La Mala Hora

La Mala Hora adalah cerita seram dan urban legend dari cerita rakyat Mexico. Nama itu berarti Sang Roh Jahat. La Mala Hora juga dikenal dengan nama La Malora atau La Malorga.

Gambar

La Mala Hora konon merupakan sesosok roh jahat atau setan yang berkeliaran di jalanan-jalanan kota yang sepi dan menyerang orang-orang yang lewat sendirian di situ. Dia biasanya menendap-endap dalam kegelapan yang ada di tepi jalan, seraya menunggu orang-orang yang lewat di jalur itu tanpa curiga. Menurut orang-orang, La Mala Hora bahkan lebih menakutkan dari setan-setan yang pernah ada.

Awalnya dia muncul dalam wujud hitam, besar dan terus bergerak. Dia juga bisa mengubah-ubah bentuknya dari kecil hingga lebih besar lagi, dalam waktu yang singkat. Katanya wujudnya seperti sekelebat bayangan hitam atau bola hitam yang sangat besar.

Apabila kau tidak sengaja menatap matanya, akan membuatmu menjadi gila. Karena dia akan membuatmu tidak dapat bergerak dan seolah terhipnotis ketika bertemu sosok yang biasa muncul di malam hari ini. Ketika dia menyerang, dia akan meluncur dengan cepat ke arahmu, membungkus dan membuatmu sesak nafas dengan wujudnya. Keesokan harinya, tubuhmu akan ditemukan di tepi jalan tak bernyawa lagi.

Di kesempatan yang lain, La Mala Hora akan berubah wujud menjadi seorang wanita tua atau penyihir, yang biasa diidentikkan dengan roh jahat. Dia muncul dengan mengenakan pakaian serba hitam, rambut yang panjang dan tidak terawat. Dia seperti arwah gentayangan dan melayang karena kakinya tak menyentuh tanah. Orang-orang di Mexico bilang dia juga biasa muncul dalam bentuk manusia biasa, tapi ketika dia melakukannya, itu berarti dia sedang menyebarkan kutukan kematian. Jika kau bertemu dengannya di jalan, itu berarti kau atau seseorang yang kau kenal akan mati.

Biasanya ketika kau menanyakan tentang setan ini, orang-orang di Mexico enggan menceritakannya dan hanya menjawab, “Es cosa mala!” (Itu sesuatu yang jahat!).

Suatu cerita, ada seorang wanita yang memiliki suami yang sedang keluar kota karena pekerjaannya. Suatu malam, wanita itu memutuskan untuk keluar bersama temannya di Santa Fe. Saat itu sudah lewat tengah malam ketika dia meninggalkan rumahnya dan mengemudi di jalanan yang sepi dan sunyi. Setelah beberapa saat berkendara, dia sampai di sebuah jalanan kota yang kecil ketika tiba-tiba sesosok bayangan gelap muncul di depan mobilnya. Wanita itu berteriak kaget dan menginjak pedal remnya dengan sigap, menyeret mobilnya hingga ke sebuah halte.

Ketika dia menoleh untuk melihat apa yang lewat tadi, sosok gelap itu sudah menghilang. Untuk beberapa saat, wanita itu mencoba mengatur nafasnya agar tenang. Namun ketika dia tak sengaja menoleh ke kanannya, dia melihat sesuatu yang hampir membuatnya terkena serangan jantung. Tepat di samping jendelanya, wanita tua dengan wajah yang menyeramkan tengah menatapnya. Wajahnya seperti setan, dengan mata yang merah dan gigi yang mengerikan. Wanita seram itu mulai mencakar jendelanya, mencoba memecahkan kacanya.

Ketakutan, wanita ini lalu segera menekan pedal gas dan membawa mobilnya pergi dari sana. Selama beberapa saat ketika itu, wanita setan itu juga ikut berlari di sisi mobil itu dan masih mencakar-cakar kaca jendelanya. Mobilnya makin cepat dan sosok yang menakutkan itu akhirnya tertinggal di belakang. Wanita ketakutan itu melihat dari cermin tengah mobilnya. Hal terakhir yang dilihatnya sosok itu semakin besar dan besar, hingga sebesar pohon.

Ketika wanita itu akhirnya sampai di rumah temannya, dia lari masuk dan bergegas mengunci pintunya. Wanita itu kemudian menjelaskan apa yang dilihatnya selama di jalanan dan temannya hanya bisa menahan nafas, ketakutan.

“Itu pasti La Mala Hora!” kata temannya. “Sang Roh Jahat. Katanya dia hanya menunjukkan dirinya di tepi jalan kepada orang-orang yang akan segera meninggal …”

Wanita itu kemudian dikuasai oleh ketakutan dan merasa sangat terkutuk. Dia tidak bisa tidur, bahkan memejamkan matanya malam itu. Menunggu hingga pagi, dia lalu kembali pulang ke rumahnya. Dia meyakinkan dirinya untuk tidak melewati jalanan itu lagi, takut wanita tua menyeramkan itu muncul kembali di hadapannya.

Ketika wanita itu tiba di rumahnya, dia menemukan sebuah mobil polisi telah terparkir di depannya. Polisi kemudian mendekatinya, menanyakan namanya dan menceritakan kabar buruk kepadanya. Suaminya telah diserang dalam perjalanan pulang ke hotelnya di malam sebelumnya. Dia tertembak di kepala dan tewas seketika. Kejadian itu terjadi pada lewat tengah malam.

El Garitas del Diablo

Benteng San Cristobal di Mexico merupakan tempat dimana bisa kamu dapati sebuah gardu berhantu yang disebut “El Garitas Del Diablo” atau “Gardu Setan”.

Gambar

Gardu atau “garitas” di San Cristobal di bangun pada tahun 1634 dan digunakan oleh prajurit Spanyol untuk menjaga dinding kota tersebut pada malam hari. Banyak dari para penjaga gardu itu sangat tertutup dari dunia luar dan ditinggalkan sendiri, dan pada malam hari para penjaga itu akan menyeru satu sama lain dalam gardu-gardu miliknya untuk memastikan semua baik-baik saja.

Akan tetapi ada gardu penjaga yang tak satu pun prajurit ingin menghabiskan malam di situ. Gardu itu adalah yang paling jauh dan terpencil, berdiri di ujung tebing dari benteng San Cristobal, dan merupakan bagian yang paling tua dari pertahanan benteng tersebut. Para penjaga yang pernah tinggal disana semalaman menceritakan cerita-cerita aneh tentang suara yang mengerikan dan bisikan-bisikan yang bisa mereka dengar ketika malam hari. Mereka bilang itu terdengar seperti roh jahat atau setan yang saling berbicara satu sama lain.

Suatu malam adalah giliran bagi seorang prajurit yang bernama Sanchez untuk berjaga melakukan tugasnya di sana. Seperti malam-malam yang lainnya, kesempatan melaporkan keadaan dari satu penjaga ke penjaga lainnya terdengar dari gardu mereka masing-masing tapi tidak ada yang terdengar dari gardu dimana Sanchez berjaga. Tiap kali salah satu dari mereka memanggilnya, tidak pernah ada balasan. Prajurit lain kemudian menjadi khawatir di sisa malam itu, dan gemetar memikirkan apa yang mungkin terjadi dengan temannya.

Ketika matahari terbit, semua lalu pergi memeriksa Sanchez dan menemukan gardu tersebut kosong. Mereka menemukan senjata dan seragamnya, tapi diri Sanchez lenyap tanpa jejak sedikit pun.

Sanchez hanyalah salah satu dan yang pertama dari para prajurit yang menghilang dari gardu di San Cristobal tersebut di tahun-tahun yang berikutnya. Selama beberapa tahun kejadian itu kerap terulang kembali. Tiap kali, ketika para prajurit pergi untuk memeriksa sesama penjaga disana, mereka tidak menemukan apa-apa kecuali senjata dan seragamnya. Tak ada jejak dari pria-pria tersebut pernah ditemukan dan keluarga mereka juga tak pernah mendengar kabar dari mereka lagi.

Misteri ini tak pernah terpecahkan dan gardu di San Cristobal itu akhirnya disebut “Gardu Setan” atau “La Garita Del Diablo” karena para prajurit percaya bahwa rekan-rekan mereka telah direnggut jiwanya dan dimangsa oleh setan disana.

La Casa de Aramberri

La Casa de Aramberri atau Monterrey House adalah sebuah kisah nyata tentang sebuah rumah yang berhantu di Mexico dan sebuah pembunuhan yang mengerikan pernah terjadi di sana.

Gambar

Ada sebuah rumah berhantu di kota Monterrey, Mexico yang penduduk di sana biasa menyebutnya La Casa de Aramberri. Rumah itu telah dikunjungi beberapa kali oleh paranormal dan mereka menyebut bahwa ada dua arwah wanita yang pernah dibunuh disana yang tak pernah beristirahat dengan damai.

Hari ini, Rumah Aramberri dibiarkan tak terawat dan sangat terabaikan, tapi beberapa tahun yang lalu, itu adalah rumah dari salah satu keluarga terkaya yang ada di kota Monterrey. Pada tahun 1933, seorang pria tinggal di sana dengan istrinya, Florinda bersama anak perempuannya, Antonieta. Tak ada yang tahu bahwa keluarga bahagia dalam rumah itu akan mengalami suatu kejahatan yang mencengangkan dan keji dimana diakibatkan oleh keserakahan manusia.

Suatu pagi, ayah dari keluarga tersebut pergi untuk bekerja, meninggalkan istri dan anak perempuannya di rumah. Tak lama setelah itu, tiga laki-laki mendobrak masuk dan menyerang kedua wanita itu. Penjahat itu lalu meminta untuk diberitahu dimana lokasi peti besar berisi penuh koin perak yang mereka curigai di sembunyikan dalam rumah tersebut. Para lelaki ini juga menyiksa istri dan anak perempuan di ruang makan dan akhirnya membunuh mereka.

Ketika tubuh mereka di temukan, orang-orang berkata itu adalah salah satu kejahatan paling mengerikan, berdarah dan paling jahat yang pernah ada di daerah itu. Sang istri dan anak gadisnya hampir sepenuhnya terpotong-potong. Penduduk Monterrey dikejutkan dan dicemaskan dengan pembunuhan yang sadis.

Polisi yang menghadapi kasus ini sangat kesulitan untuk melakukan investigasi karena tak ada tanda atau petunjuk bahwa pintu utama telah di dobrak dan tidak satu pun saksi mata yang ada dalam kejahatan ini kecuali hewan peliharaan keluarga tersebut.

Hewan peliharaan keluarga ini adalah seekor burung nuri dan terbukti bisa menjadi alat untuk menangkap pembunuhnya. Sementara polisi menyelidiki rumah itu, nuri peliharaan itu mulai bersuara “No me mates, Gabriel! No me mates, Gabriel!” dimana itu berarti “Jangan bunuh aku, Gabriel! Jangan bunuh aku, Gabriel!”.

Mereka lalu menyadari bahwa burung nuri itu mengulangi kata-kata terakhir dari pemiliknya. Polisi lalu menanyakan hal ini kepada suami keluarga tersebut dan mendapatkan bahwa nama keponakannya adalah Gabriel. Mereka akhirnya menahan Gabriel dan setelah ditanya-tanya, dia mengaku membunuh kedua wanita itu. Dia memberitahu polisi bahwa dia telah merencanakan untuk merampok rumah itu dengan kedua saudaranya yang memiliki tempat penjagalan hewan.

Ketiga pembunuh itu akhirnya di tahan oleh polisi dengan memberikan mereka hukuman khusus dari pengadilan yang biasa diterapkan di Mexico beberapa tahun lalu. Mereka menyebutnya dengan “Hukum Terbang” atau “Hukum Melarikan Diri”. Polisi mengantar ketiga penjahat itu ke suatu padang pasir, kemudian membiarkan mereka untuk melarikan diri sementara mereka ditembaki ketika berlari. Tubuh mereka akhirnya di bawa kembali ke kota Monterrey dan dipamerkan jadi semua orang di daerah itu bisa melihatnya.

Sejak kejadian tersebut, rumah di Monterrey ini dipenuhi oleh beberapa kejadian supranatural. Banyak orang melaporkan melihat hantu dari kedua wanita yang dibunuh mengendap-endap dalam ruang makan. Yang lain mengatakan, pada malam hari, mereka biasa mendengar tangisan yang memilukan dari ibu dan anak perempuan itu, memohon kepada pembunuhnya dan menjerit, “Jangan bunuh aku, Gabriel! Jangan bunuh aku, Gabriel!”.

Kamar tidur utama di rumah ini berisi sebuah gambar dari sang ibu dan mereka bilang bahwa wajahnya telah berubah dan menjadi sangat rusak. Menurut beberapa saksi, perasaan yang mengerikan bisa terasa dalam rumah ini, dan hingga kau meninggalkannya, kau akan diikuti oleh bau yang sangat kuat beraroma asam.

Menurut legendanya, siapa pun yang mendengar jeritan dari kedua wanita malang yang kehilangan nyawa mereka di tempat ini, dikatakan jiwa mereka tidak akan pernah beristrahat dengan damai.

Kisah dari rumah Aramberri telah menjadi terkenal hingga di luar Mexico selama bertahun-tahun dan kini, kasus itu makin mendapat perhatian ketika sepasang reporter mengunjungi rumah itu. Mereka mencari bukti-bukti dari cerita hantu tersebut dan ketika mereka meninggalkan rumah itu, para reporter itu mengalami kecelakaan mobil yang sangat serius. Ketika memutar kembali rekaman yang mereka dapatkan dan menontonnya, mereka bisa mendengar dengan jelas tangisan yang mengganggu dan erangan yang menggaung keluar dari rekaman tersebut.

Rumah itu akhirnya telah ditutup untuk umum karena anak-anak pemuda sering menyelinap masuk dan menerobosnya, berharap menyaksikan suatu kejadian supranatural. Pemerintah lalu mendirikan pagar kawat yang besar di depan rumah itu, tapi pemandangan dalam rumah masih dapat terlihat dari sisi jalan. Penduduk setempat mengatakan jika kau berjalan melewati rumah itu pada malam hari, kau bisa mendengar tangisan-tangisan dari jiwa yang kesakitan dan kadang kala, jika kau melihat ke dalam jendela, kau bisa menangkap sekelebat bayangan figur hantu yang tak pernah meninggalkan La Casa de Aramberri.

La Muerto Blanco

La Muerto Blanco atau White Death adalah sebuah cerita seram tentang arwah yang sangat jahat di Mexico yang mengincar orang-orang yang mengetahui keberadaannya. Kisah ini bercerita tentang orang yang menghadapi White Death.

Gambar

Saya sekarang tengah duduk di depan komputerku, takut sebodoh-bodohnya. Tiap saat bisa menjadi saat-saat terakhirku. Temanku disini bersamaku dan dia lah satu-satunya alasan mengapa hidupku berada dalam bahaya. Ini tidak masuk akal pada awalnya, tapi biar saya jelaskan.

Ini dimulai pada pagi hari ini, ketika seorang temanku berlari tergesa-gesa ke dalam rumahku dan membanting pintu yang ada dibelakangnya. Matanya terbelalak lebar dengan rasa takut yang tergambar disana, dan dia berdiri dengan membelakangi pintu, nafasnya berat. Saya menanyakan apa yang terjgadi dan dia akhirnya menceritakan cerita ini.

Dia dulu tinggal bersama bibinya beberapa tahun lalu karena kedua orangtuanya berada di Mexico. Mereka ditugaskan sebuah misi oleh rumah sakit kecil di Mexico Selatan. Pada malam yang lalunya, seorang pria terbata-bata di pintu masuk rumah sakit. Dia berteriak dengan bahasa Spanyol dan mengeluarkan segala ketakutan yang ada di pikirannya.

Mereka lalu memberi sebuah kursi dan mempersilahkannya duduk. Setelah dia mengatur nafasnya, dia menceritakan suatu cerita dalam bahasa Inggris yang rancu. Dia mengaku bahwa saudarinya telah terbunuh oleh sesuatu yang dikenal sebagai “La Muerto Blanco”. Dia terus mengucapkan bahwa makhluk itu akan datang berikutnya untuk dia.

Terheran-heran, mereka menanyakan siapa atau apa itu Muerto Blanco. Dengan ketakutan yang tak dipahami tampak di wajahnya, dia menjelaskan bahwa La Muerto Blanco adalah White Death. Dia adalah arwah seorang gadis yang mati beberapa tahun lalu. Dia mati dengan tangannya sendiri, katanya, dia tewas kesepian dan tak pernah dicintai. Dia sangat membenci hidupnya sehingga dia ingin menghapus semua jejak dirinya di muka bumi ini. Keinginannya yang sangat kuat untuk menutup semua kenangan dirinya, membuatnya bangkit kembali dari kematian sebagai arwah yang menuntut balas, membunuh semua yang mengetahui keberadaannya.

Dia adalah seorang gadis, namun juga bukan gadis biasa. Dia tidak mati, tapi juga tidak hidup. Dia memiliki mata hitam dan dingin yang meneteskan darah. Dia berjalan tanpa dilihat bergerak sedikit pun. Dia mengintai korbannya seperti binatang buas, mengejar mereka menembus sungai dan bukit, menyeret kembali ke rumah mereka. Kau tak pernah tahu bahwa dia mengikutimu, hingga kau mendengar kisahnya mengetuk pintumu.

“Awalnya dia akan menyentuh kulitmu, dimana dia akan menggunakannya untuk menambal dagingnya yang telah membusuk. Kedua pada rambutmu, dimana dia akan menggeretakkan gigi-giginya. Ketiga pada tulangmu, dia akan merubahnya menjadi raungan. Keempat adalah jantungmu, dimana dia akan merobek dadamu. Kelima pada gigi-gigimu, dia akan menggosoknya dan menaruhnya dalam sebuah kotak. Keenam pada matamu, mencongkelnya keluar satu per satu. Ketujuh adalah jiwamu, dimana dia akan menelan semuanya.”

“Tak peduli dimana kau berada, White Death akan mengincarmu dan kau akan mendengar ketukan yang menakutkan dimulai dari pintumu. Kau bisa mencoba untuk lari darinya, tapi dia lebih cepat dari semua manusia yang ada. Jika kau melarikan diri dari rumah ketika dia mengetuk pintumu, dia akan mengikutimu kemana pun kau pergi.”

Pria yang ketakutan itu yakin bahwa makhluk itulah yang telah membunuh saudarinya. Dia sudah mencoba memberitahukan kepada polisi, tentang White Death tapi mereka tidak mau mendengarkannya, menganggap hal itu adalah cerita lama. Berikut dia memberitakukan kepada pendeta, tapi pendeta itu segera menutup pintu gereja dihadapannya dan pergi meninggalkan dia. Pendeta itu melihat White Death tengah mengikutinya, dia bilang, dan mereka tidak ingin terlibat.

Dengan wajah yang tertutup dengan tangannya, pria itu mengatakan bahwa White Death mengikutimu selamanya hingga kau memberitahukan orang lain tentangnya. Dan saat itu juga, dia akan membunuhmu dan mulai mengikuti orang-orang yang kau beritahu.

Setelah menyelesaikan ceritanya, pria itu mencuri sebuah mobil dari tempat parkir rumah sakit, dan hilang dalam gelapnya malam.

Tampaknya, ayah dan ibu temanku telah menghubungi bibinya dan memberitahukannya tentang makhluk aneh yang mereka jumpai. Mereka menanyakannya apakah dia pernah mendengar tentang White Death. Dia bilang dia tidak pernah dan mereka lalu menceritakan cerita yang pria tadi beritahu kepada mereka.

Bibinya setelah itu mendapat sebuah panggilan telepon malam itu. Itu adalah kepolisian Mexico. Mereka memberitahunya bahwa orangtuanya telah ditemukan tewas di luar rumah sakit. Mayat mereka terpisah-pisah.

Bibi temanku ini lalu segera menghubunginya di sekolah untuk mengabarkan kabar buruk ini kepadanya. Ketika dia menangis, bibinya mengatakan dia tidak mengerti apa yang telah terjadi. Dia menceritakan ulang semua cerita tersebut kepadanya, memberitahu tentang seorang pria aneh yang berada di rumah sakit sebelum orangtuanya ditemukan tewas. Dia mengatakan bagaimana pria itu telah membagikan cerita yang aneh dan tak mengenakkan tentang sesuatu yang disebut White Death.

Ketika temanku menutup telepon itu, dia berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Itu hampir tak dapat dipercaya olehnya. Ketika dia pulang ke rumah setelah sekolah berakhir, dia menemukan pintu depan rumah bibinya telah terbuka lebar. Di dalamnya ada sebuah jejak-jejak berdarah, yang bercucuran hingga ke dapur. Di lantai dapur itu, dia menemukan bibinya sudah tak bernyawa lagi. Tubuhnya pun sudah robek terpisah-pisah menjadi beberapa bagian.

Dia lari dari rumah itu dan sepanjang jalanan di kota, tak pernah memandang ke belakang, hingga dia mendapati rumahku. Ketika dia menceritakan cerita ini padaku, saya betul-betul tak dapat mempercayainya. Walau di sepanjang hari itu, ibu, ayah, dan bibinya telah tewas terbunuh. Tapi kelihatannya itu sangat mustahil.

Namun sebelum saya dapat mengucapkan sepatah kata pun, temanku dan saya terjebak dalam ketakutan ketika kami mendengar sebuah ketukan bermula dari pintu depan rumahku.

Kami terus memandangi pintu itu sudah sejam yang lalu, tak satu pun dari kami berdua ingin membukanya. Ketukan itu terus terdengar, makin besar dan semakin membesar. Dia tidak menyerah. Dia tidak pernah pergi. La Muerto Blanco tidak terhentikan. Saya berpikir dia ingin menakuti kami, saya dan teman saya. Saya rasa dia ingin menyalahkan kami berdua. Dan memang –saya menyalahkan temanku. Ini semua kesalahannya. Dia seharusnya tak pernah menceritakannya kepadaku.

Saya terduduk dalam rumahku, tepat disampingnya, kami berdua mendengar suara ketukan itu makin membesar, saya berharap banyak hal. Saya harap dia membunuh temanku sebelum dia datang ke rumahku. Jika dia tak pernah menyampaikannya kepadaku, saya tak akan dalam bahaya sekarang. Saya menyesal pernah bertemu dengannya.

Dan saya sangat menyesal untukmu juga. Saya minta maaf telah membuatmu membaca cerita ini. Saya menyesal saya memberitahukamu tentang La Muerto Blanco. Karena ketika kau mengetahuinya, berikutnya dia akan datang kepadamu.

La Pascualita

La Pascualita atau Pascuala Kecil adalah sebuah manekin pengantin yang ‘hidup’ dalam sebuah etalase toko di kota Chihuahua, Mexico sejak 75 tahun yang lalu. Ini merupakan urban legend yang ada di Mexico.

Gambar

Merupakan waktu yang lama untuk sebuah toko gaun pengantin untuk mempertahankan sebuah manekin yang tua, jika bukan memiliki sejarah yang aneh dibelakangnya. Menurut urban legend-nya, La Pascualita sama sekali bukanlah sebuah boneka, tapi merupakan mayat seorang anak perempuan dari pemilik toko tersebut yang sangat terjaga dengan baik.

Selama bertahun-tahun, cerita dari La Pascualita sudah terdengar dari beberapa pengunjung, termasuk media-media pers, dari seluruh Mexico hingga Chihuahua. Kini, orang-orang dari Amerika Selatan, Amerika Serikat dan Eropa juga berdatangan untuk melihat mayat pengantin tersebut. Orang-orang menutup mulut dan hidungnya seraya memandangi kaca jendela toko itu, memperhatikan boneka itu, dan mencoba mengetahui dengan jelas apakah itu nyata atau bukan. Mereka terperangah oleh tatapan yang mempesona dan bentuk yang sangat nyata. Kebanyakan orang mengatakan bahwa itu adalah benar-benar dia.

La Pascualita pertama kali diletakkan di etalase itu pada tanggal 25 Maret 1930, dengan mengenakan gaun pengantin musim semi. Orang-orang kemudian tak bisa melepaskan pandangannya dari La Pascualita, manekin dengan mata yang berbinar-binar, helai rambut yang nyata, dan warna kulit yang mempesona.

Segera, mereka menyadari bahwa manekin itu sangat mirip dengan pemilik toko itu, Pascuala Esparza. Tidak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menyimpulkan bahwa boneka itu merupakan putri pemilik toko yang sudah dibalsem. Mereka juga mengatakan bahwa anak perempuan Pascuala itu meninggal tepat di hari pernikahannya oleh sebuah gigitan laba-laba beracun Black Widow, mayatnya akhirnya diawetkan bersama gaun pengantin yang melekat ditubuhnya. Nama La Pascualita juga diambil dari nama Pascuala, yang berarti Pascuala Kecil.

Esparza awalnya bersikeras untuk menepis kabar tersebut, namun warga Chihuahua terlanjur percaya dengan rumor itu. Rumor itu makin meluas dan nama La Pascualita kian melekat pada manekin misterius tersebut.

Cerita-cerita menyeramkan juga mengiringi keberadaan La Pascualita. Mereka mengatakan pada malam harinya, manekin pengantin itu akan hidup dan berganti posisi. Ada juga yang mengatakan bahwa matanya kerap mengikuti orang-orang yang melintas di dalam toko pengantin tersebut.

“Setiap kali saya di dekat Pascualita, tangan saya langsung keringat dingin. Tangannya sangat nyata, dia bahkan memiliki varises di kakinya. Saya percaya dia benar-benar seorang manusia.” ungkap Sonia Burciaga, sang penjaga kedai.

Ada yang percaya, namun ada pula yang tidak percaya. Salah satunya adalah sebuah situs yang bernama The Museum of Hoaxes mengatakan bahwa manekin itu hanyalah boneka biasa, karena mustahil mengawetkan mayat manusia dengan begitu sempurna. Kulitnya pun tetap mulus walau sudah berada puluhan tahun disitu.

Bayi Buruk Rupa

Bayi Buruk Rupa merupakan urban legend dari Mexico yang menceritakan tentang seorang anak yang lahir dengan cara yang buruk, di sebuah rumah sakit bersalin yang kecil di kota itu pada malam yang menyeramkan.

Gambar

Menurut legendanya, cerita ini bermula beberapa tahun lalu di sebuah rumah sakit kecil di kota Chihuahua, Mexico. Ketika itu Senin malam di bulan Maret yang hujan. Seorang wanita hamil digiring ke dalam ruang darurat rumah sakit itu, setelah terjatuh di lantai di rumahnya. Wanita malang ini merasakan sakit yang bertubi-tubi, kondisinya pun kian mencemaskan. Dia mengalami pendarahan dalam dan dokter mengatakan dia harus dioperasi segera.

Wanita ini tahu bahwa dirinya sekarat, tapi dia tetap ingin menyelamatkan bayinya. Dokter lalu mempersiapkan segala hal untuk melakukan operasi ‘Caesar’ -satu-satunya cara yang memungkinkan. Ketika wanita ini akhirnya tak bisa terselamatkan di meja operasi, setelah mereka menyayat perutnya untuk dibuka. Ahli bedah meraih ke dalam perutnya dan mendapatkan bayinya, namun sayang mereka juga tak dapat menyelamatkannya. Bayi itu diangkat dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi.

Itu adalah bayi terburuk yang pernah mereka lihat, kulitnya berwarna abu-abu bercampur kebiru-biruan yang menggambarkan tak ada kehidupan. Kepalanya rusak dan belum terbentuk dengan sempurna, wajah bayi tersebut menggelayut dan mengerut persis seperti kulit orang tua.

Perawat secepatnya mengambil bayi tersebut dan membawanya ke ruangan khusus, dimana terdapat tempat tidur untuk bayi yang baru lahir. Bayi itu sangat buruk rupa dan langsung menjadi pembicaraan yang hangat seluruh perawat dan karyawan yang ada di rumah sakit itu, tentang bagaimana menyeramkannya kejadian itu. Mereka semua bergantian ke ruangan dimana bayi itu berada, hanya untuk melihat dengan jelas menggunakan mata kepala mereka sendiri.

Dua orang perawat juga ingin membuktikan kejadian tersebut dan masuk ke kamar bayi itu. Ketika mereka dapat melihatnya, mereka langsung merasa jijik dan tak mampu untuk melihatnya untuk kedua kali.

“Oh Tuhan..” kata seorang dari mereka, “..itu sangat buruk!”.

“Sungguh lebih baik jika itu sudah tak terselamatkan.” kata perawat yang satunya lagi.

Tiba-tiba mata dari bayi buruk rupa itu terbuka dan mulutnya mulai bergerak-gerak. Dari tenggorokannya keluar sebuah suara mengerang, lalu perlahan-lahan dengan suara yang serak dia mulai berbicara, “Saya mungkin bayi yang buruk yang pernah ada, tapi yang lebih buruk akan terjadi pada kalian berdua pada hari Kamis pukul 3 sorenya.”.

Lalu bayi itu menutup kembali matanya dan kembali tenang seperti sedia kala. Kedua perawat tadi sudah langsung berlari keluar ruangan dengan menjerit-jerit dan menangis histeris. Rekan-rekan mereka lalu memberi perawatan kepada mereka agar bisa menenangkan diri. Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka dapat menceritakan kepada semua yang ada disitu tentang apa yang baru saja mereka alami. Namun tak ada yang percaya pada cerita mereka.

Dokter yang memeriksanya kembali, memeriksa organ-organ tubuh bayi itu, tetap mengatakan bahwa bayi itu sudah meninggal, seperti saat pertama kali dikeluarkan dari perut ibunya. Setelah itu, kedua perawat tadi makin ketakutan dan mulai gemetaran. Mereka memutuskan untuk meminta ijin tidak masuk bekerja selama 2 hari karena masih merasakan takut. Psikiater rumah sakit itu lalu mencoba memberitahu mungkin itu hanya imajinasi mereka, hanya pikiran mereka saja.

Di hari itu kedua perawat tersebut akhirnya bisa kembali bekerja. Beberapa jam di rumah sakit itu, mereka mengalami suatu kecelakaan yang aneh yang membuat mereka tewas seketika. Sore itu, sebuah tabung penyimpanan gas bocor di ruangan dimana hanya kedua perawat itu berada, lalu meledak dan menewaskan mereka di tempat.

Peristiwa itu terjadi hari Kamis pukul 3 sore, sesuai dengan yang bayi buruk rupa itu ramalkan.