ada rumor-rumor buruk tentangnya, mungkin karena rasa cemburu terhadap Bathsheba.

Bathsheba kemudian sulit untuk dinyatakan bersalah. Ada beberapa bukti yang membantah dirinya telah melakukan pembunuhan, menyebabkan kecelakaan atau yang lainnya. Sayangnya, hukuman untuk Bathsheba yang sebenarnya bukanlah hukuman pengadilan melainkan pandangan masyarakat terhadapnya yang membuat segalanya semakin buruk bagi Bathsheba setelah semua yang terjadi padanya.

Masyarakat percaya bahwa wanita ini adalah wanita yang jahat dan mungkin akan menyebabkan sesuatu yang buruk bagi mereka. Sejak itu, hidup Bathsheba berubah, begitu juga pandangannya. Dia menjadi pribadi yang buruk dan mulai suka mengancam orang-orang yang bekerja di ladangnya. Dia bahkan menyerang mereka, dan dalam beberapa kesempatan membiarkan mereka kelaparan, tidak untuk mati kelaparan, tapi hanya membiarkan mereka hidup dalam kemiskinan.

Bathsheba kemudian hidup hingga usia tua. Dia ditinggal mati suaminya empat tahun sebelum akhirnya meninggal di usianya yang ke 72 atau 73 pada tanggal 25 Mei 1885.

Dia meninggal dengan tubuh yang kaku tapi penyebabnya tidak bisa dipastikan oleh dokter mana pun ketika itu. Laporan yang ada hanyalah mengatakan bahwa dia meningal karena tubuhnya telah berubah menjadi seperti batu. Karena hal ini pula, tuduhan terhadap Bathsheba semakin kuat bahwa dia seorang penyihir, atau telah melakukan perjanjian dengan Iblis.

Bathsheba lalu dikuburkan di Pemakaman Harrisville, dekat dengan nisan suaminya. Batu nisan Bathsheba kini rusak sebelah, mungkin karena aksi nakal atau orang-orang yang tidak suka dengannya.

Putranya Herbert lalu hidup berkeluarga dan memiliki anak-anaknya sendiri.

Advertisements

Keluarga Perron

Keluarga Perron adalah keluarga yang pernah mengalami sebuah peristiwa menyeramkan ketika mereka pindah ke sebuah rumah yang baru. Serangkaian kejadian yang mereka alami kemudian mengungkap keberadaan beberapa misteri di rumah mereka.

Gambar

Tidak lama setelah Roger dan Carolyn Perron pindah bersama keluarga mereka di sebuah rumah ladang bergaya abad ke 18 di Harrisville, Rhode Island, Amerika Serikat di tahun 1971, mereka mulai dihantui oleh arwah-arwah penasaran yang menghuni rumah itu.

Keluarga Perron pindah ke rumah yang memiliki 14 kamar itu dengan kelima anaknya di tahun 1971 dan Andrea yang tertua, berusia 12 tahun kala itu. Dia bilang bahwa mereka dihantui sesaat setelah  mereka pindah ke dalamnya dan tampaknya langsung menyerang ibu mereka.

“Hal yang tersulit adalah kami tidak mengerti sama sekali apa itu.” Carolyn Perron bersaksi.

Mrs. Perron bilang bahwa dia pernah terbangun di suatu subuh sebelum fajar dan melihat sebuah penampakan di ranjangnya – sebuah kepala seorang wanita tua yang tergantung di satu sisi di atas gaun abu-abu tua. Suara bergetar terdengar mengatakan “Keluar. Keluar. Saya akan mengeluarkanmu dengan kematian dan kesedihan.”

Setitik darah berwarna oranye gelap, dan pintu-pintu tertutup membanting atau bahkan tidak bisa tertutup sedikit pun kerap terjadi. Sebuah suara anak kecil menangis “Mama. Maama.”

Dan itulah serangkaian awal yang mengundang pemburu hantu Ed dan Lorraine Warren untuk menyusuri misteri rumah ini.

Pertama kali Lorraine Warren menginjakkan kakinya di rumah itu, dan melangkah ke dapurnya. Dia langsung mengatakan “Saya merasa kehadiran yang buruk di sini, dengan nama Bathsheba.”

Andrea Perron, yang tumbuh di rumah ini, bercerita bahwa ada arwah seorang lelaki yang sangat bengis. Mendengar itu, Lorraine Warren mengatakan bahwa itu arwah yang lainnya lagi. Di tahun 1900an, seorang pria bernama Johnny Arnold pernah tinggal bersama keluarganya di rumah ini. Lelaki itu akhirnya tewas gantung diri dalam rumah itu. Waktu berlalu, dan pada usianya yang ke 93, istri Johnny Arnold juga mengikuti jejak suaminya dengan menggantung lehernya di langit-langit rumah ini.

Warren kemudian menyimpulkan bahwa rumah di Harrisville ini dihantui oleh Bathsheba Sherman, seorang wanita yang tinggal di sini sebelumnya pada awal abad ke 19. Dia, kata Warren, merupakan seorang pemraktek ritual Setan. Dia membunuh anak perempuannya yang masih kecil sebagai tumbal kepada Lucifer. Karena itu pula dia hingga kini masih bisa menghantui rumah ini, wanita itu kemudian menguasai ilmu hitam dan merenggut nyawanya sendiri. Dia menggantung dirinya hingga tewas – dialah yang dilihat Mrs. Perron.

Konon Batsheba juga mengutuk orang-orang yang tinggal di atas tanah miliknya. Warren mengatakan bahwa ada beberapa kejadian buruk pernah terjadi di atas tanah miliknya, seperti pembunuhan, kecelakaan dan orang-orang yang tenggelam di sekitar sana.

Carolyn Perron yang kerap dihantui oleh arwah Batsheba mengatakan juga bahwa suatu waktu Bathsheba pernah berkata kepada dirinya. “Saya seorang tuan rumah di sini sebelum kau datang, dan menjadi tuan rumahnya. Saya akan mengusirmu keluar dengan sapu berapi. Saya akan membuatmu gila dengan kematian yang menyedihkan.”

“Jika kau tidak pergi, kau akan bergabung bersama kami karena kau juga akan mati.”

Lorraine Warren mengatakan bahwa yang sulit dalam menangani kasus ini, karena keluarga Perron sendiri tidak kuat dalam beragama. Dan itu sangat berbahaya, menurutnya.

Suatu waktu, Lorraine pernah memandang ke sebuah sudut di rumah itu dan mengatakan “Dalam nama Tuhan, pergilah dari sini.” setelah itu dia bersaksi bahwa penampakan yang barusan dilihatnya itu adalah sesuatu yang sangat buruk yang pernah dilihatnya selama dia hidup.

Puncak dari fenomena hantu di rumah itu terjadi di suatu malam ketika Carolyn Perron dirasuki oleh arwah Bathsheba. Andrea bersaksi, ketika itu mereka tidak menyiapkan apa-apa. Suami-istri Warren tiba tanpa seorang pendeta, paranormal atau orang-orang yang memiliki kemampuan untuk hal-hal supranatural. Namun kendati demikian, dia juga mengatakan pengusiran roh jahat yang dilakukan oleh pasangan Warren itu sebagai bukti bahwa kekuatan jahat ada di dunia ini.

“Satu-satunya kenyataan yang paling menakutkan di rumah ini adalah di malam ketika aku mengira melihat ibuku meninggal.” katanya. “Dia berbicara dengan suara yang tidak pernah kami dengar sebelumnya. Dan sebuah kekuatan melemparnya 20 kaki dari tempatnya ke ruangan lainnya.”

Untungnya, apa yang dilakukan Ed dan Lorraine Warren berbuah hasil. Mereka berhasil mengusir roh jahat yang merasuki Carolyn sehingga menyelamatkan keluarga itu. Kendati setelah itu, semua tampaknya sudah berakhir, keluarga Perron sebenarnya masih hidup dan tinggal bersama sembilan arwah lainnya dan mereka masih belajar untuk menerima itu semua.

“Akhirnya,” kata Mrs. Perron, “keluarga kami menerima kenyataan bahwa kami tidak tinggal sendirian.”

Andrea Perron sendiri akhirnya membuat sebuah buku trilogi yang berjudul “House of Darkness, House of Light.”

Bell Witch Haunting

Gambar

Pada tahun 1804, John Bell dan istrinya Lucy mengepak barang-barang mereka  di North Carolina untuk pindah ke Tennesee  bersama kesembilan anak mereka. Itu seharusnya menjadi awal yang indah dan damai dari kehidupan mereka sehari-hari sejak John membeli sepetak tanah yang jika dihitung berkisar lebih dari 300 are.

Sayangnya, selama masa-masa pembelian itu, dia berselisih dengan tetangganya Kate Batts. Kate yakin bahwa John telah berbuat curang untuk mendapatkan tanah itu dan dia tidak akan pernah memaafkannya. Sejak itulah legenda ini dimulai.

Kate Batts kemudian meninggal sekitar tahun 1817, di atas tempat tidurnya – masih mengutuk perbuatan John. Dia pernah bersumpah bahwa dia akan menghantui keluarga Bell dan seluruh keturunannya.

Pada awal tahun 1817, keluarga Bell mulai merasakan kejadian-kejadian aneh di rumah mereka. Dimulai dengan sebuah suara-suara tepukan dan cakaran di temboknya, tidak lama bisikan terdengar. Suara itu makin besar dan kian besar hingga bisa dikenali seperti suara wanita tua – tapi masih belum ada kata-kata yang dapat ditangkap.

Lalu aktivitas fisik kemudian terjadi pada keluarga Bell seperti pakaian atau selimut mereka ditarik dan bergeser ketika tengah tertidur. Bahkan tiga dari anak-anak Bell – yang tidur dalam ranjang yang sama – pernah terbangun di malam hari dan langsung berteriak karena melihat pakaian tidur mereka ditarik oleh sosok yang tak kasat mata.

Dari sana keluarga Bell sudah tak tahu lagi harus berbuat apa. Barang-barang mereka yang di dalam rumah atau sekitar tanah milik mereka dicuri atau hilang dengan sendirinya. Anak-anak mereka ditampar dan dicubit. Pada malamnya, kayu-kayu pondasi rumah terdengar ada yang menggigit, dan binatang-binatang aneh bisa terlihat di pekarangannya.

Anehnya, aktivitas paranormal dari hantu ini paling sering dan paling kejam dialami oleh John Bell dan anak perempuannya Betsy (Elizabeth). Teriakan-teriakan akibat tersiksanya mereka berdua seolah membawa kesenangan pada hantu itu. Dia akan tertawa ketika Betsy menangis, atau membuat John terlihat tidak nyaman.

Tak lama kemudian suara itu menjadi cukup jelas bagi keluarga tersebut untuk menangkap apa yang dikatakannya. Secara berulang-ulang suara itu mengatakan akan membunuh John Bell, dan sewaktu-waktu akan mengincar anggota keluarga yang lainnya.

Tak lama dari sana, Betsy lalu diserang ketika tengah tertidur. Dia terbangun karena merasakan luka iris dan memar-memar di tubuhnya. Tidak tahu harus melakukan apa, John Bell lalu mengundang temannya James Johnson untuk makan malam sekaligus tinggal malam itu. James yang datang bersama istrinya lalu menyaksikan dengan mata kepala sendiri wujud hantu itu. Mereka kemudian menyebut seorang penyihir, yang tengah merapalkan mantra dan nyanyian-nyanyian.

Tahun 1818 kabar ini kemudian menyebar di kalangan masyarakat yang menyebut kejadian ini sebagai ‘Penyihir Bell’ dan aib keluarganya juga ikut dibeberkan. John berusaha mencari perlindungan pada pihak-pihak religius, tapi mereka menutup mata akan kejadian ini – mungkin karena ini berkaitan dengan sihir dan penyihir.

Orang-orang berduyun-duyun ke rumah Bell hanya untuk melihat kejadian itu, atau mungkin mengalaminya sendiri. Penyihir itupun sepertinya memang ingin dikenal, tapi tak pernah menampakkan diri, hanya selalu didengar. Dia tidak pernah kasar atau berani pada pengunjung, dan bahkan suatu waktu akan menawarkan tangannya untuk bersalaman.

Cerita berikutnya mungkin sulit dicerna, tapi kabarnya ini terus berputar di antara masyarakat ketika itu. Jenderal Andrew Jackson (calon presiden ke 7 Amerika Serikat) bahkan mengumpulkan beberapa orang temannya dan melakukan kunjungan di tanah itu di Adams, Tennesee hanya untuk merasakan aktivitas paranormal tersebut. Dia sendiri tak dapat menyimpulkan apakah itu hanya tipuan belaka, atau benar-benar sesuatu yang berhantu.

Kelompok Jackson itu kemudian menuju rumah Bell, membawa sejumlah tenda, keperluan dan barang-barang lainnya dalam sebuah gerobak. Ketika mereka hampir tiba di rumah itu, gerobak itu mendadak berhenti sendiri dan tidak seorangpun bisa membuatnya bergerak. Roda-rodanya dilepas dan diperiksa, namun tampaknya segalanya baik-baik saja dan seharusnya bisa berfungsi. Jackson, ditengah-tengah kekalutan ini, lalu melemparkan gurauan bahwa kejadian ini pastilah perbuatan penyihir – menyebutnya keras-keras hingga terdengar di seluruh tanah milik keluarga Bell. “Baik Jenderal, jalankan gerobak itu, dan aku akan menemuimu lagi nanti malam.” sebuah suara menyahutnya. Begitu saja lalu gerobak itu kembali berjalan dan mereka melanjutkan perjalanannya.

Jenderal Andrew Jackson dan kelompoknya berencana tinggal selama seminggu, tapi akhirnya pergi keesokan harinya. Mengalami segala kejadian-kejadian aneh, mereka tidak bisa membuktikan bahwa kabar ini hanyalah tipuan. Mereka juga dicubit, ditampar, dan rambut mereka ditarik-tarik, ketika Betsy Bell menjerit kesakitan karena memar-memar yang muncul akibat perbuatan penyihir tersebut. Kisah Jackson di rumah keluarga Bell ini tidak muncul dari tulisannya sendiri, melainkan dari berbagai sumber.

Yang ganjil adalah kelurga Bell ini tetap tinggal di rumah mereka selama masa itu, tanpa pernah pindah.

Pada Oktober 1820, John Bell jatuh sakit, dan banyak yang meyakini penyakit strokenya ini diberikan oleh penyihir tersebut. Walaupun dia masih dapat terus bekerja, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Di bulan Desember dia tidak bangun lagi dalam tidurnya. Obat-obatan yang dikirim untuknya masih ada, namun ketika diperiksa menunjukkan sesuatu yang aneh. Penyihir itu sepertinya mengganti obat tersebut dengan racun, dan tentu saja menyebabkan John meninggal dunia.

John meninggal pada usia 70 tahun – tepat yang penyihir jahat itu perkirakan. Penyihir itu kemudian bisa terdengar menyanyi dengan riang saat-saat pemakaman John, dan terus didengar oleh anggota keluarga serta teman-teman mereka.

Tahun berikutnya, 1821, penyihir itu kemudian mengatakan bahwa dia akan pergi. Ini terjadi ketika dia berhasil membuat Betsy Bell putus hubungan dengan pacar sekaligus teman masa kecilnya, dan penyihir itu juga mengatakan dia akan kembali tujuh tahun kemudian.

Tahun 1828, sesuai dengan janjinya, penyihir itu hadir kembali. Kali ini dia menampakkan diri kepada John Bell Jr., putra John Bell. Dia memberi Bell Jr. sebuah penglihatan dan ramalan mengenai masa depan. Dan sebelum dia meninggalkannya lagi, penyihir ini mengatakan bahwa dia akan kembali seabad kemudian tepatnya di tahun 1935.

Tidak pernah diketahui apakah dia menepati janjinya atau tidak.

Dekat rumah keluarga Bell ada sebuah gua yang dikenal sebagai Gua Penyihir Bell. Orang-orang yang pergi ke sana bercerita melihat sosok yang aneh dan mengalami kejadian-kejadian supranatural di sekitar area itu. Sebagian percaya disinilah penyihir Bell itu tinggal ketika tidak mengganggu keluarga dan keturunannya.

Rumah Mongoloid

Gambar

Rumah Mongoloid berlokasi di Jalan Salem di pedesaan Marion, Ohio, Amerika Serikat. Merupakan sebuah rumah yang tua dan rapuh dengan hutan kayu yang berada di sekelilingnya. Konon rumah itu berhantu. Menurut urban legend yang beredar, seorang tentara veteran pada Perang Sipil yang lalu pernah tinggal di sana dan membunuh istrinya, membakar rumah itu serta menggantung dirinya sendiri di sana.

Hampir tiap orang di Marion, Ohio, pernah mendengar legenda dari Rumah Mongoloid ini. Kini rumah itu ditinggalkan begitu saja dengan banyak tulisan-tulisan grafitti di temboknya, mengatakan “Leave while you can!” (Pergi dari sini selagi kau bisa!) dan “This is hell.” (Rumah ini rumah neraka). Sesuai dengan legendanya, ada beberapa tempat dalam rumah ini pernah terjadi serangkaian pembunuhan dan akhirnya menjadi berhantu.

Kisahnya berawal dari penghuni pertama rumah itu yang merupakan veteran Perang Sipil dan istrinya. Pasangan itu tidak dapat memiliki anak, tapi kemudian istrinya tiba-tiba hamil. Sang suami kemudian curiga. Walau begitu, istrinya akhirnya dapat memberikan mereka dua anak – sepasang laki-laki dan perempuan. Sayangnya anak-anak itu memiliki cacat.

Suaminya kemudian menolak untuk mengakui itu anak-anaknya dan yakin bahwa istrinya telah berselingkuh di belakangnya. Di suatu malam, pasangan ini terlibat pertengkaran dan lelaki itu dikuasai amarahnya. Dia lalu membunuh istrinya dengan sebuah tembakan shotgun, kemudian membakar rumahnya dan menggantung dirinya di langit-langit.

Entah bagaimana, anak-anak mereka berhasil selamat dari tragedi ini dan mereka terus tinggal di rumah bekas terbakar itu, bersama jasad-jasad yang hangus dari kedua orangtuanya. Tahun-tahun berlalu, anak-anak itu tumbuh dewasa dan akhirnya memiliki anak dari hubungan mereka sendiri. Dengan hubungan sesama saudara, anak yang lahir akhirnya semakin buruk dan kian aneh.

Orang bilang, di tahun 1960an, keluarga yang tinggal di sana biasanya berwajah buruk, dengan punuk di punggung, dahi yang tinggi, kepala besar, dan tubuhnya aneh serta bermata yang juga lain dari orang biasanya. Beberapa orang mengatakan bahwa keluarga itu memiliki keterbelakangan mental atau cacat.

Remaja-remaja di sana biasanya melewati rumah itu dan menggangu keluarga itu dengan bunyi klakson mobil mereka atau menyinari lampunya langsung ke dalam rumah. Penghuni rumah itu kemudian keluar dan melempari mereka dengan batu atau memukul orang-orang yang mengganggu mereka dengan pemukul baseball.

‘Keluarga gila’ itu juga kerap bergelantungan di pohon-pohon seperti monyet atau melompat ke orang-orang yang melintas di sekitar rumah mereka. Orang bilang mereka juga biasa menembakkan senjata api ke udara atau mobil yang ada tanpa sebab. Yang lainnya mengatakan, mereka akan mengendap-endap lalu tiba-tiba muncul di depan mobilmu – menghalangi jalanmu. Jika kau keluar dari mobil, mereka lalu akan mengejar dan membunuhmu.

Kini, rumah itu telah ditinggalkan begitu saja dan tidak seorang pun yang tahu apa yang terjadi kepada keluarga itu. Katanya jika kau mengunjungi hutan kayu yang ada di samping rumah itu, kau bisa mendengar suara-suara aneh dan bau-bau menyengat yang keluar dari rumah itu. Konon rumah itu juga berhantu, dan jika kau datang ke ruang bawah tanahnya lebih dari dua sampai lima menit, kau akan mulai merasakan tangan-tangan tak kasat mata menyentuhmu.

Seorang pemuda pernah menceritakan pengalamannya tentang rumah ini.

“Saya dan kedua temanku keluar di jam 1 dinihari, dan segera berkendara di jalanan itu, kami kemudian melihat wajah seorang pria di balik rumah itu. Kami lalu keluar mobil dan berjalan mendekatinya. Kami kemudian mulai merasakan sesuatu. Saat itu 80 derajat di luar, dan kami memutuskan untuk turun ke ruang bawah tanahnya. Udaranya sangat dingin di sana, dan ada sebuah lemari es yang tak terpakai di bawah sana, tapi tiba-tiba lemari es itu menyala. Kami lalu berlari ke atas, dan menuju ke sebuah pohon yang ada di dekat sana ketika kami kemudian mendengar suara laki-laki yang menggertak, “Pergi sana!” Ketika kami sampai ke hutan kayunya, tetiba suara seorang gadis kecil menjerit dan menangis keluar entah dari mana. Kami terus mendengar suara lelaki itu, “Pergi dari sini! Pergi dari sini!” jadi kami menjauh dari rumah itu. Kami juga mendengar suara gaduh dari ladang rumah itu. Sejak itu kami beberapa kali masuk ke rumah itu, siang dan malam. Ada sesuatu di dalam sana.”

Lift Kaca

Image

Lift Kaca adalah sebuah urban legend yang mengenaskan tentang sebuah menara bernama Space Needle di Gatlinburg,Tennesee, Amerika Serikat. Konon tempat ini dihantui oleh arwah seorang pekerja yang tewas di sana dalam kecelakaan tragis beberapa tahun yang lalu. 

Gatlinburg, Tennesee terkenal dengan Space Needle-nya di mana merupakan sebuah menara observasi yang terbuat dari baja. Di sana ada dua buah lift kaca yang berfungsi mengantar pengunjung naik dan turun menara setiap harinya. Menara itu memiliki ketinggian 407 kaki dan dari puncaknya, kau bisa melihat 360 derajat pemandangan kota Gatlinburg serta Pegunungan Great Smoky.

Beberapa tahun yang lalu, menurut urban legend-nya, ada beberapa pekerja yang pernah bekerja di Space Needle. Dua orang pekerja pernah bertugas di puncak menara tersebut. Untuk menyelesaikan tugasnya, mereka harus naik dan turun melalui tangga, karena lift hanya diperuntukkan untuk pengunjung wisatawan.

Salah satu dari pekerja itu kemudian capek menggunakan tangga dan memutuskan untuk turun dengan cepat dan mudah menuju ke lantai dasar. Dia berencana untuk melompat ke atap lift ketika benda itu melaju turun dan menumpangnya hingga ke bawah. Jadi, ketika lift kaca itu mulai menurun, lelaki itu mengambil waktu yang tepat dan melompat.

Namun, ketika dia mendarat di atap liftnya, sesuatu yang tidak diduga terjadi. Kakinya terjepit di roda lift. Ketika lift itu melaju turun, dia tidak bisa melepaskan dirinya dan mesin lift perlahan menyeretnya turun – membuatnya berteriak kesakitan. Mesin itu kemudian seolah berubah menjadi mesin penggiling daging pekerja itu, menghancurkan tulangnya dan memeras darahnya keluar. Cara mati yang mengenaskan.

Para wisatawan dalam lift terheran-heran mendengar teriakan kesakitan seorang laki-laki dari atap liftnya. Darah mulai menetes turun dari samping lift dan wisatawan-wisatawan yang ada di dalamnya mulai ikut berteriak. Selama pekerja itu diseret ke bawah dengan mesin tersebut, darah beserta organnya membentuk sebuah kolam di atap lift itu dan mulai menetesi langit-langitnya, membasahi para wisatawan yang terjebak di dalamnya, mengucuri mereka dengan mengerikan.

Lift itu kemudian benar-benar berhenti di dasarnya dan para wisatawan yang terjebak dalam lift perlahan-lahan dihujani tetes demi tetes darah. Tubuh pekerja itu sudah tercincang-cincang ke beberapa bagian. Butuh sekitar tiga jam untuk mengeluarkan wisatawan-wisatawan itu dari lift berdarah tersebut. Setelahnya, tiap penumpang di dalamnya membutuhkan penanganan dan terapi selama bertahun-tahun untuk memulihkan traumanya.

Menurut legendanya, sejak kejadian mengerikan itu, lift di Space Needle Gaitlinburg di hantui oleh arwah pekerja yang kehilangan nyawanya di sana. Suatu waktu lift itu akan berhenti mendadak – tepat ketika hendak sampai di puncaknya, dan para pengunjung yang berada di dalamnya bisa mendengar jeritan-jeritan yang membangkitkan bulu kuduk. Beberapa orang juga mengaku melihat tetesan darah mengalir turun dari lift yang dindingnya terbuat dari kaca tersebut.

Hotel Garden Plaza

garden plaza

Hotel Garden Plaza di Gatlinburg, Tennessee. Amerika Serikat dikabarkan dihantui oleh hantu sepasang gadis remaja yang pernah terbunuh disana. Ketika hotel ini masih berupa penginapan.

Kedua gadis remaja itu bernama Jenny dan Tanya yang ketika itu sedang dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi nenek Tanya. Mereka lalu memutuskan beristirahat semalam dan menginap di sebuah hotel yang saat itu masih bernama Penginapan Sunspree Resort Holiday.

Setelah menyewa kamar 413, kedua gadis itu segera merapikan barangnya disana lalu pergi berbelanja kebutuhannya. Malam itu Jenny dan Tanya membutuhkan hiburan, jadi mereka berias dan menuju ke klub malam yang ada di kota itu. Setelah menghibur diri sebentar, kedua gadis ini memesan minuman dan seorang pria yang duduk disamping mereka memulai suatu percakapan yang akhirnya berlangsung akrab. Ketika malam telah berakhir di klub malam itu, kedua gadis tadi mengundang pria itu untuk datang ke hotel tempat mereka menginap.

Setelah tiba di penginapan tersebut, duduk dan mengobrol sejenak Tanya lalu kelihatan bosan. Dia lalu pergi ke kamar kecil, meninggalkan Jenny berdua dengan pria tadi di kamar. Ketika Tanya selesai kembali dari kamar kecil dan membuka pintunya, dia terkejut menemukan pria tadi sedang mencekik temannya dan dengan cepat membunuhnya.

Segera Tanya menghindar dan keluar melarikan diri secepatnya dari kamarnya. Berlari melewati koridor sambil memukul-mukul pintu yang dia lewati untuk meminta tolong. Pria itu jelas mengejarnya, yang sial bagi Tanya dia malah berlari ke lantai atas dan bukan ke bawah. Gadis itu sampai ke tingkat paling atas yang menuju atap gedung hotel dengan perasaan yang buruk dan lelah. Ketika mencoba membuka pintu keluar menuju atap, ternyata pintu itu terkunci. Dia ingin berbalik arah namun sudah terlambat, pria itu sudah dibelakangnya dan langsung mencekik lehernya hingga tewas.

Esok paginya, seorang tamu hotel yang hendak kembali kekamarnya lalu menemukan tubuh Tanya tak bernyawa lagi tergeletak di lantai. Tamu itu menyalakan alarm dan segera menghubungi polisi. Tak berapa lama, seorang pelayan yang hendak membersihkan kamar juga terkejut menemukan tubuh Jenny tewas tersungkur di lantai di kamar 413.

Kedua gadis itu adalah Jenny Stevens -yang saat itu berusia 17 tahun, dan Tanya Robert -yang berusia 16 tahun. Mereka berdua meninggal pada 29 Juli 1980. Pembunuhnya adalah Allan Wayne Hughes, dia tertangkap dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 30 tahun.

Sejak peristiwa pembunuhan itu, kamar 413 di penginapan yang kini menjadi Hotel Garden Plaza tak pernah lagi dihuni. Para tamu dan pelayan hotel banyak melaporkan kejadian-kejadian yang tak biasa dari lantai 4 hotel itu. Malamnya sering terdengar pantulan suara jejak-jejak kaki berlari sepanjang koridor, walau tak seseorang pun berada disana. Pengunjung lain juga kerap mendengar suara pekikan, jeritan, dan bantingan-bantingan dari dinding di kamar 413 padahal kamar itu tak pernah berpenghuni lagi. Pelayan hotel yang masih membersihkan kamar kecil di kamar itu pun sering mendengar bisikan-bisikan aneh ketika di ruangan itu.

Rumah Whaley

Gambar

Rumah Whaley di San Diego, California, Amerika Serikat adalah sebuah rumah hantu dengan sejarah yang kelam dan menakutkan. Kini beroperasi sebagai sebuah museum, yang memiliki reputasi sebagai salah satu rumah paling berhantu yang ada di dunia. Para pemburu hantu juga telah beberapa kali mengunjungi rumah ini selama bertahun-tahun.

Kisahnya bermula ketika Rumah Whaley ini dibangun pada tahun 1857 oleh Thomas Whaley di atas tempat penggantungan dan pemakaman untuk umum. Kematian telah terjadi beberapa kali di tempat ini dan kini menjadi rumah dari banyak hantu-hantu dan penampakannya.

Tak terhitung penggantungan terjadi di tempat itu sebelum Rumah Whaley ini dibangun. Di salah satu lantai yang berada dalam rumah itu seorang Yankee Jim Robinson pernah tergantung di sana pada tahun 1852. Yankee Jim adalah seseorang yang sangat tinggi dan ketika digantung kakinya berusaha mengais-ngais tanah yang berada dibawahnya seraya menahan jeratan yang ada dilehernya. Katanya butuh hampir sejam untuknya menghembuskan nafas terakhir.

Demi membangun rumahnya, Tuan Whaley merobohkan tempat penggantungan lama itu. Dan segera keluarga Whaley pindah ke dalam rumah tersebut. Mereka lalu mulai mendengar langkah-langkah kaki yang berat bergerak naik dan turun tangga. Tuan Whaley mengatakan itu terdengar seperti sepatu bot dari seseorang yang sangat besar. Banyak orang merasakan pengalaman seperti terjerat di leher mereka ketika berdiri di salah satu lantainya. Yang lain mengatakan melihat figur penampakan dari Yankee Jim di atas tangganya.

Anak laki-laki Whaley yang paling kecil adalah orang yang pertama meninggal di rumah ini. Dia ditemukan telah meninggal karena suatu wabah demam di kamarnya, pada tahun 1858. dan di usianya yang hanya berusia 17 bulan. Sejak itu, tangisan-tangisan tak berwujud kerap terdengar dan dilaporkan datang dari kamar yang dulunya bayi itu tempati.

Pada pertengahan tahun 1800an seorang gadis muda bernama Carrie Washburn, yang merupakan teman dari anak-anak Whaley, sedang bermain di halaman belakangnya. Dia tidak memperhatikan sekitarnya dan tak sengaja berlari ke tali jemuran yang ada di sana. Tali itu lalu melilit di lehernya dan mencekik tenggorokannya. Sepertinya dia tengah tergantung. Mayatnya lalu dibawa masuk ke dalam rumah setelah ditemukan dan ditinggalkan di atas meja dapur. Sejak itu, seorang anak perempuan yang pirang kerap terlihat berdiri di dalam dapurnya dan berlari-lari ke halamannya. Pisau pemotong daging juga biasa terlihat bergerak dengan sendirinya.

Suatu waktu, Tuan Whaley ini lalu menyewakan lantai atas dari rumah ini untuk sebuah kelompok theater. Suatu malam, seorang anggota kelompok theater ini mabuk dan menuduh teman wanitanya tidak setia kepadanya. Ketika gadis itu menyangkalnya, dia mengambil sebuah pisau dan menikamnya hingga tewas di belakang pintu.

Anak perempuan tertua dari Thomas Whaley, Violet, di tahun 1885 pernah mencoba untuk melakukan bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Dia membuang dirinya sendiri dari atap rumahnya dan jatuh di dalam sebuah sumur yang dalam yang berada di luar rumah itu. Ayahnya yang mendengar teriakannya ketika terjatuh di air lalu berlari mendekati dan menyelamatkannya.

Tiga minggu kemudian, Violet meninggal secara misterius. Katanya sebelum kematiannya dia pergi ke kamar kecil di rumah Whaley, mengambil sebuah senapan dan menembakkannya di dadanya sendiri. Namun entah bagaimana, ketika mereka menemukan mayatnya dalam kamar kecil itu, senapan itu tidak ditemukan dimanapun. Bertahun-tahun setelahnya, senjata itu ditemukan tersembunyi di bawah sebuah lempengan yang berada di lumbung di belakang rumah itu. Tak seorang pun yang tahu bagaimana benda itu bisa berada di sana.

Pada akhirnya setelah meninggal, arwah Thomas Whaley menempati rumah ini di lantai ke duanya, berpakaian jas berwarna hitam dengan topi yang bertepi luas. Orang-orang juga melihat penampakannya memandangi mereka dari atas jendela rumahnya.
Beberapa tahun yang lalu, seorang pembawa acara TV Regis Philbin mencoba menghabiskan semalam dalam rumah tersebut. Beberapa kali pada lewat tengah malam, dia bilang, dia melihat sesuatu bergerak dari ruang belajar menuju ke ruang musik, tapi ketika dia menyalakan senter untuk melihatnya, sosok itu telah menghilang.

Rumah itu kini menjadi sebuah museum sejak 1960. Pada 150 tahun usia rumah itu bisa dipastikan hanya mengalami kematian dan kesedihan yang berturut-turut. Para pengunjung secara berulang-ulang melaporkan melihat penampakan hantu seseorang tergantung, pemilik rumah yang dulu, dan seorang gadis muda gentayangan di ruangan-ruangan yang ada dalam rumah tersebut. Orang-orang bepergian dari jauh untuk melihat bangunan yang bersejarah ini dan misteri yang tersimpan di dalamnya.