Villa Nabila

Villa Nabila merupakan salah satu tempat yang menjadi urban legend di negara Malaysia. Bangunan yang dulunya mewah ini telah di tinggalkan tak terurus dan tak berpenghuni selama puluhan tahun. Sejak ditinggalkan begitu saja, banyak kisah-kisah misteri yang muncul di sekitarnya.

Gambar

Villa Nabila memiliki berbagai macam kisah yang melatarbelakangi keberadaan cerita hantu di rumah tersebut, walau beberapa diragukan kebenarannya. Salah satunya, menurut cerita yang beredar dahulu villa itu merupakan milik sekeluarga yang hidup dengan kekayaan yang cukup melimpah. Suami istri pemilik villa ini memiliki seorang putri yang sangat disayangi bernama Nabila. Sangat mencintai putri mereka satu-satunya hingga menamakan villa tersebut dengan nama putrinya, Villa Nabila. Namun entah bagaimana di suatu waktu, suami istri yang merupakan orangtua Nabila ini meninggal dunia dan tinggallah Nabila yang tinggal di rumah tersebut bersama para pembantunya. Karena orangtuanya sudah meninggal, maka Nabila lah satu-satunya pewaris kekayaan dari keluarga ini. Namun tragedi tersebut tidak sampai disana, para pembantunya dikabarkan ingin menguasai kekayaan yang dimiliki Nabila sehingga mereka membunuhnya. Setelah berhasil membunuh Nabila, mayat Nabila mereka tanam di dinding rumah tersebut dan melapisinya dengan semen. Para pembantunya segera kabur setelah membawa hampir seluruh kekayaan keluarga itu.

Cerita berikut adalah versi lainnya, Villa Nabila dimiliki oleh suami istri yang sangat kaya dan mereka hidup bahagia disana bersama seorang putrinya. Namun, suatu hari rumah mereka dimasuki oleh kawanan perampok dan membunuh seluruh yang tinggal di rumah itu. Di beberapa cerita juga diceritakan sebelum dibunuh, Nabila, putri mereka diperkosa oleh para perampok dan menguburkan mayatnya di dinding rumah tersebut. Sejak itu, Villa Nabila ditinggalkan kosong begitu saja tanpa pemilik.

Cerita lain lagi, diceritakan bahwa suatu waktu ayah Nabila tidak bisa menguasai kemarahannya, mengamuk dan akhirnya menembak mati seluruh penghuni yang berada dalam rumah tersebut. Setelah itu, dia juga membunuh dirinya sendiri.

Cerita yang paling mendekati dengan sejarah urban legend Villa Nabila adalah dua cerita yang terakhir ini. Cerita yang pertama menceritakan bahwa villa ini sebenarnya bernama Christine Palace. Nama christine diambil dari nama istri seorang pengusaha yang berasal dari Barat. Dikatakan sebelum tinggal di villa tersebut, pengusaha ini telah berjanji kepada enam orang saudara-saudaranya untuk membagikan tanah milik keluarganya yang berada di negara asalnya. Namun setelah mendapat hak waris dari tanah itu, pengusaha ini mengingkari janjinya, yang pada akhirnya membuat saudara-saudaranya menjadi marah. Untuk menyelesaikan masalah ini, saudara-saudaranya lalu mengutus dua orang wakilnya untuk mendiskusikan perihal pembagian tanah tersebut. Entah apa yang terjadi, kedua orang yang diutus itu lalu menjadi marah dan membunuh anak dari pengusaha itu. Walau begitu, pengusaha itu tetap tidak ingin memberikan tanah itu sehingga memaksa utusan itu untuk membunuh istrinya dan pada akhirnya membunuh pengusaha tamak itu juga. Sejak itu, Christine Palace ditinggalkan tanpa penghuni hingga kurang lebih 70 tahun sampai sekarang.

Namun ada juga yang menceritakan bahwa dahulu sebenarnya rumah ini dimiliki oleh seorang Dato’ (Datuk-gelar yang diberikan untuk seseorang yang dianggap terpandang) yang berketurunan China. Namun entah apa penyebabnya, status atau gelar beliau dilucuti dan dia tidak lagi menetap di rumah tersebut. Rumahnya itu hanya dijadikan tempat berlibur atau beristirahat bersama keluarganya sewaktu-waktu, yang lama kelamaan tidak dihiraukan lagi oleh mereka sehingga ditinggalkan begitu saja.

Cerita-cerita terakhir bisa jadi benar terjadi, karena menurut warga sekitar yang pernah ke jalan Strait View dimana lokasi villa itu berada, disana terdapat pintu gerbang yang bertuliskan Christine Palace terletak di kaki bukitnya. Menurut orang-orang tua yang hidup pada tahun 1960an, rumah itu memang sangat megah pada masa itu. Kemudian pada tahun 1980an, bangunan itu menjadi terkenal dan sering dikunjungi oleh orang-orang. Barulah memasuki tahun 1990an, bangunan tersebut mulai ditinggalkan kosong bersamaan dengan cerita-cerita hantu yang mulai beredar diantara pengunjungnya. Cerita-cerita hantu bersama legendanya diceritakan dari mulut ke mulut dan kadang ditambahi atau dikurangi, hal inilah yang menyebabkan sehingga tidak bisa diketahui lagi cerita mana yang sebenarnya dan memunculkan berbagai versi dari urban legend Villa Nabila.

Terlepas dari bermacam-macamnya kisah yang melatarbelakangi Villa Nabila, yang menyeramkan justru terjadi setelahnya. Berbagai pengalaman mistis dialami dan diceritakan oleh orang-orang yang pernah masuk kesana, seperti yang diceritakan oleh salah seorang pemuda yang ketika itu bersama teman-temannya ingin mencoba merasakan situasi dirumah tersebut. Mereka memang suka menantang nyali mereka dengan mengunjungi tempat-tempat yang bagi sebagian orang mengatakannya berhantu. Maka tibalah mereka di Villa Nabila, saat itu mereka yang berjumlah delapan orang memasuki rumah tersebut untuk menguji nyali mereka. Namun ketika sudah berkeliling didalamnya, mereka hilang satu demi satu, tidak saling melihat satu sama lain, masing-masing tersesat seorang diri. Setelah menyadari dirinya tinggal seorang diri, pemuda tadi pergi ke seluruh ruangan untuk mencari teman-temannya, namun tak menemukan satu pun dari mereka. Nanti baru beberapa saat lamanya, masing-masing dari mereka keluar satu per satu dari ruangan-ruangan yang ternyata saling berdekatan satu sama lain, padahal tadinya sudah dimasuki oleh pemuda tersebut. Pemuda tersebut juga menambahkan sebelum menghilang, jumlah mereka seperti bertambah seorang dari pertama mereka masuk berdelapan.

Beberapa cerita hadir dalam bentuk penampakan-penampakan yang tertangkap kamera dengan situasi diluar villa yang mencekam. Pada beberapa foto atau gambar yang diambil di luar villa tersebut, beberapa penampakan hadir di jendela-jendelanya, walaupun hanya samar-samar terlihat seperti sosok seseorang sedang memandang keluar jendela. Gambar-gambar dan cerita-cerita itulah yang kian mengukuhkan Villa Nabila menjadi salah satu tempat paling berhantu yang dimiliki Malaysia.

Advertisements

Nenek Kebayan

Nenek Kebayan merupakan urban legend menakutkan dari Malaysia yang merupakan sosok nenek yang suka menakut-nakuti anak kecil.

Gambar

Nenek Kebayan di percaya merupakan makhluk halus yang suka tinggal di rumah-rumah tua atau di tempat-tempat yang jarang ditempati. Salah satunya di langit-langit rumah diantara plafon dan atapnya. Sosok Nenek Kebayan merupakan wanita tua yang sangat renta dengan rambut yang acak-acakan dan semuanya telah berwarna putih karena uban, kulitnya keriput dan menggelambir dimana-mana, memiliki mata yang menakutkan berwarna merah, serta sering terlihat mengenakan pakaian tidur yang panjang berwarna putih dan tampak lusuh sekali.
Diceritakan bahwa Nenek Kebayan suatu waktu akan tinggal di langit-langit rumahmu yang jarang dibersihkan. Dia akan menetap disana hingga beberapa lama. Ketika kamu belum tertidur dia akan mengintip dari celah-celah plafon kamar tidurmu dan pada tengah malamnya, Nenek Kebayan akan turun dari tempatnya untuk berkeliling di dalam rumah dan masuk ke dalam kamarmu. Jika kamu telah tertidur maka pastikan kamu jangan sampai terbangun, jangan juga berpura-pura tidur karena dia akan tahu. Jika kamu berpura-pura menutup mata, Nenek Kebayan akan memperhatikan dan mulai mendekatimu, dia akan duduk di sampingmu dan naik ke atas ranjangmu, setelah itu dia akan berbaring tepat di sisimu dan wajahnya akan memandang wajahmu dari dekat, memperhatikan atau menunggu matamu terbuka. Jika kamu membuka matamu, dia akan melompat dan berteriak sepanjang malam dengan suaranya yang mengerikan.

Di Malaysia, Nenek Kebayan memiliki banyak cerita yang bermacam-macam. Ada juga yang mengatakan nenek ini merupakan makhluk halus yang tinggal di pegunungan, mereka biasa menyebutnya “Hantu Nenek Tua”. Kabarnya Nenek Kebayan ini pada siang harinya, akan berubah wujud menjadi seorang nenek-nenek yang sangat tua dan jelek dengan rambut putihnya yang panjang, punggungnya membungkuk ke depan dan berjalan menggunakan sebuah tongkat. Namun pada malam harinya, Nenek Kebayan akan berubah lagi menjadi seorang wanita muda yang cantik. Orang-orang juga mengatakan Nenek Kebayan ini suka menyanyikan lagu kesukaannya ketika dia menampakkan diri.

“Katil 1 dah tido..katil 2 dah tido..katil 3 belom tido lagi.. Kenapa cu tak tido lagi..cu jangan tipu..nenek tau cu tak tido lagi..”

Setelah mendengar nyanyian itu, maka tak lama kamu akan terdengar suara langkah-langkah kaki berjalan. Makin lama makin dekat denganmu. Bila sudah dekat, suara langkah itu akan hilang dan berhenti. Dan ketika kamu membuka mata, maka kamu sudah tak dikamarmu lagi. Namun ditempat lain, banyak orang mengatakan Nenek Kebayan akan membawamu ke bawah pohon yang lebat.

Di beberapa kesempatan, Nenek Kebayan juga diceritakan merupakan pesan dari dunia gaib. Jika Nenek Kebayan menyukaimu, dia akan memberimu beberapa persembahan seperti keris, batu sakti, cincin, dan lain-lain. Banyak orang bersumpah telah menerima langsung persembahan itu.

Adapun permainan rakyat yang sering dimainkan oleh anak-anak kecil di Malaysia yang bernama “Nenek Kebayan mencari cucu”. Permainan ini biasa dimainkan di luar rumah oleh beberapa orang. Untuk memainkannya, kamu membutuhkan sebuah sapu tangan untuk menutup mata dan sebuah tongkat untuk berjalan.

Untuk memainkannya, kalian harus mengundi untuk menetapkan siapa yang akan menjadi neneknya. Yang kalah dalam pemilihan itu akan dinobatkan menjadi “Nenek Kebayan” yang akan mencari dimana cucunya.

Sapu tangan yang tadi sudah disiapkan akan digunakan untuk menutup mata “Nenek Kebayan”, dan sebuah tongkat diberikan kepadanya untuk menuntun jalan. Setelah itu, ada dua lagu yang harus dinyanyikan.

“Nenek, nenek, si bongkok tiga.
Siang mengantuk, malam berjaga.
Mencari cucu dimana berada.
Nenek kahwin dengan anak raja”

Ketika yang menjadi cucu telah selesai menyanyikannya, kini “Nenek Kebayan” yang mulai bernyanyi.

“Cucu, cucu tak dapat lari.
Nenek tua banyak sakti.
Sekarang nenek nak cari ganti.
Siapa yang kena, dia menjadi.”

Ketika Nenek Kebayan selesai menyanyikannya, “cucu-cucu”nya akan berdiam dalam posisi jongkok. “Nenek Kebayan” yang tidak mengetahui dimana mereka berada akan mencoba mencari dan menyentuh mereka. Ketika nenek itu menangkap satu dari “cucu-cucu”nya, dia harus menebaknya dengan benar. Jika tebakannya benar, “cucu” yang tertangkap akan menggantikannya sebagai “Nenek Kebayan”. Jika tebakannya salah, “Nenek Kebayan” akan mengulangi permainannya.

Orang Minyak

Orang Minyak adalah makhluk supranatural dan urban legend yang berasal dari Malaysia. Cerita rakyat ini konon menyerang wanita muda, atau yang belum menikah pada tengah malam saat mereka terlelap. Karena perjanjian yang dilakukannya dengan iblis, maka tubuh Orang Minyak menjadi hitam dan mengkilap oleh minyak.

Gambar

Orang Minyak sejatinya seorang manusia yang mempelajari ilmu hitam dan mengadakan kesepakatan dengan iblis. Pada malamnya, dia akan menyelinap ke kamar gadis-gadis dan menyerangnya ketika mereka telah tidur. Sosok Orang Minyak digambarkan berkepala plontos dan kedua matanya berwarna merah. Dia biasanya muncul tanpa pakaian sama sekali, dan seluruh tubuhnya tertutup dengan minyak hitam yang membuatnya mengkilap.

Menurut legendanya, Orang Minyak adalah seorang lelaki yang tinggal di sebuah desa kecil di Malaysia. Lelaki ini cacat dengan wajah yang buruk rupa dan tubuh yang ditumbuhi punuk di punggungnya. Karena fisiknya yang sedemikian rupa, orang-orang di desanya selalu mengejeknya dan memperlakukannya semena-mena. Orang-orang biasa memukul atau mengumpatnya, dan para wanita enggan dekat dengannya.

Lelaki cacat ini kemudian jatuh cinta pada seorang gadis yang tingal di desa itu, tapi dia percaya dirinya tidak akan pernah mendapatkan cinta dari gadis itu. Dikendalikan amarah dan rasa frustasinya, lelaki ini mulai mendalami ilmu hitam dan melakukan ritual-ritualnya. Dia kemudian mengadakan perjanjian dengan iblis jika dapat mengubah penampilannya menjadi seorang lelaki yang tampan. Bagaimana pun, ada harga yang mesti dibayar. Dia kemudian dikutuk menjadi Orang Minyak ketika malam tiba dan harus menyerang wanita-wanita muda atau tidak menikah, sebagai persembahan pada Iblis.

Di langit malam yang gelap, Orang Minyak menyusupi kamar-kamar tidur gadis dan berdiri di atas ranjangnya, memperhatikan mereka yang tengah tertidur. Ketika gadis itu terbangun, dia akan melihat sosok hitam dengan kedua mata yang menatapnya dengan pandangan tajam. Gadis itu kemudian merasa terikat, tidak berdaya untuk bergerak atau menjerit. Orang Minyak lalu akan menyerang dan meyakinkan gadis itu bahwa ini bukanlah dalam mimpinya melainkan kenyataan. Setelah itu, dia akan meninggalkan tanda hitam di jidat gadis itu dan pergi ke kegelapan malam. Ketika gadis itu terbangun di pagi hari, dia akan menemukan minyak yang berwarna hitam di sekeliling kain seprainya.

Katanya Orang Minyak hampir tidak mungkin untuk ditangkap. Minyak yang ada di tubuhnya membuat dirinya sulit terlihat di malam hari dan membuatnya sangat licin ketika orang-orang berusaha menangkapnya. Dia juga sangat kuat dan lincah karena bisa memanjat tembok dan melompat dari atap ke atap dengan mudahnya. Karena memiliki ilmu hitam, dia juga bisa berjalan di tembok dan menghilang ke udara. Beberapa orang bilang dia bahkan bisa menjadi tak terlihat, menyelinap ke ruangan-ruangan yang sempit dan melewati pintu yang terkunci.

Beberapa wanita terutama gadis-gadis di Malaysia melindungi diri mereka dengan memakai pakaian bekas keringat laki-laki di tubuh mereka. Mereka mengenakan pakaian itu ketika hendak tidur, berharap memperdaya Orang Minyak yang berpikir mereka adalah laki-laki dan akhirnya akan meninggalkan mereka.

Cara lain untuk melindungi diri dari Orang Minyak adalah menabur daun dari jantung pisang dan dedaunan lainnya di sekitar kamarmu. Hal ini diyakini bisa memerangkap Orang Minyak dan ketika kau melemparkan kain batik padanya, kemampuan Orang Minyak akan melemah dan semakin lemah. Kemudian jika kau menggigit ibu jarinya, Orang Minyak akan mati.

Kau juga bisa membunuhnya dengan menghantam tubuhnya dengan daun-daun yang berbunga. Orang Minyak juga takut dengan hujan karena air bisa membuatnya terlihat, selain itu cermin juga salah satu barang yang paling dihindarinya.

Kapan pun ada penampakan Orang Minyak di sebuah desa, orang-orang setempat akan mempersenjatai diri mereka dengan tongkat-tongkat kayu, senjata tajam atau kampak dan mengelilingi daerah mereka untuk melindungi anak gadisnya. Yang lainnya akan tinggal di dalam rumah, tidur dengan lampu yang menyala dan berdoa untuk melindungi mereka dari roh jahat yang mengancam.

KumKum

KumKum adalah sebutan untuk hantu dari cerita rakyat Malaysia. Hantu itu di gambarkan bersosok wanita tua yang pergi dari suatu rumah ke rumah yang lainnya, mencari gadis-gadis muda. Dengan meminum darah mereka, hantu itu berharap bisa memulihkan kecantikannya dan awet muda.

Gambar

Hantu KumKum telah meneror orang-orang di Malaysia selama beberapa dekade dengan rasa laparnya yang tak terpuaskan terhadap darah gadis-gadis muda. Hantu ini adalah wanita tua yang buruk rupa yang mengenakan kerudung atau Jilbab panjang dan menjuntai untuk menutupi wajahnya yang menyeramkan. Dia sering berjalan dari rumah ke rumah, mengetuk pintu dalam mencari korbannya. Karena wajahnya yang sangat jelek dengan bentuk yang aneh, dia tidak bisa mengucapkan salam tradisional umat Muslim “As-salam-alaykum” dengan baik. Jadi yang terdengarnya hanyalah “KumKum”.

Konon hantu KumKum semasa hidupnya merupakan wanita yang sangat cantik, tapi tidak pernah puas dengan penampilannya. Ketika dia bertambah tua dan kecantikannya mulai memudar, dia berusaha mencari jalan untuk mengembalikan kecantikannya.

Dia kemudian berkonsultasi dengan Bomoh – Dukun dalam istilah orang Malaysia, yang mengatakan padanya untuk melakukan ritual ilmu hitam. Dengan itu, memungkinkan dia untuk tampil cantik selamanya. Dukun itu kemudian memberinya sebuah ramuan untuk diminum dan menyuruhnya untuk tidak melihat bayangannya sendiri di dalam cermin selama 30 hari lamanya.

Namun, wanita itu merasa tersiksa dengan keingintahuannya. Tiap kali dia menyentuh wajahnya, kulitnya terasa semakin halus dan keriput-keriput mulai menghilang. Tiap orang yang bertemu dengannya,  selalu mengatakan bagaimana rupawan penampilannya. Ketika tiba hari ke 29, puja-puji itu tampaknya terlalu banyak sehingga wanita ini melanggar janjinya. Sedikit-sedikit, dia mengintip bayangan dirinya di dalam cermin.

Cermin itu kemudian pecah begitu juga wanita malang itu. Kulitnya melepuh dan wajahnya mulai berubah. Dia kemudian menjadi sosok yang menyeramkan dan buruk rupa.

Dalam keputusasaannya, wanita buruk rupa ini kembali ke dukun itu dan memohon kepadanya untuk melakukan sesuatu. Dukun itu lalu mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuknya. Satu-satunya cara untuk mengembalikan hal itu apabila dia bersedia meminum darah dari gadis yang masih muda.

Sejak itu dimulailah legenda menyeramkan hantu KumKum.

Tidak seorang pun bahkan hantu KumKum itu sendiri, yang tahu sebanyak apa darah yang dibutuhkan untuk mengembalikan kecantikannya. Konon hantu KumKum masih bergentayangan di bumi hingga hari ini, melanjutkan terornya untuk menyerang para gadis demi meraih kecantikannya kembali.

Beberapa tahun yang lalu, penampakan demi penampakan dari hantu KumKum diceritakan di Malaysia bahkan Singapura. Hal itu menyebabkan ketakutan di masyarakat dan artikel-artikel suratkabar tentang hantu itu juga dipajang di papan pengumuman di sekolah-sekolah. Beberapa orangtua murid khawatir dan lalu menjemput anak gadisnya pulang ke rumah, takut mereka menjadi korban dari hantu penghisap darah itu.

Seorang gadis Malaysia menceritakan kisahnya bertemu dengan hantu KumKum semasa dia kecil.

“Saya masih mengingat ketika hantu KumKum bergentayangan di seluruh Malaysia. Katanya dia mencari gadis-gadis muda. Saat itu saya masih berusia 7 atau 8 tahun. Katanya dia tidak memiliki bulu mata dan juga hidung, kecuali dua buah lubang kecil di mana hidungnya pernah berada. Kulitnya dipenuhi koreng dan bekas-bekas lepuhan, giginya juga kuning dan tajam-tajam.

Suatu sore, saya tengah dalam perjalanan pulang ke rumahku ketika tiba-tiba saya merasakan perasaan yang tidak enak seperti seseorang sedang membuntutiku. Saya dengar seseorang menyelinap di selokan depan rumah tetanggaku. Ketika saya membalikkan badan, saya melihat sesosok wanita mengendap-endap dalam selokan itu. Dia membungkukkan badannya dan saya tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup kain penutup kepalanya yang panjang ke bawah.

Tak lama kemudian, dia menarik ke belakang kainnya. Saya terhenyak dan tidak bisa bergerak. Kulitnya merah dan penuh koreng, kedua matanya kuning dan tatapannya seolah menembus jiwaku. Saya tahu dia bukan manusia. Selama itu, saya kemudian mendengar kakakku memanggil dari dalam rumah. Pengaruhnya terpatahkan dan saya lari secepat saya bisa, hingga akhirnya tiba di depan rumahku.

Malam itu sangat gelap, sebuah benturan keras dan gesekan-gesekan terdengar dari balik pintu rumah kami. Kami merasakan getaran pintu itu sangat kuat. Kami kemudian memanjatkan doa-doa keluar dari mulut kami. Suara gesekan di pintu itu lalu berhenti, tapi tak lama kemudian, benturan dan gesekan terdengar dari pintu belakang kami. Kami semua ketakutan oleh sosok itu. Ini terus berlanjut selama sejam lebih. Esok paginya, ketika rasanya sudah aman untuk keluar, kami menemukan bekas cakaran penuh darah yang dalam di balik kedua pintu rumah kami di luar.”

Reruntuhan Highland Towers

Gambar

Seorang sopir taksi, malam di tahun 1994 ketika hujan keras tengah mengguyur jalanan, dia mengangkut seorang penumpang wanita muda yang berdiri di samping jalan. Dia melambaikan tangan dan untungnya terlihat oleh sopir taksi ini lewat kaca depan mobilnya yang tertutupi air yang deras.

Gadis itu membuka pintu dan langsung duduk di kursi belakangnya. Ketika taksi itu mulai berjalan kembali, sopir itu menoleh ke belakang sekilas dan bertanya. “Kemana tujuan anda?”

“Hillview” jawab wanita muda itu.

Seketika sang sopir merasa bergidik ketika mendengar nama itu, tapi dia mencoba mengacuhkannya. Bersyukur masih mendapatkan penumpang di malam yang panjang ini.

Ketika mereka berdua melaju, sopir ini mencoba memulai percakapan kecil, tapi kecewa dengan tanggapan yang didapatnya. Jika saja ada, hanya secuil. Wanita itu tampak sibuk dengan pikirannya sendiri, bahkan seperti sedikit cemas.

Mereka melanjutkan jalannya malam itu, dan satu-satunya suara yang muncul hanyalah deru mesin taksi, serta penyeka kaca depan mobil yang menepis kerasnya hujan yang menutupi pandangan sang sopir.

Setibanya di Hillview, wanita itu mengarahkan taksi itu ke samping jalan. Sopir ini kemudian menyadari di mana mereka kini berada – daerah Highland Towers yang terbengkalai – di salah satu bangunan menara yang runtuh beberapa tahun yang lalu. Sisa-sisa menara ini sengaja dikosongkan karena takut adanya runtuhan susulan.

“Kenapa anda ingin datang ke tempat seperti ini di tengah malam, dalam cuaca yang seperti ini?” tanya sang sopir.

Wanita itu kemudian menoleh padanya. “Saya meninggalkan beberapa milikku di sini. Sesuatu yang sangat penting bagiku.”

Suasana di dalam taksi tiba-tiba berubah. Sebuah perasaan mencekam mengerubuti sang sopir. Wanita itu keluar, angin dan hujan langsung berhembus masuk ke dalam mobil. Sopir ini pun penasaran, dia harus tahu apa yang sangat penting hingga wanita itu membawanya ke sini.

“Apa, apa yang sangat penting bagi anda hingga tidak bisa menunggu besok hari?”

“Jasad dan seluruh hidupku. Saya tewas di sini tahun lalu.”

Dan kemudian dimulailah legenda Highland Towers yang berhantu di Selangor, Malaysia. Cerita hantunya muncul dengan beragam alur, umumnya menceritakan hal yang sama, namun akhir yang berbeda. “Lengan dan kakiku.” adalah akhir yang lain, ketika sang sopir taksi melontarkan pertanyaan terakhirnya. Pada kesempatan yang lainnya, sang wanita muda itu membayar jasa sopir taksi dengan ‘Uang Alam Baka’ yang berlumuran darah.

Walau tidak ada korban dalam cerita atau legenda yang menyeramkan itu, tapi latar belakang tentang runtuhnya bangunan apartemen Highland Towers ini setidaknya sudah mengambil nyawa dari 48 orang. Korbannya kebanyakan warga negara malaysia, dan beberapa orang asing termasuk seorang warga negara Inggris, seorang Jepang, dua orang India, tiga Korea, tiga Filipina, dan tiga Indonesia.

Saat itu, kru penolong bahkan mendengar ketukan dan suara-suara keluar dari dalam reruntuhan hingga hari ketujuh. Hanya tiga orang, termasuk seorang bayi, yang berhasil ditarik keluar. Namun setibanya di rumah sakit, salah satu dari mereka meninggal dunia.

Pada sekitar tahun 1975 hingga tahun 1982, lokasi pembangunan apartemen di dataran tinggi ini memiliki aliran air sungai yang mengalir di atasnya, sungai ini dikenal dengan nama ‘Sungai Timur’. Aliran Sungai Timur ini kemudian dibuatkan serangkaian pipa-pipa untuk membelokkan arahnya hingga pembangunan dapat dimulai.

Tiga blok bangunan berlantai 12 Highland Towers akhirnya dibangun dan ditujukan untuk warga negara kelas menengah, dan sejumlah expatriat asing. Blok-bloknya sangat berdekatan satu sama lain, di atas tanah yang dilengkapi sebuah kolam renang di antara kedua bloknya. Di tahun 1980an hingga awal 1990an, dengan banyaknya orang-orang kaya dan warga negara asing yang tinggal di sana, apartemen ini sudah terkenal sebagai tempat favorit untuk menyembunyikan selingkuhan dan simpanan mereka.

Di tahun 1991, sebuah proyek pembangunan lain dengan nama ‘Proyek Pengembang Bukit Antarabangsa’ dimulai, tepat di belakang Highland Towers. Sebagai hasilnya, pohon-pohon dibabat habis di dataran tinggi tersebut, membuat resiko erosi makin tinggi.

Aliran air Sungai Timur dialihkan lagi memakai rangkaian pipa yang sama. Tak butuh waktu lama, hingga akhirnya pipa-pipa itu kelebihan tekanan air. Alirannya juga diisi dengan tanah dan lumpur halus dari Sungai Timur dan lokasi pembangunan. Kebocoran terjadi di mana-mana, dan tanahnya mulai tidak dapat membendung aliran airnya.

Kandungan air dalam tanah telah mencapai titik yang membahayakan, dan tanah itu kini telah menjadi lumpur. Oktober 1992, lereng dataran tinggi itu sudah hampir tenggelam oleh air. Laporan juga muncul mengabarkan aliran air di lereng sudah mengalir turun.

Sebulan sebelum kejadian runtuhnya bangunan apartemen Highland Towers, tepatnya bulan November 1993, para penghuni sudah melihat retakan di jalanan sekitarnya. Pertanda keruntuhan akan terjadi sudah terlihat, namun sayangnya tidak ada penyelidikan lebih lanjut yang diambil. Hujan deras di bulan Desember 1993 makin memperparah dataran tinggi itu.

Pukul 1. 35 siang, di 11 Desember 1993,  setelah 10 hari berturut-turut diguyur hujan, tanah di belakang blok pertama Highland Towers amblas dan jatuh menghantam pondasi bangunannya. Tak lama kemudian lembeknya keadaan tanah yang melandasi bangunan itu membuat keduabelas lantai apartemen itu ambruk, merusak segala yang ada di dalamnya. Pihak militer dan kru penolong diarahkan ke  lokasi kejadian untuk menolong nyawa-nyawa yang terancam akibat runtuhan tersebut.

Sekitar ratusan tenaga dikerahkan untuk menolong pada malam di musim dingin itu, hingga 11 hari untuk mencari orang-orang yang tertimbun di bawah reruntuhan, sebelum akhirnya dihentikan pada 22 Desember. 48 nyawa melayang, walau beberapa sumber juga mengatakan mencapai 53 atau 55 orang.

Setelah runtuhnya Highland Towers, bangunan itu ditinggalkan terbengkalai. Tanahnya sudah lembek, dan beberapa runtuhan kecil masih terjadi selama cuaca buruk sejak bangunan itu rubuh. Sisa bangunan yang lain masih berdiri, dikerubuti hutan-hutan yang tumbuh di sekitarnya, seolah alam mengakui tanah itu miliknya.

Sejak itu pula, beberapa orang yang tinggal di sekitar sana mengaku pernah melihat hantu dari orang-orang yang mati di reruntuhan Highland Towers. Mengendap-endap di antara pepohonan di lokasi yang dulunya apartemen itu berdiri. Walau begitu, kelihatannya sopir-sopir taksi yang paling mengetahui cerita menyeramkan dari legenda Highland Towers.

Kutukan Aisha

aisha

Kutukan Aisha adalah sebuah urban legend yang menakutkan dari Malaysia yang menceritakan tentang seorang gadis muda yang dengan begitu buruknya disiksa dan dibunuh oleh empat pria keji, dan kini dia akan menagih pembalasan dendamnya kepada tiap orang yang melihat gambarnya.

Aisha merupakan seorang gadis desa yang pemalu. Dia tinggal di sebuah desa kecil – tapi pada tahun 1984, dia pindah ke Kuala Lumpur, ibukota dari negara Malaysia.

Aisha kemudian menderita sebuah penyakit langka yang memaksanya takut jika harus difoto (Photophobia). Matanya sangat sensitif dengan cahaya yang terang dan itu bisa mengakibatkan kepalanya menjadi sakit. Oleh karena itu, Aisha selalu mengenakan kacamata yang gelap dan tidak pernah membiarkan seorang pun mengambil gambar – fotonya. Lampu kilatan kamera saja bisa menyebabkan kepalanya sakit dan tubuhnya menjadi lemah.

Suatu hari, di sebuah pabrik di mana Aisha bekerja sedang mengadakan pesta yang memang rutin diadakan. Setiap orang di sana bersenang-senang dan Aisha memutuskan melepas kacamatanya. Seseorang di pesta itu memiliki sebuah kamera dan langsung mengambil sebuah gambar. Segera setelah lampu kilatnya berkedip, Aisha merasakan sakit yang luar biasa dan akhirnya pingsan di lantai. Dia menderita sebuah sakit kepala yang tak henti-hentinya dan mulai mengeluarkan buih busa dari mulutnya. Gadis malang itu menggeliat di lantai hingga mobil ambulans datang dan membawanya ke rumah sakit.

Aisha menghabiskan 3 hari di rumah sakit, terbaring dalam sebuah ruangan yang gelap. Pria yang mengambil fotonya waktu itu datang untuk mengunjunginya dan meminta permohonan maaf atas ketidaksengajaannya.

Setelah itu, Aisha terpaksa berhenti bekerja. Dokter yang menanganinya memberinya beberapa obat-obatan dan menganjurkannya untuk beristirahat dalam waktu yang lama. Lalu dia akhirnya menghabiskan hari-harinya di rumah dan hanya keluar ketika malam hari – karena sudah gelap – untuk membeli makanan. Tuan rumahnya kemudian kasihan padanya dan mengijinkan Aisha untuk tinggal di apartemennya tanpa harus membayar biaya sewa hingga dia cukup sehat untuk dapat pulang.

Sebulan kemudian, Aisha telah benar-benar pulih dan ini waktunya untuk dia melakukan perjalanan kembali ke kampung halamannya. Malam itu, setelah hari sudah gelap, Aisha meninggalkan rumah itu dan berjalan ke sebuah stasiun bus. Dalam perjalanan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan jalannya dan empat orang pemuda keluar dari sana. Mereka menghadang langkah Aisha dan ketika dia hendak melarikan diri dari mereka, mereka menangkap dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.

Keempat pria itu menculiknya dan membawa ke sebuah rumah kosong di sekitar pinggiran kota. Mereka mengikat tangan dan kakinya pada sebuah kursi. Kemudian, salah satu dari pemuda tadi mengeluarkan pisau dan menyobek-nyobek pakaiannya. Aisha menangis dan memohon agar mengasihani dirinya, tapi para pemuda itu hanya tertawa melihatnya. Mereka mulai memukuli dan menyiksanya dengan kasar.

Salah seorang lagi dari mereka lalu mengeluarkan sebuah kamera untuk mengambil beberapa gambar. Aisha memohon agar tidak mengambil gambarnya dan mencoba menjelaskan bahwa dia memiliki suatu kondisi yang jarang ditemukan – yang membuatnya sangat sensitif terhadap cahaya. Pria-pria itu mengacuhkan permohonannya dan mulai memotret beberapa gambar.

Segera setelah kilatan lampu kamera itu berkedip, Aisha terserang oleh sakit kepala yang sangat hebat. Kepalanya berdenyut-denyut dan dia menjerit kesakitan. Para pemuda itu masih memukul-mukulnya, dan setelah itu mengambil gambarnya. Tiap kali lampunya berkedip, dia merasa kepalanya seperti mau meledak. Darah mulai mengalir keluar dari hidung, telinga, dan matanya.

Setelah menderita sekitar lebih dari empat jam, Aisha dalam keadaan sakit yang teramat sangat dan sudah tak mampu lagi bergerak. Dia masih terikat di tempatnya. Pria-pria keji itu lalu membopongnya keluar dan masuk kembali ke mobil dengan melemparnya ke dalam bagasi. Mereka melaju ke sebuah jembatan dan memberitahu dirinya bahwa mereka akan melemparnya masuk ke sungai dan membiarkannya tenggelam.

Hanya beberapa saat sebelum mereka melemparnya ke dinginnya air sungai itu, Aisha menjerit dengan keras, “Siapapun yang melihat gambarku tanpa seijinku, Aku akan menghukum mereka dalam mimpinya dengan sakit yang sama yang aku alami. Aku bersumpah aku akan. Walau aku telah mati, penderitaan akan hinggap kepada siapa yang melihat gambarku!”

Keesokan paginya, keempat pemuda itu pergi ke sebuah konter cetak foto untuk mendapatkan gambar yang telah mereka ambil. Mereka memberi penjaga yang berada di belakang konter beberapa lembar uang dan mengancamnya untuk tetap diam mengenai isi dari foto-foto itu. Ketika para pemuda itu melihat hasil foto Aisha yang merana dan tanpa harapan, telanjang dan tersiksa, mereka mulai tertawa terkekeh-kekeh.

Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi terjerembab dan menabrak sebuah pohon. Salah satu cabang dari pohon itu menembus masuk ke kaca jendela mobilnya dan menghantam tepat kepala dari pengemudinya – membunuhnya seketika.

Orang kedua dibawa ke rumah sakit, namun tewas pada sore harinya karena pendarahan di bagian dalam tubuhnya.

Orang ketiga selamat dari tabrakan maut itu dengan hanya cedera ringan. setelah melilit perban pada lukanya, dokter lalu mengijinkannya untuk pulang. Dalam perjalanan ke rumahnya, pria itu terpeleset dan jatuh ke sebuah lubang galian. Jatuh ke dasar hingga salah satu kakinya patah, dan dia tidak dapat untuk memanjat naik kembali. Malam itu, hujan turun dengan derasnya, ketinggian air mulai naik dalam lubang itu dan akhirnya menenggelamkan pria itu.

Pria keempat tidak mendapati cedera apapun dan langsung bisa pulang ke rumahnya. Malam itu, ketika tengah berbaring di ranjangnya, dia bermimpi Aisha datang padanya dan menghantam kepalanya dengan sebuah tongkat. Ketika terbangun, dia merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya. Rasa sakit itu kian bertambah hingga dia sendiri tak dapat lagi menahannya. Dia merasa pikirannya seperti akan hilang dan mulai menusuk-nusuk kepalanya dengan sebuah garpu.

Dia mulai menyesal akan apa yang telah dia lakukan dan merasa telah dikutuk oleh Aisha. Dia lalu pergi ke sebuah kantor polisi terdekat dan menyerahkan dirinya sendiri di sana, memberitahu semua apa yang telah dilakukannya terhadap Aisha malam itu. Seluruh foto-foto yang dia ambil diserahkannya kepada pihak kepolisian. Pria itu lalu ditahan dan dimasukkan ke dalam sebuah sel, sementara polisi mulai mencari jasad Aisha.

Pria itu akhirnya meninggal dalam penjara. Dia menghabisi hidupnya sendiri dengan menghantamkan kepalanya ke tembok hingga tengkoraknya pecah. Dia tak mampu menahan sakit kepala yang tak terkira itu lebih lama lagi.

Dua hari kemudian, tubuh tak bernyawa Aisha muncul dan mengapung di permukaan sungai. Jasadnya lalu dibawa ke kamar mayat di mana mereka mengidentifikasi sidik jari dan melakukan otopsi.

Dokter yang melakukan otopsi lalu mengambil sebuah gambar dari jasad Aisha sebagai bukti. Namun ketika sekejap lampu kamera itu menyala, dia terkejut melihat mata Aisha mendadak tertutup. Tidak lama setelah itu, dokter itu ditemukan meninggal karena overdosis obat penahan sakit.

Siapapun yang melihat foto otopsi itu juga dilaporkan mengalami mimpi buruk dan sakit kepala yang hebat. Tak lama, mereka semua ditemukan meninggal dengan cara yang misterius. Akhirnya, pihak kepolisian memusnahkan hampir semua foto-foto itu. Mereka juga berusaha menjaga kerahasiaan kasus ini dari masyarakat, tapi rumor Kutukan Aisha sudah mulai beredar seputar Malaysia.

Beberapa dari foto-foto otopsi Aisha kemudian bocor dan terpajang di internet. Katanya siapapun yang melihat gambar-gambar itu, akan menemui hantu Aisha dalam mimpinya. Dan ketika mereka bangun, mereka akan mengalami sakit kepala kronis dan tak henti-hentinya. Gambar jasad Aisha akan menghantui kemanapun mereka pergi. Dimanapun mereka menoleh, gambar Aisha akan hadir di depan matanya.

Untuk menghindari Kutukan Aisha, jangan mencoba mencari gambarnya di internet.

Jika kau tidak sengaja melihat sekilas gambar-gambar itu, jangan menatap langsung di kedua matanya.

Jangan kirim gambar-gambar itu ke siapapun. Jika kau melakukannya, itu berarti kematian pasti akan datang kepada mereka dan dirimu.