Telepon

Ritual telepon adalah sebuah ritual yang memungkinkanmu berhubungan dengan sosok atau makhluk yang berada di dunia lain. Seperti ritual-ritual lainnya, ritual telepon ini sebaiknya tidak dicoba karena akan mungkin akan membahayakan keselamatanmu.

Gambar

Yang kau butuhkan adalah sebuah telepon genggam, sedikit garam, sebuah senter, dan sebuah jimat untuk keselamatanmu.

Pertama, pastikan kau sudah menyiapkan segala hal yang diperlukan – telepon genggam, garam, senter, dan jimat bersamamu.

Setelah tengah malam, ketika kau sudah sendiri di kamarmu. Matikan semua lampu dan pastikan seluruh ruangan gelap gulita.

Setelah itu kunci dirimu di dalam kamar mandi. Namun sebelum kau masuk, tebarkan sedikit garam di sekitar pintunya, agar roh atau makhluk halus tidak masuk ke dalam kamar mandi.

Berikutnya, gunakan senter untuk menerangi air yang ada di kamar mandi.

Terus tatap permukaan airnya.

Sesudah itu, gunakan telepon genggammu untuk menghubungi telepon rumahmu.

Biarkan telepon itu berdering dan jangan pernah memutuskannya di tengah jalan. Jika panggilan itu terputus, hubungi lagi.

Jika kau melihat perubahan di air kamar mandimu atau mendengar suara-suara dari mana pun di dalam rumahmu, segera tutup sambungan telepon itu dan pergilah tebarkan garam di sekitar tempat yang kau rasa telah terjadi keanehan.

Jika ada yang mengangkat teleponmu, segera tutup sambungan itu dan keluar dari kamar mandi. Tebarkan garam di sekeliling telepon rumahmu. Jika kau lakukan itu berarti kau sudah aman sekarang.

Jika ingin memastikan dirimu aman, tebarkan garam di sekeliling rumahmu bahkan jika tidak terjadi apa-apa.

Tolong perhatikan dan tanamkan dalam pikiranmu bahwa ritual ini sangat berbahaya dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Beberapa orang bilang bahwa roh para leluhur atau arwah yang menghuni rumahmu akan mengangkat telepon itu.

Advertisements

Ritual Raku-nene

Ritual Raku-nene adalah sebuah ritual yang berasal dari pulau terpencil di Samudra Pasifik. Ritual ini akan memanggil dan mengundang roh jahat yang bernama Raku-nene. Roh ini akan memberitahukan apakah seseorang mencintaimu atau tidak. Juga akan membunuh orang yang kau cintai itu jika mereka menolak atau tidak menganggapmu.

Gambar

Raku-nene adalah sesosok roh jahat dari Kepulauan Gilbert di Samudra Pasifik – beberapa orang menyebutnya Laut Selatan. Di sana ada sebuah ritual yang terkenal dan sering digunakan oleh para penduduk kepulauan. Ritual itu yang melibatkan roh jahat tersebut untuk mengetahui apakah seseorang mencintai mereka atau tidak.

Untuk mengetahui apakah seorang gadis atau laki-laki mencintaimu atau tidak, kau bisa menanyakannya kepada Raku-nene.

Pertama-tama ambillah selembar daun yang panjang – biasanya yang seperti daun kelapa, dan lipat daunnya, tapi hati-hati jangan sampai kau membelahnya menjadi dua. Lalu, genggam itu di antara jemari dan ibujari tangan kananmu dan ayunkan perlahan-lahan seraya mengatakan mantra ini.

“Katakan Raku-nene. Katakan apakah dia mencintaiku, katakan apakah dia mencintaiku. Katakan, katakan, katakan.”

Setelah kau mengulangi mantra itu tiga kali, belah daun itu menjadi dua. Lalu, bungkus kedua jari telunjukmu dengan masing-masing setengah dari daun tadi untuk membandingkannya. Jika kedua belahan daun itu memiliki tinggi yang sama, berarti orang yang kau cintai tidak menyukaimu. Jika belahan itu memiliki tinggi yang berbeda, berarti dia mencintaimu.

Namun karena melibatkan roh jahat Raku-nene, ritual ini tidak jarang digunakan untuk hal-hal yang jahat. Jika seorang laki-laki atau gadis menolak orang yang mencintainya, maka orang itu dapat memanggil Raku-nene untuk membalasnya.

Untuk melakukan ritual ini, kau harus mengambil sehelai rambut dari kepala laki-laki atau gadis itu dan bungkus rambut itu di sekeliling pahamu. Rambut itu harus tetap berada di pahamu selama tiga hari dan ketika pagi hari di hari yang keempat, bakar rambut itu di atas tumpukan dedaunan.

Melakukan ritual ini akan mengundang roh jahat Raku-nene untuk menghukum orang yang kau cintai. Roh itu akan membuat orang itu merobek-robek pakaiannya, membuat wajah mereka rusak, menyiksa dan akhirnya membunuh orang itu.

Selama bertahun-tahun, banyak orang menyaksikan kematian yang disebabkan oleh Raku-nene di Kepulauan Gilbert. Pada suatu petang, seorang gadis muda ditemukan terbaring tanpa sehelai pakaian di lantai kamar tidurnya, mengerang kesakitan. Wajahnya panas seperti terbakar dan tubuhnya membengkak luar biasa. Matanya terbuka lebar, menatap ke atas dengan biji mata yang membesar.

Ketika seseorang menanyakan mengapa tak seorang pun menolong gadis itu, para penduduk hanya mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Seorang laki-laki yang ditolaknya sudah mengutuknya dan menyerahkan Raku-nene untuk membunuhnya. Dia lebih baik mati karena tidak ada jalan untuk menyelamatkannya.

Gadis itu mulai semakin keras menggelepar kiri-kanan, mencakar kulitnya sendiri dan menggigit orang-orang yang berusaha mendekatinya. Tiba-tiba, dia mulai memekik, “Raku-nene! Raku-nene!” berulang-ulang. Lalu, dengan tatapan yang mengerikan, tubuhnya menjadi kaku hingga nyawanya melayang.

Setelah itu, ketika otopsi digelar, tidak satu pun penyebab kematian dapat di temukan. Gadis itu dinyatakan sangat sehat, dan tidak ada alasan yang dapat membuatnya meninggal, tapi nyatanya memang demikian.

Seiring waktu, ritual ini menjadi kian terkenal dan makin banyak kematian terjadi karena hal ini. Pemerintah Kepulauan Gilbert lalu mengeluarkan peraturan tentang ritual tersebut dan siapa pun yang mencoba mengundang roh jahat Raku-nene akan dijebloskan dalam penjara.

Kotak Telepon

Kotak Telepon merupakan sebuah ritual untuk berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal. Namun perlu diingat bahwa ritual ini kemungkinan dapat membuatmu merasa terganggu, bahkan dalam bahaya. Jika masih ingin melakukannya, tanggung resikonya sendiri.

Gambar 

Hal-hal yang perlu kamu siapkan;

– Bilik Telepon; sebuah kamar mandi.

– Gagang Telepon; sebuah gelas dari kertas atau karton.

– Kotak Telepon; kardus kecil bekas.

– Kabel Telepon; benang jahit sepanjang 1 sampai 2 meter.

– Sebuah jarum dan gunting.

– Beberapa barang milik pribadi orang yang ingin kamu temui, sebagai kekuatan yang mengisi kotak telepon itu.

– Dan terakhir, secarik kertas, sebuah pulpen, dan sebuah alas untuk membantu menulis di atas kertas itu nantinya.

 

Panggilan Keluar

Awalnya, tunggu hingga kamu ingin mengakhiri harimu yaitu di malam saat kamu beranjak tidur. Kini setelah hanya kamu sendiri yang berada di dalam kamarmu, hanya ada malam yang gelap dan dirimu. Tak perlu matikan lampu kamarmu, tapi matikan telepon genggam, televisi, radio, komputer, atau pemutar musikmu. Jangan sampai ada yang memecahkan perhatianmu.

Kamu membutuhkan ketenangan sebelum melakukan ini, dan menunggu saat yang tepat. Tidak ada yang dapat menjelaskan kapan saat yang tepat itu datang, karena hanya kamu sendiri yang akan merasakannya ketika kamu siap. Ketika kamu sudah tidak ragu lagi dalam melakukan ritual ini, saat perasaan itu muncul tanpa ada yang mengganjal.

Di saat itulah, kamu bisa mulai menuliskan kata-kata di kertas yang telah kamu siapkan. Jika surat ini tidak selesai dalam waktu satu jam, pergilah tidur dan cobalah esok hari. Jika kamu sudah melakukan hal ini tiga hingga empat hari dan tetap tak mendapatkannya, maka kemungkinan dirimu memang belum siap melakukannya. Cobalah mengontak orang lain, atau beristirahat saja selama beberapa hari. Mencegah agar surat yang kamu tulis itu memiliki keraguan, karena itu hanya akan membuatnya salah sambung.

Setelah menulis surat itu, jangan pernah mengkoreksinya selama menulis – menghapus atau mencoret kata yang salah. Jangan juga mengambil kertas yang lain lagi. Kertas itu merupakan tulisan pertama dan terakhirmu di hari itu. Jelaskan kepada orang itu mengapa dia harus menghubungimu. Jujurlah, keluarkan semua perasaanmu. Itu tidak selalu mudah, tapi jangan terlalu memikirkannya, tulis saja apa adanya. Inilah yang membuatmu harus menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Ingat jika ada keraguan, itu berarti salah sambung. Jangan pernah melanjutkan telepon yang salah sambung. Jika terjadi, yang terbaik adalah membatalkan segalanya.

Ketika kamu sudah melewati tahap ini, ikatkan benang yang sudah kamu siapkan ke barang milik orang itu, dan dengan jarum jahit, tusuk dasar gelas kertasmu. Lepaskan jarumnya, dan buatlah simpul untuk mengganjal benang itu hingga terkait dengan gelas. Kini kamu memiliki sebuah telepon kertas yang biasa dimainkan anak-anak kecil. Jangan siapkan semua ini sebelum kamu berhasil menulis suratmu. Tulis surat itu dahulu, lalu buat telepon kertas.

Setelah itu, baca surat yang kamu tulis dengan keras ke telepon kertas milikmu. Baca sebaik-baiknya agar orang yang berada di ujung telepon bisa mendengarmu – termasuk kata-kata yang salah yang tidak kamu koreksi. Baca saja semua. Ini merupakan panggilan keluarmu. 

Setelah itu, taruh barang dan surat itu ke dalam kotak telepon yang telah kamu siapkan dan tempatkan kotak itu di lantai di mana bilik teleponnya berada – kamar mandimu. Jangan menutupnya rapat-rapat, biarkan saja terbuka sedikit. Jadi benang yang terikat di barangnya bisa keluar dan masih terhubung dengan telepon kertasmu. Lalu, tinggalkan telepon itu di atas kotak itu begitu saja. Kini kamu telah selesai, tutup pintu bilik telepon itu, matikan lampu dan pergilah tidur. Sekarang tinggal menunggu telepon itu berdering.

 

Panggilan Masuk

Dering telepon yang kamu tunggu akan datang dalam mimpimu, baik tepat di malam itu atau malam-malam berikut setelah kamu melakukan ritualnya. Kamu akan bermimpi orang itu mencoba menghubungimu, dan akan terbangun karena mimpi itu. Biasanya tepat di tengah malam, dan kau akan tahu itu waktunya untuk mengangkat teleponnya.

Jangan nyalakan lampu, dan jangan mengucapkan sepatah kata pun. Bangkit saja dari tempat tidurmu dan masuk ke bilik teleponnya. Jika pintu kamar mandimu masih tertutup dan gelas kertasnya masih ada di atas kotaknya, maka itu sudah berjalan sempurna. Masuk ke dalamnya dengan membuka pintu kamar mandimu sekecil mungkin, dan duduk di dalamnya (bilik telepon yang tertutup sangat penting dalam ritual ini apabila telepon itu berdering ketika cahaya mulai masuk ke kamarmu, karena bilik itu harus tetap gelap). Jika kamu menemukan pintu itu terbuka, atau menemukan gelas kertas itu terjatuh dari tempatnya, batalkan semuanya dan putuskan benang itu. Jangan pernah mencoba menempelkan telepon kertas itu di dekat telingamu. Gunakan gunting jika kamu tidak bisa memutuskan benang itu dengan tanganmu.

Jika kamu berhasil sampai di tahap yang seharusnya, duduklah di lantai dan tempelkan gagang telepon di telingamu sementara tangan yang satunya menutup telinga lainnya untuk membantumu mendengar lebih jelas. Mungkin membutuhkan waktu, tapi tetap jangan berbicara. Jangan bergerak terlalu banyak. Jangan menyentuh kotak teleponnya.

Beberapa orang mengaku mendengar suara dengan jelas setelah menarik dengan pelan benang itu hingga lurus. Ini bisa dilakukan tapi berhati-hatilah agar tidak membuka kotak telepon itu karenanya. Ingat, kotak telepon itu sebagai penerima panggilan dan jika itu terbuka, maka kotak itu harus di biarkan tetap tertutup setidaknya selama beberapa bulan.

Sekali lagi, kamu tidak boleh bersuara, bahkan jika kamu ditanya atau disuruh untuk menjawab. Kamu telah mengatakan bagianmu di panggilan keluar, dan untuk panggilan masuk kamu hanya boleh mendengarnya. Hindari keributan.

Ketika kamu sudah selesai, atau ingin menyudahinya kapan saja, tutup dan tahan penutup kotak itu dengan satu tangan dan tarik benangnya dengan tangan lainnya hingga putus. Dalam keadaan darurat, gunakan gunting. Taruh kotak tertutup itu di suatu tempat yang aman selama beberapa bulan. Kemudian buang gelas kertas itu juga. Lebih baik membakarnya, dan jangan menempelkannya ke telingamu lagi.

Ritual ‘Kemari’

Image

  1. Tutup semua lampu, sehingga tak ada penerangan apapun yang masuk ke dalam kamarmu.
  2. Nyalakan sebuah lilin. Dan dengan lilin itu ditanganmu, kelilingi kamar itu seraya berkata “Kemarilah, kemarilah” berulang-ulang.
  3. Keluar dari kamarmu, dan tetaplah berputar-putar di luar seraya berkata “Kemarilah, kemarilah” berulang-ulang.
  4. Kembali ke dalam kamar dan sembunyi di tempat yang paling sempit.
  5. Selama bersembunyi pastikan kau meniup lilin itu hingga mati.
  6. Tunggu dengan tenang.

Tak pernah ada yang mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, ini beberapa pengalaman orang-orang yang pernah mencobanya.

“Waktu itu kami berdua, saya dan temanku. Saya tidak bersembunyi, cuma duduk di atas ranjangku. Temanku yang pertama kali berjalan mengitari rumah dengan lilin, dan kemudian bersembunyi di bawah ranjang.

Tiba-tiba lilin itu padam ketika dia sedang berjalan, walau tidak ada angin di sekitar sana. Temanku kemudian merasakan seseorang tengah bernafas di dekat telinganya, dia yakin ada sesuatu yang menyentuh kakinya dan dia juga mendengar langkah-langkah aneh selama bersembunyi.

Agak kabur, saya melihat beberapa objek yang aneh dalam kegelapan. Dan saya merasa ada yang memperhatikanku di dalam sana.”

Three Kings

Three Kings atau Tiga Raja adalah permainan pemanggil hantu yang menakutkan dan siapa saja yang memainkan ritualnya akan bisa berhubungan dengan dimensi yang lain.

Ritual Tiga Raja bisa sangat berbahaya, jadi kamu disarankan untuk tidak mencobanya. Dikatakan dengan memainkan ritualnya, kamu bisa berhubungan dengan suatu tempat yang disebut “The Shadowside”. Keberhasilannya tergantung bagaimana baik kamu melakukan intstruksi demi instruksi yang ada dalam ritual permainan ini.

Untuk memainkan permainan Tiga Raja, kamu membutuhkan suatu ruang yang hening dan kosong, lebih bagus lagi kalau tanpa jendela di ruangannya. Jika diperlukan, kamu bisa menutup jendela yang ada, dan pastikan ruangan tersebut gelap seluruhnya. Ruang ini dinamakan Ruangan Kegelapan.

Sebelumnya kamu membutuhkan tiga buah kursi, dua cermin yang besar, sebuah lilin, korek api, kipas angin listrik, dan sebuah jam yang memiliki alarm. Berikut instruksi dari Tiga Raja;

Langkah 1: Tempatkan sebuah kursi di tengah ruangan, menghadap utara. Ini adalah singgasanamu.

Langkah 2: Tempatkan dua kursi lainnya tepat di kiri dan kanannya, dan berhadapan pada singgasana milikmu. Kedua kursi ini akan dijadikan sebagai milik sang Ratu dan si Bodoh.

Langkah 3: Tempatkan dua buah cermin yang besar di atas kursi sang Ratu dan kursi si Bodoh. Cermin-cermin itu harus saling berhadapan satu sama lain. Dan jika kamu duduk di singgasanamu, melihat lurus ke depan, kamu harusnya hampir tidak bisa melihat pantulan dirimu dalam kedua cermin tersebut. Jika kamu melihat pantulan dirimu sendiri dengan sudut matamu, dan nyaris tidak bisa, itu berarti kamu sudah melakukannya dengan benar.

Langkah 4: Tempatkan kipas angin listrik dibelakangmu, menghadap pada singgasanamu, dan nyalakan kipas itu. Tinggalkan begitu saja.

Langkah 5: Padamkan semua lampu, biarkan pintu terbuka dan pergi ke kamar tidurmu.

Langkah 6: Taruh sebuah lilin, korek api, alarm jam, dan telepon selular tepat di samping tempat tidurmu. Atur alarm tersebut tepat pukul 3:30 AM (dini hari). Padamkan lampu dan tidurlah seraya memegang mainan masa kecilmu.

Langkah 7: Jika alarm itu berbunyi pada 3:30 AM, matikan dan bangkit dari tempat tidurmu, tapi jangan nyalakan lampu. Kamu memiliki 3 menit untuk menyalakan lilinmu dan jalan menuju ke Ruangan Kegelapan untuk duduk di singgasanamu. Kamu harus duduk disana tepat 3:33 AM.

Jika alarm tadi tidak berbunyi tepat pukul 3:30 AM, gagalkan ritual ini.

Jika pintu di Ruang Kegelapan tertutup (ingat, kamu tadi membiarkannya terbuka), gagalkan ritual ini.

Jika kipas angin tidak menyala (ingat, kamu tadi membiarkannya menyala), gagalkan ritual ini.

Jika kamu tidak duduk di singgasanamu tepat pukul 3:33 AM, gagalkan ritual ini.

Jika kamu ingin menggagalkan ritual ini, tinggalkan rumah segera. Setelah 4:44 AM, sudah aman untuk kembali ke rumah.

Jika semua berjalan sesuai rencana, kamu bisa melanjutkan ritual tadi. Duduk di singgasanamu, lihat lurus ke depan dan pandangi kegelapan yang ada. JANGAN melihat ke arah cermin.

Tidak ada lagi yang bisa di katakan, yang kamu tahu kini kamu tidak sendiri lagi. Jika kamu memiliki pertanyaan, kamu akan mendapat jawabannya. Kadang jawaban tersebut akan datang dalam bentuk pertanyaan baru.

Apapun yang kamu lakukan, pastikan JANGAN melihat langsung ke arah cermin atau lilin. Pandang lurus saja ke depan, dan jangan merasa takut juga. Kamu harus duduk disana hingga 4:44 AM. Tinggallah begitu saja dan jangan mencoba bergerak. Tidak apa-apa merasa gemetar sedikit. Kamu hanya butuh tinggal duduk disana paling tidak 1 jam dan 11 menit.

Tidak ditentukan kursi mana yang sang Ratu dan mana yang merupakan kursi si Bodoh. Karena itu semua adalah tugasmu untuk mencari tahu. Juga, menurut pandangan mereka, kamu juga bisa saja menjadi Ratu mereka atau si Bodoh. Karena itulah namanya, Tiga Raja.

JANGAN biarkan lilin itu padam atau ritual tersebut akan berakhir. Ini adalah sesuatu yang akan melindungimu. Ingat, kipas berada di belakang kamu. Tubuhmu berada diantara kipas dan lilin tersebut. Jika tubuhmu bergerak atau keluar dari kursi itu, kipas tadi akan segera meniup lilin itu. Lilin itu mungkin bisa menyelamatkan hidupmu.

Untuk mengakhiri ritual ini, kamu bisa meniup lilin itu pada pukul 4:44 AM.

Jika lilin itu padam sebelum 4:44 AM, tanggung sendiri akibatnya..

Hati-hatilah. Sebaiknya jangan mainkan permainan ini.

Percakapan Satu Orang

Permainan ini adalah sebuah ritual untuk berhubungan dengan makhluk halus. Yang dibutuhkan hanyalah dua buah bangku dan sebuah ruangan.

Gambar

Setelah menyiapkan bangku itu, lakukan hal berikut :

*      Saat tengah malam, masuk ke sebuah ruangan yang sunyi di mana kau bisa sendirian, lalu tempatkan dua bangku itu saling berhadapan satu sama lain.

*      Duduk di salah satu bangku itu, sementara biarkan bangku yang lain itu kosong.

*      Matikan semua lampu dan biarkan ruangan itu segelap mungkin.

*      Mulailah bercakap-cakap dengan bangku kosong itu. Isi percakapanmu bisa apa saja; cerita hantu, cerita tentangmu atau masalahmu. Apapun yang dapat menahan yang mendengarnya untuk mengetahui lebih.

*      Sesaat kemudian kau akan menyadari bahwa suaramu mulai terasa berat, lalu kau sadar …

*      Seseorang ada di sana.

Namun, ada yang mengatakan bahwa kau harus meminum segelas air dengan rambut di dalamnya sebelum melakukan tahap pertama. Tidak ada cara yang diberikan untuk mengakhiri ritual ini.

Seseorang yang telah melakukan hal ini berkata, “Saya tidak bisa melakukannya hingga akhir. Sangat sangat menakutkan. Saya merasakan kuat kehadiran sesuatu, dan saya langsung memohon maaf dan pergi tidur.”

Elevator

 Elevator adalah permainan atau ritual yang dapat membuat pelakunya menuju ke dunia lain. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah gedung berlantai sepuluh atau lebih dengan sebuah lift di dalamnya.Gambar

Lakukan hal-hal berikut :

*      Masuk ke dalam lift. Sendirian.

*      Ketika di dalam lift, pergilah ke lantai-lantai sesuai urutan berikut; Lantai 4 → Lantai 2 → Lantai 6 → Lantai 2 → Lantai 10. Jika seseorang masuk ke dalam lift selama kau melakukan ini, ritualnya batal.

*      Ketika terakhir kau tiba di lantai 10, tekan tombol ke lantai 5. Jangan keluar.

*      Ketika tiba di lantai 5, seorang wanita akan masuk dan bersamamu dalam lift. Jangan bicara padanya.

*      Setelah wanita itu masuk, tekan tombol ke lantai 1.

*      Setelah menekan tombol ke lantai 1, lift malah akan membawamu naik ke lantai 10 bukan turun ke lantai 1. Jika kau menekan tombol lain pada titik ini kau akan menggagalkan seluruh ritual ini, tapi inilah satu-satunya kesempatanmu untuk keluar dari semua ini.

*      Jika lift yang kau tumpangi telah melewati lantai 9, itu pertanda bahwa ritual yang kau lakukan telah sempurna.

Hanya ada satu cara untuk mengetahui apakah kau berhasil atau tidak menjalani ritual tersebut. Dunia yang kau singgahi sekarang hanya ada satu orang di dalamnya – dirimu. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi kemudian setelah kau tiba di sana. Konon, wanita yang bersamamu di lift ketika tiba di lantai 5 bukanlah seorang manusia.

 

Seseorang telah melakukan ritual ini. Begini kesaksiannya :

Saya sudah mencobanya!

Perusahaan tempatku bekerja kebetulan memiliki gedung berlantai sepuluh.

Saat itu hari libur dan tak seorangpun berada di sana.

Jadi saya mencoba 4 → 2 → 6.

Lantai 6 adalah tempatku bekerja dan saya bisa melihat kantorku kosong dari dalam lift.

Lalu saya pergi ke 2 → 10. Tidak seorangpun masuk ke dalam. Benar-benar hari libur.

Lalu saya tiba di lantai 5, pintu terbuka, dan saya lihat seseorang berdiri di sana!

Seorang wanita juga!

Saya terkejut dan sedikit menarik nafas.

Tapi itu hanya rekan kerja seniorku, Ms. _ (nama samaran). Dia seorang wanita yang berusia sekitar 30an.

Dia tertawa melihat reaksiku.

“Kau juga kerja lembur, Ms_?” kataku dan membiarkannya masuk.

Saya baru saja hendak menekan tombol ke lantai 1, tapi saya pikir, tampak aneh sekali orang datang pagi-pagi sekali ke gedung ini lalu bergegas pergi, dan lagipula ritual itu telah berakhir, jadi saya menyerah dan menekan tombol ke lantai 6.

Ketika baru saja keluar dari lift saya rasa saya mendengar seseirang membunyikan lidahnya di belakangku.

Saya menoleh kembali tapi pintu lift baru saja tertutup dan saya tidak yakin jika Ms. _ yang membuat suara itu.

Mungkin hanya khayalanku.

Jadi tidak ada yang terjadi padaku sama sekali.

Tapi saya penasaran apa yang Ms. _ lakukan di lantai 5 hari itu.