Cuckoo

Gambar

Cuckoo adalah sebuah cerita menyeramkan dari Korea tentang seseorang yang mengalami kelainan jiwa yang suka menyerang gadis-gadis di jalan yang sunyi dan gelap. Urban legend Cuckoo mulai tersebar dengan cepat di seluruh Korea beberapa tahun lalu.
Menurut rumor yang terdengar dari sekitar pelataran sekolah-sekolah, ada seorang yang gila yang mereka sebut dengan nama Mr. Cuckoo atau The Cuckoo Man. Kabarnya dia suka mengendap-endap di lorong atau di jalan-jalan kecil, bersembunyi menunggu korbannya.

Ketika sekelompok gadis-gadis belia melewati suatu jalan, mereka mendengar suara yang berbunyi, “Cuckoo! Cuckoo!”, ketika mereka berbalik untuk melihat apa itu, seorang pria langsung menyerang mereka tanpa basa-basi dengan kekerasan yang sangat brutal. Beberapa orang mengatakan dia membawa pemukul baseball dan sebagian lagi mengatakan itu adalah kapak yang dibawanya.

Beberapa saksi melaporkan bahwa banyak gadis-gadis di Korea yang diserang oleh pria gila ini dan beberapa bahkan terbunuh. Pada suatu kejadian, sekitar 20 sampai 30 siswi-siswi sekolah ketika itu sedang berjalan di salah satu jalan, seorang pria tiba-tiba muncul melangkah keluar dari bayangannya dan mulai memukul-mukuli mereka dengan pentungan seolah dia bermain permainan ‘Pukul-pukul Lalat’. Sebelum polisi tiba di tempat kejadian, pria yang tidak dikenali itu telah melarikan diri dan meninggalkan lima orang gadis terkapar.

Mereka bilang jika kamu berjalan di jalan yang sunyi dan mendengar seseorang bersuara “Cuckoo! Cuckoo!” kamu harus menjawab panggilan tersebut dengan “Cuckoo! Cuckoo!” dan larilah untuk menyelamatkan diri.

Menurut cerita yang ada, Mr. Cuckoo dulunya merupakan seseorang yang menderita suatu gangguan kejiwaan. Dia lalu dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan menjadi pasien disana. Ketika sedang dirawat disana, dia menyerang seorang pasien wanita yang memukulnya tanpa alasan dan menyisakan bekas luka parut selama hidupnya. Setelah dia sembuh, dia kemudian menyimpan rasa kebencian yang mendalam terhadap wanita.

Segera setelah itu, manusia Cuckoo ini melarikan diri dari rumah sakit jiwa tersebut dan tak pernah ditemukan lagi. Orang-orang yang bertanggungjawab di rumah sakit itu tak pernah dapat menelusuri jejak pelariannya dan setelah beberapa lama mencari, mereka pun menyerah mencari pria itu.

Kini, pria itu masih dalam pelariannya dan tetap mengintai di jalan-jalan yang sepi, mengincar gadis-gadis muda untuk diserang. Anak-anak yang telah melihat Mr. Cuckoo menggambarkannya berusia di awal 30an, bertubuh sangat tinggi dan besar, dan mengenakan topi kecil berwarna hitam.

Legenda mengatakan manusia Cuckoo akan sesekali keluar menanyakanmu pertanyaan yang tidak dimengerti seperti, “Apakah Mr. Cuckoo cuckoo?” atau “Apa kamu tahu Cuckoo?”. Jika kamu tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang dia berikan atau sama sekali tidak menjawabnya, dia akan segera menyerangmu. Satu-satunya hal yang sebaiknya kamu lakukan adalah dengan mengatakan “Ya” pada apapun yang ditanyakannya dan segeralah melarikan diri.

Advertisements

Kacamata Hitam

Kacamata Hitam merupakan cerita menakutkan dari Korea, tentang penampakan seorang wanita di suatu malam di atas jembatan yang ada di sana.

Gambar

Sebuah jembatan di sebuah kota di Korea, memiliki peron atau tempat duduk di tengah-tengahnya. Pada suatu tengah malam, seorang wanita terlihat di atas peron itu. Dia mengenakan sebuah syal yang melambai-lambai di udara dan juga memakai kacamata hitam.

Saat itu sekitar jam 3 dinihari, seorang pria melintas di sana dengan mobilnya. Karena sudah pukul tiga dinihari, tidak banyak kendaraan yang lewat di sana. Tanpa sengaja, pria itu melihat wanita dengan syal dan kacamatanya itu. Penasaran apa yang dilakukan wanita di tengah malam begini di tengah jembatan, pria itu menghentikan mobilnya dan turun untuk menghampirinya.

Ketika pria itu menyapa wanita yang membelakanginya itu, dia tidak mendapatkan jawaban. Wanita itu hanya diam di atas peron jembatan itu. Berjalan pelan-pelan mendekatinya, pria itu akhirnya tiba di hadapan wanita itu. Namun, seketika pria itu bergidik ketakutan dan jatuh ke tanah. Masih menatap wajah wanita itu, pria itu tidak bisa mengatakan apa-apa selain membalikkan badannya dan pergi melarikan diri dengan mobilnya.

Apa yang dilihatnya sebagai kacamata hitam, bukanlah demikian. Wanita itu tidak memiliki kedua bola mata dan hanya menyisakan rongga kosong yang hitam di wajahnya. Konon wanita itu masih sering terlihat di atas jembatan tersebut, seperti menunggu seseorang untuk menghampirinya atau bermaksud baik, namun pada akhirnya memberinya teror yang tak pernah diduga sebelumnya.

Rumah Sakit Jiwa Gonjiam

Gambar

Di sebuah kota kecil Gwangju, di tenggara Seoul, Korea Selatan, berdiri sebuah rumah sakit jiwa Gongjiam yang terbengkalai. Kini dengan kondisi kosong berdindingkan tembok penuh noda serta pintu-pintu rusak dan jendela-jendela yang pecah, lokasi ini merupakan salah satu tempat paling berhantu di Korea.

Bangunan ini tampak seperti sudah lama ditinggalkan tapi nyatanya tempat itu dibiarkan demikian, baru pada akhir tahun 1990an. Walau berbagai alasan yang muncul atas tutupnya tempat ini, cerita paling terkenal adalah kisah para pasien dan perawat ditemukan meninggal secara misterius di ruangannya masing-masing atau di depan meja dalam kantor mereka. Keluarga pasien juga tidak memberi penjelasan yang cukup masuk akal bagaimana anggota keluarga mereka meninggal. Orang-orang mulai membicarakannya, dan segera rumor akhirnya berkembang.

Cerita tentang seorang dokter gila muncul di beberapa forum dan situs-situs di internet di Korea Selatan, yang menceritakan bahwa dia melakukan sebuah eksperimen tersembunyi. Walau begitu, tidak ada yang bisa membuktikan apakah dokter gila itulah yang sudah membunuh para pasien dan perawat demi eksperimennya.

Ada juga cerita lain bahwa rumah sakit tersebut sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, dan karena membutuhkan biaya yang amat besar untuk menutupi biaya pemindahan para pasien dan perawat itu ke tempat lain, maka pemiliknya memilih untuk membunuh mereka semua.

Orang-orang berdebat alasan apa yang tepat atas tutupnya tempat tersebut, tapi kebanyakan dari mereka sepakat bahwa rumah sakit jiwa itu menyimpan banyak kesedihan, dan tidak diragukan lagi banyak terjadi kekerasan atas manusia-manusia yang berada di dalamnya. Rumah sakit jiwa, di manapun tempatnya, umumnya merupakan tempat yang tidak digubris, tidak cukup dana, dan tempat di mana orang-orang menderita. Sebuah tempat di mana orang-orang tidak cocok lagi dengan kehidupan sosial yang normal, sebuah tempat yang memang harus dilupakan.

Orang-orang yang mengunjungi bangunan rumah sakit ini bisa melihat bagaimana tempat ini ditinggalkan dalam keadaan tergesa-gesa. Tempat-tempat tidur, meja-meja, dan beberapa barang pasien masih berada dalam ruangannya. Ruang-ruang pengujian dokter masih menyimpan jas putih dokter yang berdebu, kursi-kursi uji yang rapuh, dan sebagian kertas kerja. Milik-milik pribadi pasien juga masih dapat ditemukan; permainan, buku-buku, bingkai foto masih berada di tempatnya, bahkan di sebuah papan tulis, sebuah tulisan meminta semua orang untuk bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut.

Orang-orang yang tinggal di sekitar tempat ini beranggapan bukan hal yang mudah juga jika harus masuk ke dalamnya, apalagi mereka mungkin mengetahui apa yang terjadi di balik tembok rumah sakit ini. Beberapa orang yang hendak masuk juga mengatakan bahwa pintu-pintu dan jendelanya terlapisi dengan besi-besi palang sehingga cukup sulit untuk memasukinya. Dan jika pada akhirnya kau dapat memasukinya, kau akan menemukan sebuah tempat di mana cahaya matahari di siang hari tidak bersinar di tempat itu. Ruangan-ruangan utama dan beberapa koridor terlihat temaram dengan kegelapan yang hampir menyelimuti ketika melintas di sana, cukup berharap agar tidak ada yang mengendap-endap dalam bayanganmu.

Tempat ini merupakan salah satu tempat yang paling berhantu bukan tanpa alasan – segala macam kejadian paranormal katanya juga terjadi di rumah sakit ini. Banyak orang akhirnya berteriak sejadi-jadinya ketika berada di dalamnya, berhamburan keluar jendela, merasa sakit di beberapa bagian kulit mereka, dan terluka – tercakar-cakar dan berdarah. Entah apakah itu karena kuku-kuku tajam yang tak kasat mata dari hantu para pasien, atau pecahan-pecahan kaca yang mereka lewati ketika berada di ruangan dan koridornya.

Bayangan-bayangan, suara-suara, jeritan dan rintihan juga sering terdengar seperti masa-masa para pasien dan perawat mengisi hari-harinya di Rumah Sakit Jiwa Gojiam.

The Last Dance

Ada 2 orang ballerina yang berteman baik bernama Ji Hyun dan Yoo Na. Ji Hyun selalu berada di posisi pertama dan juara di setiap kompetisi ballerina yang ada, dan Yoo Na selalu berakhir dibawahnya, juara kedua.

the last dance

Suatu hari mereka bersaing dalam kompetisi ballerina lainnya dan Yoo Na yang selalu berada dibawah Ji Hyun berencana untuk membunuh sahabatnya sendiri sekaligus rival beratnya, Ji Hyun. Jadi dia mempersiapkan rencana busuknya untuk meracuni Ji Hyun. Beberapa hari sebelum kompetisi dimulai, setelah Ji Hyun ditemukan tewas dalam kamarnya dan diduga bunuh diri, Yoo Na lalu menyebarkan cerita bahwa Ji Hyun mungkin tertekan dengan kompetisi tersebut dan memutuskan untuk menenggak racun. Orang-orang percaya dengan cerita Yoo Na karena mereka merupakan teman yang akrab.

Segera setelah kematian Ji Hyun, Yoo Na kini selalu memenangkan tiap kompetisi yang ada dan menjadi ballerina nomor satu. Suatu waktu ketika Yoo Na tengah dalam perjalanan menuju ke kompetisi lainnya, tiba-tiba mobilnya tertabrak dan dia mengalami koma di rumah sakit.

Setelah beberapa lama dia koma, suatu hari orangtua Yoo Na datang membesuknya di rumah sakit dan terkejut ketika menemukan Yoo Na tengah menari di kamarnya. Senang melihat putrinya sudah sadar dan bahkan sudah bisa menari, ayah Yoo Na diam-diam mengambil beberapa gambar gadis itu sebelum masuk ke ruangannya.

Namun ternyata, Yoo Na belum sepenuhnya sembuh, dia hanya sebentar saja sadar lalu jatuh kembali dalam kondisi koma, kali ini nyawa gadis itu tidak terselamatkan lagi. Orangtuanya sangat sedih ketika melihat putri kesayangannya itu untuk terakhir kalinya sebelum dia dikuburkan.

Lima tahun kemudian, ibu Yoo Na tengah membereskan barang-barang Yoo Na dari kamarnya yang dulu ketika dia menemukan sebuah kamera tuanya dan sadar bahwa ada beberapa foto yang belum dicetaknya setelah mengambil gambar putrinya di saat mereka pergi ke rumah sakit. Dia kemudian mencetak gambar itu dan ketika dia melihat hasilnya, ibunya tidak sadarkan diri. Ayahnya lalu mengambil gambar itu dan melihat dengan terkejut arwah Ji Hyun menggenggam tangan dan rambut Yoo Na hingga membuatnya bisa menari.

The Ballerina

Gambar

Ada sebuah universitas di Korea yang dikenal dihantui oleh seorang ballerina yang bunuh diri disana karena kecewa dengan kakinya yang lumpuh sehingga dia tak bisa lagi menari.

Selama bertahun-tahun beberapa penampakan dan kejadian-kejadian yang mengganggu terus terjadi sehingga universitas tersebut menjadi sepi peminat karena para siswa tidak ingin masuk ke universitas berhantu itu.

Saat itu ada ketua persatuan para siswa yang merupakan seorang wanita muda dengan pikiran terbuka, dan juga merupakan seorang ballerina yang handal. Dia tidak percaya dengan adanya hantu dan tidak rela melihat popularitas universitasnya perlahan-lahan ambruk, jadi dia mengumumkan kepada publik bahwa dia akan menghabiskan semalam di universitas itu untuk menunjukkan bahwa tempat itu baik-baik saja dan tidak dihantui.

Malam itu juga dia dengan beraninya berjalan di sekitar kampus dengan hanya membawa sebuah senter. Walau begitu, ada rasa takut juga ketika pertama kali membuka pintu ruangan universitas itu yang bagi banyak orang tidak ingin membukanya karena itu merupakan tempat dimana ballerina tersebut bunuh diri. Baru saja hendak menyentuh gagang pintunya, hawa dingin menyelimutinya, bulu kuduknya bergidik, membuat ketakutannya semakin menjadi-jadi. Namun, dia berusaha untuk tidak menggubris pikirannya, dengan mengumpulkan tekadnya dia membuka pintu itu.

Tidak ada apa-apa, ruangan itu kosong, tak ada hantu, dan tak ada penampakan yang menakutkan.

Dia menghela nafasnya, mengeluarkan segala tekanan yang tadinya terkurung dalam pikirannya. Percaya dirinya kemudian muncul kembali dan dia mulai menertawakan dirinya ketika menyadari bahwa pikirannyalah yang membuatnya ketakutan.

Dia lalu melangkah untuk melihat-lihat ruangan ini, ruangan tersebut sangat bersih dan luas. Udara dingin membuatnya sedikit menggigil, jadi dia menarik sweaternya lebih ketat lagi. Dia berusaha menghangatkan tangannya yang dingin dengan saling menggosokkan telapaknya dan menghela nafas yang panjang, terlihat udara putih keluar dari mulutnya.

Berjalan disekeliling dia kemudian terkejut melihat penampakan seorang wanita berdiri diujung ruangan itu, agak jauh darinya. Jantungnya hampir keluar ketika itu. Dia menutup matanya dengan tangan, wanita itu masih disana, jadi dia ketakutan dan mundur beberapa langkah. Sosok itu pun makin menjauh darinya. Ketika dia bergerak ke kiri, bayangan itu pun mengikutinya ke kiri.

Dia tersenyum sendiri, gadis bodoh itu hanyalah cermin, ujarnya dalam hati. Dia lalu maju lebih dekat, dan melihat betapa kotornya cermin itu. Dia menyentuhnya untuk memastikan bahwa itu benar-benar cermin. Ada rasa dingin yang menyelimutinya. Dia menyadari bahwa rambutnya agak sedikit berantakan, dia menatanya sedikit dan meluruskannya ke bawah.

Bosan harus tinggal disana semalaman dia memutuskan untuk melakukan latihan menarinya. Dengan tenangnya, dia mulai berputar-putar dan menari, melompat ke udara, entah bagaimana gerakannya bisa begitu luwes ketika melihat pantulan dirinya di cermin itu, dia pun merasa bahwa suatu hari dirinya bisa menjadi seorang ballerina yang terbaik di dunia.

Berjam-jam berlalu dia tetap menari di sisa malam itu hingga dia melihat cahaya matahari mulai terbit dan menembus tirai-tirai jendelanya. Dia berhenti, merapikan penampilannya di cermin dan kemudian meninggalkan ruangan itu bersiap memberitahu orang-orang apa yang dialaminya semalam.

Pagi menjelang dan teman kampusnya lalu menyelamatinya dan mengatakan bahwa dia adalah orang yang paling berani yang pernah mereka punya. Dia menerima pujian itu, dan bangga telah mementahkan semua yang ada dalam cerita-cerita hantu tentang universitas itu.

Mereka lalu bertanya apakah dia pergi ke ruangan dimana gadis itu pernah bunuh diri. “Ya.”, katanya, “Tidak hanya itu saya juga tinggal beberapa jam disana dan tak ada sesuatu yang ganjil terjadi padaku.”

“Wow, benarkah?” mereka takjub mendengar itu.

“Ya.” katanya lagi, “Saya tidak takut sama sekali, sesungguhnya saya menjadi bosan jadi saya berlatih tarianku didepan cermin untuk beberapa jam disana.”

Seorang petugas kebersihan lalu tiba-tiba berbicara dari belakangnya.

“Apa maksudmu mengatakan kau berlatih di depan cermin? Maafkan aku nona, tapi ruangan itu tak memiliki cermin.”