Apartemen Blok 9 Eunos Crescent

Cerita ini merupakan pengalaman dari seorang penjaga apartemen di Singapura, tepatnya di Blok 9 Eunos Crescent. Kejadian itu terjadi pada bulan ke 7 dari penanggalan Cina dan seperti biasa, di saat-saat seperti itu memang dikenal sebagai bulan di mana hantu-hantu bergentayangan.

Gambar

Saat itu saya tengah berpatroli dengan rekanku pada pukul 3 lewat dinihari, ketika kami menerima sebuah laporan dari Pos Divisi Penjaga untuk melayani keluhan dari salah satu penghuni blok apartemen.

Kami tiba di sana dan mengetuk pintu apartemen itu sekitar 10 menit kemudian. Pintu itu dibuka oleh seorang wanita yang berusia kira-kira di awal 20 tahunan. Dia menggunakan sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya – dia histeris. Wanita itu menggenggam sejumput bawang putih dan sebuah salib di tangannya, serta sebilah pisau di tangan yang satunya.

Dia tampak mulai tenang ketika melihat kami dan segera mengajak kami masuk ke rumahnya dan mengantar kami ke dapur. Dia berbicara dengan penuh semangat dan terlalu cepat, sehingga membutuhkan waktu bagi kami untuk mencernanya. Saya lalu bilang padanya untuk menaruh pisau dan barang-barang lain yang dibawanya terlebih dahulu – dia hanya menaruh pisau itu, tidak dengan bawang putih dan salib yang masih di tangannya. Katanya itu untuk melindungi kami. Lalu lanjut mengantar kami ke dapurnya.

Di dalam dapur kami melihat sebuah gelas seperti telah dibanting, dengan sebuah cairan yang kami yakini adalah kopi. Ada juga beberapa laci tergeletak di lantai dengan isi yang berhamburan keluar di sekeliling dapur. Ada bau yang menyengat seperti kotoran dan beberapa oli hitam yang tebal di lantainya. Juga beberapa pakaian yang compang-camping.

Wanita itu kemudian mengiring kami melihat jendela dapurnya dan menunjuk ke sebuah pohon yang berada sekitar 10 meter dari jendela itu. Dia kemudian bertanya kepada kami, “Kalian lihat dia?” Saya jawab, “Lihat apa?”

Dia melihat kami dengan tatapan tak percaya, dan bertanya lagi. “Kalian lihat sosok itu?” Sekali lagi saya menjawab, “Sosok apa? Bu, tidak ada apa-apa di sana!”

“Pak, apa kau buta, di sana ada sesosok laki-laki yang berdiri di ranting pohon itu, dan tangan kanannya sedang menggenggam kepala buntungnya, tersenyum dan melihat kita sekarang!”

Berdua, saya dan rekan segera memperhatikan lama-lama ke arah pohon itu tapi tak satu pun dari kami melihat sesuatu. “Ibu, apa kau sedang mengkomsumsi obat-obatan?” Dia menggelengkan kepalanya. “Apa kau mengatakan bahwa ada seorang laki-laki berkepala buntung di ranting pohon yang ada di luar rumahmu dan dia menggenggam kepala di tangannya?” Dia mengangguk.

Saya menoleh ke rekanku dan mengatakan “32”, rekanku itu juga menganggukkan kepalanya. (32 adalah kode polisi yang mengisyaratkan Orang Gila). Saya menoleh kembali kepadanya dan mengatakan, “Bu, tidak ada apa-apa di luar! Dan saya rasa itu hanya imajinasimu yang terlalu keras bekerja.”

 

Wajahnya mendadak pucat dan kami mengantarnya kembali ke ruang tamu, dan beginilah ceritanya selanjutnya berjalan.

 

Janet – bukan nama sebenarnya, adalah seorang warga negara Singapura keturunan China dan telah menikah dengan suaminya yang kini masih berada di Malaysia karena pekerjaannya. Mereka baru saja pindah kemari 3 bulan setelah pernikahan mereka.

Suaminya Jack – juga bukan nama sebenarnya, adalah seorang tenaga penjualan oli pelumas dan harus rutin pergi ke negara-negara yang ada di Asia Tenggara untuk melayani kliennya.

Suaminya telah meninggalkannya untuk pergi ke Malaysia pagi-pagi sekali hari ini, dia harus berada di Kuala Lumpur untuk menemui salah satu kliennya.

Janet bilang, “Pak Petugas, apa yang akan saya ceritakan padamu ini, walau tidak biasa dan mungkin terdengar gila atau saya seperti orang yang kecanduan obat-obatan, tapi saya bisa memastikan bahwa 100% saya tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau pun gila. Apa yang saya akan ceritakan benar-benar nyata!”

Saat saya tidak bisa tidur, saya mencoba membuatkanku segelas kopi sebelum menonton VCD. Ketika saya masuk ke dapur, saya bisa merasakan sesuatu yang aneh telah hadir. “Perasaan itu seperti seseorang memperhatikanku dari jauh”. Berpikir itu hanya imajinasiku, saya melanjutkan membuat kopiku. Saat itu juga semua lampu mendadak padam, meninggalkanku dalam kegelapan.

Apa yang kucoba lakukan hanyalah menemukan sebuah lilin dan korek api dari salah satu laci di dapur, namun saya melihat seseorang melompat masuk ke dalam dari jendela. Sosok itu kemudian berusaha memperkosaku. Dia menarikku dari tempatku dan memelukku. Tangannya menggerayangi tubuhku. Sosok itu kemudian mencoba menelanjangiku dan akhirnya berhasil merobek piyamaku.

Saya sedang berusaha melawannya, ketika saya menangkap penampakan dari sosok yang menyerangku itu. Dia tinggi, besar dan hitam. Tubuhnya di lapisi minyak yang lengket atau oli mesin. Kedua matanya menyala terang berwarna kuning seperti macan. Saya kemudian berhasil mengambil papan cuci dan memukulnya di kepala dengan itu. Sosok itu menyerah dengan pekikan yang keras setelah kepalanya jatuh menggelinding. Dia lalu bangkit, mengambil kepalanya dan melarikan diri keluar dari dapur dan singgah di ranting pohon yang ada di luar apartemenku. Sosok itu masih duduk di atas pohon itu di luar.

Wanita itu kemudian menunjukkan piyamanya yang robek, yang ada di dapurnya. Di piyama itu, ada dua bekas tangan yang terlihat jelas di permukaannya. Itu bekas tapak yang tercetak dari oli dan lumpur dan tampak jelas sekali.

Ketika rekanku selesai mengirim laporan tentang itu ke Pos Penjaga, Kepala Operator kami menyuruhku menelepon balik. Aku lalu memerintahkan rekanku untuk tinggal bersama wanita itu sementara saya turun ke bawah menggunakan telepon umum.

Saat itu sudah hampir pukul 4. 35 ketika saya berbicara dengan Kepala Operatorku. Dia mengabarkan bahwa ada sebuah mobil yang terlibat dalam sebuah kecelakaan fatal di jalan tol pada pukul 1 dinihari tadi. Mobil itu selip dan terjungkal balik hingga masuk ke sebuah sungai kecil yang ada di sana. Tubuh dan kepala korban kemudian ditemukan terpisah dari kejadian itu. Saya membalasnya, “Sersan, saya masih menangani sebuah kasus juga!” Saya pikir dia ingin saya bergabung dengan kesatuan yang menangani itu. Kadang-kadang ketika sebuah lokasi sulit ditemukan, mereka akan meminta bantuan untuk mencarinya.

“Kapten Christopher, biarkan saya menyelesaikannya.” kata Kepala Operator.

“Dari isi yang ada di dalam dompet korban, diketahui bahwa korban adalah Jack Lim yang tinggal di blok apartemen Ubi Ave. Apartemen itu adalah apartemen yang sama, yang kau tangani sekarang!… Kau harus mengabarkan kecelakaan ini kepada istrinya.”

Saya lalu kembali ke apartemen itu dan memberitahu kabar buruk ini kepada Janet setenang yang saya bisa. Ketika saya memberitahunya, dia goyah dan jatuh ke lantai. Kami membawanya ke ruang tamu dan membaringkannya di atas sofa. Saya kemudian menghubungi Ambulance.

Sambil menunggu kedatangan Ambulance, rekanku dan saya mendengar suara tangisan yang meratap keluar dari dapurnya. Kami pergi memeriksa dari mana suara itu, dan menemukan jejak suara itu berasal dari pohon yang ada di luar. Walau begitu, tak satu pun dari kami bisa melihat sesuatu tapi itu sudah cukup membuat bulu kuduk kami merinding.

Ketika Ambulance datang, Janet dibawa ke rumah sakit. Setelah itu diketahui bahwa dia pun meninggal di malam yang sama tanpa pernah sadar kembali.

Setelah kejadian tersebut, kapan pun saya menangani kasus yang ada di blok apartemen, kenangan itu tidak pernah gagal membuatku bergidik.

Saya harap jiwa-jiwa mereka menemukan kedamaian di mana pun mereka berada.

Advertisements

Jual Garam

Gambar

Beberapa waktu yang lampau di Singapura, ada sebuah urban legend yang mengatakan bahwa jika kau membawa garam di sebuah pemakaman, maka hantu-hantu yang ada di sana akan mendatangimu untuk membeli garam milikmu. Jika kau menjualnya, maka hantu-hantu itu akan membayarmu dengan ‘uang alam baka’. Uang itu kemudian akan berubah menjadi uang $50 jika kau berhasil keluar dari pemakaman tersebut.

Tapi untuk bisa keluar hidup-hidup dari pemakaman itu, ada dua hal yang harus kau turuti. Pertama jangan pernah melihat rupa mereka. Kedua jangan pernah meninggalkan pemakaman itu sebelum matahari terbit. Jika kau berhasil menurutinya, maka diyakini uang yang dibayarkan padamu akan berubah menjadi uang sungguhan tepat saat pagi menjelang.

Ritual semacam ini konon dilakukan oleh orang-orang Singapura di beberapa waktu lalu – sekarang tampaknya sudah tidak terdengar kabarnya. Orang-orang biasa terlihat berjalan di pemakaman di dinihari sekitar pukul 3, hanya untuk mencoba atau menguji legenda ini.

Ada beberapa hal lain lagi yang beredar di masyarakat terkait urban legend ini. Bagi mereka yang benar-benar tertarik melakukannya, ada beberapa petunjuk agar bisa berhasil salah satunya pergi ke pemakaman itu saat tengah malam dan kenakanlah pakaian yang memiliki penutup kepala, bawalah beberapa kertas mahyong dan sebarkan itu semua di tanah dan jangan lupa membawa garam yang telah terbungkus dengan rapi. Setelah semua itu disediakan, tak lama tangan-tangan tanpa pemilik akan muncul di hadapanmu dan meminta garam milikmu. Berikan pada mereka dan mereka akan membayarmu dengan uangnya. Pada titik ini, jangan pernah mendongakkan kepalamu. Ketika matahari terbit, bereskan semua barang-barangmu. Tinggalkan pemakaman itu dan jangan pernah melihat ke belakang.

Menurut legendanya, konon hantu-hantu itu membutuhkan garam agar bisa mempertahankan jasmani mereka setelah meninggal. Karena tubuh mereka akan membusuk di dalam kubur, maka garam akan membantu mempertahankan kebersihannya seperti kita membutuhkan air untuk mandi.

Hal lain lagi adalah garam yang kamu bawa jangan pernah sampai habis. Jadi bawa garam itu dalam beberapa keranjang sebanyak mungkin dan duduk di sana tanpa melakukan apa-apa dan hanya perhatikan keranjangmu. Apa pun yang terjadi kau hanya bisa melihat keranjang itu.

Menurut cerita yang beredar, uang yang diberikan itu akan berubah menjadi $50 dan harus dihabiskan dalam seminggu. Selamat mencoba!

Killer Pond

Gambar

Killer Pond atau Kolam Pembunuh merupakan urban legend yang menyeramkan dari Singapura. Menceritakan kejadian misterius yang menimpa sebuah keluarga terkait suatu kolam, yang berada di suatu perkampungan di Singapura.

Pada tahun 1979, 2 orang anak hilang di sekitar kolam bunga lily atau biasa di sebut Kolam Lily. Mereka terakhir kali terlihat berjalan di depan kolam itu oleh teman sekelasnya. Sejak itu mereka hilang entah kemana. Lokasi kolam itu sendiri berada 300 meter dari Woody Lodge di Kampong Lorong Buang Kok.

Adalah Nyonya Teng seorang janda dan merupakan ibu dari kedua anak yang hilang itu. Setelah mendengar kabar kehilangan 2 orang anaknya, dia sangat sedih dan pada sore di hari yang sama pula Nyonya Teng pergi mencari di dekat kolam lily itu dengan raut wajah yang putus asa. Berharap mendapati kembali kedua anaknya yang hilang. Tetapi seperti nasib kedua anak itu, Nyonya Teng juga tak pernah kembali ke rumahnya sejak itu.

Esoknya pada pagi hari seorang tetangga lalu menemukan gaun putih di dalam kolam tersebut, tapi tak menemukan satu pun sosok pemiliknya. Kabar ini dengan cepat menyebar di seluruh kampung, lalu semua warga menjadi ketakutan dengan insiden aneh yang terjadi belakangan ini. Sekarang, tak satu pun orang berani lewat di sekitar kolam lily itu.

Suatu hari, ada 3 orang siswa politeknik berjalan-jalan dan melihat-lihat ke tempat dimana Kolam Lily berada. Mereka bermain dan bercanda disana hingga larut malam, salah satu dari mereka mencoba bersantai dengan memasukkan kakinya ke kolam tersebut. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang menarik turun kakinya dari dalam air. Kedua temannya terkejut dan lalu berusaha keras menariknya keluar secepatnya dari kolam itu.

Beberapa saat mereka berusaha sekuat tenaga sebelum akhirnya dapat menyelamatkan temannya itu. Di kakinya, dia melihat ada bekas cakaran panjang seperti 5 jari yang membuat kakinya berdarah. Yang lebih mengerikan, siswa yang jatuh ke dalam kolam itu menceritakan bahwa ada seorang wanita paruh baya yang berpakaian putih bersama-sama dengan temannya membantu menariknya keluar dari kolam. Mendengar itu, kedua temannya cuma dapat saling bertatapan dan tak berkata apa-apa namun wajah mereka menyiratkan ketakutan.

Kejadian aneh yang menimpa ketiga siswa Politeknik itu kemudian diketahui oleh warga kampung disana. Warga kampung lalu beranggapan bahwa mungkin wanita berpakaian putih itu adalah Nyonya Teng yang hilang tempo hari, mereka pun percaya ada ‘sesuatu yang jahat’ di dalam kolam itu. Mereka akhirnya menutup jalan dan menyegel kolam itu.

Walau begitu, kejadian-kejadian aneh tidak berhenti terjadi meski kolam tersebut telah disegel. Beberapa warga disana bersaksi melihat roh Nyonya Teng muncul di dalam hutan di dekat sana, sesaat setelah matahari terbenam. Mereka mengatakan Nyonya Teng kelihatan bingung dan rambutnya selalu basah, begitu menurut warga yang pernah melihat penampakannya.

Kampung itu memang masih dikelilingi dengan hutan-hutan yang lebat. Sejak cerita itu menyebar, tak seorang pun berani keluar ketika malam hari tiba. Namun cerita hantu Nyonya Teng kian banyak dan makin bertambah, anak-anak kecil menangis tiba-tiba tanpa sebab. Beberapa anak yang cukup dewasa mengatakan melihat wanita berpakaian putih dengan rambut yang basah mendadak muncul di samping mereka dan menanyakan dimana rumahnya, beberapa anak yang lain yang tak melihat penampakan itu justru merasa seperti ada yang bernafas lembut dilehernya dan mendengar bisikan-bisikan “Dimana saya? Dimana rumahku?”.

Penampakan demi penampakan beserta kabar menakutkan ini kian di percaya warga di kampung tersebut. Sehingga suatu malam mereka memutuskan untuk berkumpul membahas masalah ini. Mereka akhirnya sepakat memanggil seorang paranormal dari Ipoh. Paranormal ini lalu menyelidiki tiap daerah di kampung itu. Setelah berkeliling, dia mengatakan bahwa satu dari tiga bagian roh Nyonya Teng telah hilang. Nyonya Teng mungkin kehilangan bagian itu ketika mengalami sesuatu yang mengerikan, tapi tak seorang pun tahu apa yang dihadapi Nyonya Teng ketika itu dan bagaimana dia kehilangan bagian rohnya tersebut.

Paranormal tadi menambahkan bahwa tanpa roh yang lengkap, Nyonya Teng tak dapat pergi ke alam setelah kematian atau biasa di sebut alam baka. Dan karena rohnya tidak lengkap, roh itu tak mungkin bisa pulang dan akan bingung menentukan arah pulang ke rumahnya. Dengan kata lain, roh yang tidak lengkap akan menjadi penghuni suatu tempat, biasanya tempat itu adalah tempat dimana dia meninggal. Warga lalu merasa mungkin telah melakukan kesalahan dengan menutup jalan menuju ke kolam lily itu dan menyegelnya terlalu cepat, tapi semua itu sudah terlambat.

Warga lalu menjadi khawatir karena mungkin arwah Nyonya Teng sudah tak mengenali siapa-siapa dan dengan membabi-buta bergerak menakuti-nakuti warga sekitar. Warga kampung lalu meminta paranormal itu untuk berbuat sesuatu.

Setelah berpikir beberapa lama, paranormal itu mendapatkan ide. Dia lalu melakukan ritual di depan rumah Nyonya Teng 7 hari berturut-turut dan menyarankan seorang anak gadis yang masih perawan yang lahir di tahun Ular atau Kuda untuk melukis wajah Nyonya Teng di depan pintu rumahnya. Hal itu dilakukan agar jika ketika roh Nyonya Teng melihat lukisan itu, dia dapat mengingat rumahnya. Sementara warga yang lain bahkan memperbaiki ulang dan merias kembali rumah Nyonya Teng serapi mungkin.

Sejatinya Nyonya Teng berencana memiliki kondominium dengan suaminya dan keluar dari kampungnya itu. Hal itu hampir saja terwujud, ketika suaminya pulang dari Taiwan. Tragisnya, suaminya lalu meninggal dalam kecelakaan mobil. Impian dan rencana Nyonya Teng akhirnya tak terwujud sampai sekarang.

Setelah ritual demi ritual selesai dan lukisannya telah digambar di pintu rumah Nyonya Teng, sejak itu tak ada lagi kabar penampakan roh Nyonya Teng yang dilaporkan. Warga Kampong Lorong Buang Kok kembali hidup sedia kala.

Sekarang, saat ini, sebuah sofa yang disumbangkan oleh warga kampung ketika itu masih tersimpan di depan rumah Nyonya Teng. Mereka berpikir agar Nyonya Teng dapat beristirahat disana ketika dia menemukan rumahnya. Warga yang baik hati ini bahkan menyediakan semangkuk nasi dengan beberapa lauk pauk diatasnya dan diletakkan di depan rumah tersebut. Di jalan masuk kampung itu, beberapa pengemudi yang kebetulan melewati daerah tersebut masih biasa berdoa di altar yang disediakan di samping jalannya.

Hari ini, misteri itu sudah hampir terlupakan. Hanya beberapa orang tua warga di sana yang masih mengingatnya. Rumah, lukisan Nyonya Teng, dan sofa pemberian warga pun sudah ditinggalkan usang begitu saja.

Kolam Lily sudah lama tersegel dan cuma segelintir orang yang mengetahui keberadaan kolam itu, bahwa pernah terjadi peristiwa yang tak dapat diterima oleh akal sehat disana sebelumnya.

Dimanakah roh Nyonya Teng sekarang? Apakah dia pulang ke rumah atau sudah di lain dunia? Apa yang terjadi dengan kedua anaknya yang hilang dahulu? Apakah yang berada dalam Kolam Lily? Sampai sekarang pertanyaan-pertanyaan itu tak akan pernah terjawab, mungkin hanya Tuhan yang tahu.

SQ 006

Gambar

Sebuah pesawat terbang yang menuju ke Los Angeles dari Singapura dengan kode penerbangan SQ 006 mengalami sebuah tragedi yang mengenaskan ketika berada disana. Salah seorang pramugarinya ditemukan terbunuh dalam keadaan terpotong-potong didalam sebuah lemari hotel di Los Angeles. Pembunuhnya merupakan rekan sekerjanya yang berketurunan Eurasia. Lelaki ini kemudian dihukum di penjara Amerika Serikat untuk menebus kejahatannya.

Jasad Pramugari yang tewas itu kemudian dipulangkan ke Singapura dalam penerbangan balik berkode SQ 005. Anehnya, jasad itu dibalut dengan pakaian merah ketika dibawa ke negaranya, persis dengan warna yang dipakai pramugari tersebut ketika menuju ke Los Angeles. Lebih anehnya lagi, ibu dari pramugari itu pun mengenakan balutan pakaian berwarna merah untuk menyambut jasad putrinya. Entah apa maksudnya, tapi dalam kepercayaan di Singapura bahwa orang yang mati dengan pakaian merah akan bangkit untuk menuntut balas atas kematiannya.

31 Oktober 2000, tepat satu tahun setelah kematian pramugari tersebut. Pesawat Boeing 747-412 9V-SPK dengan kode penerbangan SQ 006 dari Bandara Internasional Chang Kai Shek di Taipei hendak pulang kembali dinegaranya Singapura. Malangnya, pesawat itu mengalami kecelakaan tragis yang memakan sejumlah korban. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang sama dengan yang ditumpangi oleh pramugari malang itu untuk terakhir kalinya. Kebetulan tidak sampai disana, pada saat kecelakaan itu terjadi, hari itu juga bertepatan dengan dibebaskannya pembunuhnya dari penjara.

Melihat rangkaian kejadian memilukan sekaligus menakutkan ini, manajemen dan tim yang menyelidiki kecelakaan yang menimpa pesawat mereka kemudian mengganti kode penerbangan SQ 006 dengan kode SQ 030, begitu juga dengan penerbangan baliknya yang berkode SQ 005 menjadi SQ 029. Hal ini dilakukan setelah mereka melakukan penyelidikan menyeluruh atas penyebab terjadinya kecelakaan itu. Mereka menyebutnya “sesuatu yang mengerikan” dan percaya bahwa kekuatan supranatural yang membuat penerbangan SQ 006 itu bernasib naas.

Namun legenda kadang tidak sejalan dengan fakta yang terungkap. Sebenarnya pramugari yang bernama Chang Yu itu terbunuh pada tanggal 25 Oktober tahun 1995. Dia dibunuh oleh rekannya yang tertangkap di Singapura dimana kemudian dia dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalani hukumannya. Lelaki yang tidak disebutkan berdarah Eurasia ini akhirnya diketahui bernama Zaini Jeloni, dan dia dibebaskan setelah menjalani hukumannya pada tanggal 8 Januari 2001.

Cerita yang mengatakan jasad pramugari yang ditemukan dalam sebuah lemari hotel di Los Angeles dengan keadaan sudah terpotong-potong juga terbantahkan, karena sebenarnya jasadnya ditemukan dalam keadaan tercekik dengan bukti luka-luka yang ada dikepala dan perutnya.

Terlepas dari beberapa fakta yang dapat meragukan keberadaan misteri SQ 006 –yang telah menjadi urban legend dikalangan orang-orang yang terlibat dalam penerbangan di Singapura, ada beberapa misteri yang masih menyelimuti ketika kecelakaan itu terjadi.

Menurut hasil wawancara orang-orang yang selamat dari kecelakaan di Taipei tersebut, cerita menakutkan keluar dari salah satu pramugari juniornya. Kabarnya ketika menghitung kembali jumlah penumpang di kelasnya masing-masing, dia mendapati seorang penumpang tambahan di kelas ekonomi. Dia bahkan sudah menghitung 5 kali dan memanggil rekannya untuk menghitung ulang, tapi mereka tetap mendapat hasil yang sama yaitu seorang wanita yang tidak seharusnya berada di pesawat itu hadir di salah satu kursi kosongnya. Ketika pramugari junior itu memberitahukan hal ini kepada kepala pramugarinya, dan mereka bersama-sama menghitung ulang, wanita yang disangkanya penumpang tambahan tadi telah lenyap.

Cerita lain datang dari seorang pria yang menjadi pengawas penerbangan pesawat itu –yang kebetulan dapat ‘melihat’ hal-hal gaib, katanya saat berada dipesawat itu dia melihat seorang wanita bolak-balik di dekat sebuah meja di kabin pesawat kelas utama, ketika itu dia tidak menegurnya. Namun ketika dia hendak menuju ke tempat duduk kelas utama, tak ada tanda-tanda dari wanita itu.

Seorang pramugara keturunan Eurasia juga didaftarkan menjadi salah satu korban dari kecelakaan tersebut. Entah kabar ini ada hubungannya dengan tersangka pembunuh Chang Yu yang dikatakan berdarah Eurasia, atau hanyalah rumor yang tidak benar.

Urban legend yang mengaitkan kedua peristiwa memilukan dari sebuah maskapai penerbangan ini menjadi hangat dibahas oleh masyarakat internet di Singapura sampai sekarang.

Old Changi Hospital

Gambar

Dibangun pada tahun 1930 dan berlokasi di Netheravon Road di Changi, Singapura, Old Changi Hospital (OCH) memiliki sejarah yang panjang dan beragam hingga menjadikannya seperti sekarang.

Dengan bangunan bergaya klasik, OCH bisa dilihat mirip dengan bangunan Kolonial Inggris pada awal tahun 1920an. Anehnya OCH pertama kali dibangun bukan untuk sebuah rumah sakit. Selama kependudukan Inggris disana, mereka berencana memperkuat pasukan mereka yang berada di timur Singapura. Tempat itu terpilih karena berada di puncak bukit yang bisa melihat secara keseluruhan laut yang berada dibawahnya dan terbentang dari timur hingga selatan pulau tersebut. Kira-kira selama 10 tahun sebelum masa perang, bangunan klasik dengan tinggi hingga lantai 7 ini digunakan sebagai barak dan tempat tinggal bagi prajurit Inggris.

Selama penyerangan agresi Jepang yang berlangsung dari Malaya pada Februari 1942, Changi merupakan target pertama untuk diserang. Dalam sehari atau dua hari, tempat itu telah dikuasai oleh tentara Jepang yang bergerak dari Puala Ubin. Tak membutuhkan waktu lama OCH diubah menjadi sebuah rumah sakit militer untuk merawat tentara-tentara dan penduduk yang terluka. Tempat itu kemudian menjadi rumah sakit umum dengan bangsal khusus militer dilantai tiganya.

Sejak Februari 1997 setelah itu, OCH ditutup untuk beroperasi. Tempat itu ditutup dan ditinggalkan tak berpenghuni sejak itu. Menurut seorang sumber, OCH ini akan tinggal seperti itu hingga dibuka kembali untuk menjadi Kamp Tentara atau Pelatihan Officer Cadet School (OCS).

Terlepas sejarah panjang yang melekat pada bangunan ini, cerita-cerita tentang bangunan tersebut dihantui oleh sejumlah makhluk halus sudah dimulai sejak tahun 1940an. Rumah sakit itu sendiri sudah 70 tahun lebih memiliki sejarah panjang dengan bertahan dari Perang Dunia II yang berlangsung dari tahun 1942 hingga 1945, menyaksikan kejatuhan Singapura dan berbagai penyiksaan terhadap tawanan perang yang terjadi disana. Karena itu, penampakan hantu dari berbagai ras dan keturunan yang berbeda-beda merupakan hal yang biasa terlihat berkeliaran di sekitar tempat ini.

Haunted Ward

Salah satu tempat yang paling berhantu di Rumah Sakit Changi ini adalah bangsalnya yang biasa disebut dengan Bangsal Berhantu. Dalam bangunan OCH, kau akan dapat melihat langit-langit yang menjulang. Bangsal dan ruangan itu tak pernah ditutup. Gaya bangunan ini membuat saluran udara mudah mengalir sehingga tidak membutuhkan pengatur suhu tapi cuma butuh kipas angin di langit-langitnya. Kini bangsal ini telah ditinggalkan kosong kecuali yang tersisa hanyalah beberapa barang seperti kipas, baskom, dan beberapa peralatan dilantainya. Kabarnya, beberapa penampakan hantu hadir diruangan ini. Tentara-tentara yang tengah diperban atau pasien yang menderita kesakitan kerap terlihat diruangan ini beserta suara-suara rintihan mereka. Sosok hantu dokter dan perawat yang mengenakan pakaian serba putih juga masih kerap terlihat mondar-mandir di dalam bangsal itu. Tidak heran ruangan tersebut angker, karena banyak dari pasien menghembuskan nafas terakhir mereka disini.

Torture Chamber

Tempat lain yang menyimpan misteri adalah ruangan yang biasa disebut Ruang Penyiksaan. Banyak yang percaya bahwa tempat ini adalah tempat paling menakutkan di OCH setelah kamar mayatnya. Diantara ruangan dan bangsal, kau akan menemukan sebuah ruangan yang berbeda dengan yang lainnya. Bahkan hingga hari ini selotip buat keadaan darurat yang berwarna merah-putih masih tertera disana seakan menghalangi orang-orang untuk masuk, atau mungkin melarang sesuatu dari dalamnya. Tembok-temboknya dibeton dengan tebal dan tak dicat. Jauh ke dalamnya kau akan menemukan sebuah struktur bangunan yang tampaknya pernah digunakan untuk mengamankan sesuatu dengan erat. Salah satu tanda yang menakutkan adalah rantai-rantai besi yang salah satu ujungnya menyatu dengan baik ditembok. Rantai itu kelihatannya cukup kuat untuk mengikat seekor harimau. Dan juga, kau dapat melihat bercak darah yang telah berwarna merah marun masih menempel di lantainya. Sangat mengerikan. Ruangan ini biasanya berada dalam sebuah penjara tapi tidak untuk sebuah rumah sakit. Dan jangan dilupakan bahwa tempat ini digunakan sebagai rumah sakit militer oleh Jepang. Ada banyak kejadian yang tidak tercatat yang mengatakan selama perang terjadi banyak orang-orang “berpengaruh” ditahan di OCH. Kebanyakan dari mereka tidak pernah dilihat lagi, dan mereka diyakini telah disiksa hingga tewas didalam sana.

Underground Bunker

Sebuah rumor bunker bawah tanah juga memunculkan misteri di OCH. Rumor itu mengatakan bahwa OCH memiliki sebuah ruangan bawah tanah yang tersambung di dekat barak tentara sampai ke bawah bukit yang berada diluar. Beberapa titik dan tempat-tempat yang ada dalam OCH menguatkan rumor ini benar adanya. Titik pertama adalah sebuah lift utama yang berada didalamnya, lift itu memiliki tombol menuju ke ruang bawah tanah namun kini sudah tak berfungsi lagi. Dititik kedua dan ketiga adalah sebuah gundukan didekat tangga yang tampaknya ditutupi semen dengan terburu-buru dan sebuah pintu diujung bangunan ini yang tertutup dengan rapat. Beberapa petunjuk inilah yang dikaitkan dengan keberadaan rumor bunker bawah tanah tersebut. Lebih dari 70 tahun yang bersejarah dari sebelum perang kependudukan Inggris hingga setelah kependudukan Jepang, tak terbayangkan rahasia apa yang tertanam dibawah sana. Pintu masuk yang diduga bunker bawah tanah itu tertutup dengan baik di dasar lantainya dan tidak pernah ada yang membukanya. Disisi kanan bangunan OCH terdapat sebuah ruangan kecil yang bisa digunakan untuk melihat ke luar, dari sana ditemukan sebuah cerobong yang diduga juga terhubung dengan bunker tersebut. Cerobong tersebut tampaknya bisa digunakan seseorang untuk keluar masuk melaluinya namun cerobong itu seperti sebuah terowongan tanpa ujung. Tak ada yang tahu sampai mana ujungnya dan apa yang ada di dalamnya.

Mortuary

Yang paling menakutkan tidak bukan adalah kamar mayatnya. Banyak orang yang pernah mengunjungi rumah sakit ini bertanya-tanya dimana kamar mayatnya. Walaupun telah mengitari seluruh bangunan tersebut dari atas ke bawah, dari satu lantai ke lantai lainnya, dan ditiap-tiap sudut bangunan OCH, mereka tetap tidak dapat menemukannya. Kamar mayat memang tak berada di gedung utama bangunan ini melainkan di sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu di sisi paling barat dari area OCH. Ada sebuah jalan kecil yang terhubung ke sana dari balik bukit. Banyak orang tidak menyadarinya. Menurut salah seorang penjaganya tidak ada apapun ditempat itu, ruangan itu telah kosong.

Namun bukan berarti ceritanya sampai disana. Menurut petugas keamanan itu bangunan tersebut sangat berhantu. Arwah-arwah orang mati biasa terlihat bergentayangan pada hari-hari tertentu seperti Senin, Rabu, dan Jumat. Biasanya mereka ditampakkan sosok makhluk halus yang membelakangi mereka, jika ingin melihat wajahnya, sosok itu akan berusaha menghindar dan tidak ingin menunjukkannya. Pintu-pintu terbanting, dan jeritan wanita di tengah malam adalah hal yang biasa baginya.

Suatu malam sekitar pukul 1.45 dinihari, ketika tengah membaca koran, hembusan angin mendadak kencang, membuat bulu kuduknya berdiri. Ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat sekeliling, tiba-tiba dia melihat dua orang wanita –seorang wanita Melayu dan lainnya keturunan Cina, berdiri hanya semeter disampingnya. Ketika ditanyakan bagaimana perasaannya menjadi seorang penjaga malam, dia mengatakan bahwa pada awalnya itu sangat menakutkan tapi dia sudah terbiasa sekarang. Hingga hari ini, kamar mayat itu masih terawat dengan baik dan dilengkapi dengan penjagaan yang ketat.

Jika kau berpikir untuk mengunjungi rumah sakit ini dengan harapan menemukan sebuah penampakan hantu, pergilah dengan 2 atau 3 orang teman. Jika kau pergi melebihi jumlah itu, kau tak akan pernah melihatnya. Mereka akan bersembunyi di balik kaca jendela atau dibelakang pintu seraya memperhatikanmu dari belakang. Namun jika kau pergi seorang diri kesana, kau tidak akan pernah menemukan dirimu ‘sendiri’.

The Famous Ghost Haunting in Bedok

Gambar

Bedok adalah sebuah tempat di sebelah timur Singapura, dengan beberapa HDB (House & Development Board) atau apartemen dibangun sekitar situ. Beberapa blok dari apartemen HDB ada yang ditinggalkan kosong selama bertahun-tahun karena suatu kasus yang pernah terjadi di dalamnya.

Kasus ini berawal dari Blok 99, di Bedok North Avenue 4. Di sana pernah terjadi sebuah kasus bunuh diri yang cukup terkenal. Seorang ibu membuang putranya yang berusia 3 tahun dari lantai 25, ketika anak itu sedang tidur. Setelah itu, dia menyusul terjun dan akhirnya tewas bersama putranya. Polisi yang menyelidiki kasus ini menetapkannya sebagai kasus bunuh diri dan tidak ada tersangka yang terlibat.

Namun cerita tidak sampai disana saja, latar belakang kehidupan dari keluarga inilah yang dianggap memicu terjadinya kasus bunuh diri tersebut. Keluarga ini memang memiliki berbagai masalah, kebanyakan karena tekanan ekonomi. Suami dari keluarga ini memiliki utang yang sangat besar, dan karena itu membuat keluarga ini berantakan. Belum lagi, sang suami memiliki wanita lain dan ingin menceraikan istrinya. Sang istri menolak keinginan suaminya dan mulai bertengkar setiap harinya. Mungkin hal inilah, yang membuat istrinya melakukan bunuh diri dan ikut membunuh anak laki-lakinya juga dengan terjun dari lantai 25 apartemen yang mereka tinggali.

Yang janggal dari kematian wanita ini adalah ketika melakukan bunuh diri, dia mengenakan gaun berwarna merah terang yang merupakan gaun yang dipakainya ketika menikah dulu. Walaupun tidak ada catatan-catatan bunuh diri yang ditinggalkan, ada sesuatu yang dia tinggalkan di dalam apartemen tersebut –yang akan membuat kebanyakan dari orang yang melihatnya menjadi tercengang membacanya. Dia menulis di dinding rumahnya dengan kalimat “Ini belum selesai, sayang.”. Tulisan itu tertulis dalam tulisan China menggunakan darahnya sendiri, kenyataannya dia tidak pernah kembali dan menuntaskannya. Tidak pernah sama sekali.

Suaminya ingin menjual rumah tersebut, tapi tak dapat menemukan seorang pembeli pun. Jadi akhirnya wanita selingkuhannya yang menempati rumah itu dan mereka akhirnya menikah. Setelah beberapa tahun, mereka mendapatkan seorang putra dan kini telah berusia 3 tahun.

Suatu hari, sesuatu yang mengerikan keluar dari rumah. Ketika itu, anak laki-lakinya sedang tidur siang, tiba-tiba dia mulai berbicara dan tertawa-tawa di kamarnya. Pembantu rumah mereka menuju ke kamar putranya itu untuk mengetahui ada apa. Tetapi yang dia temukan anak itu cuma tersenyum melihat dinding dan berkata ‘Kor kor‘ yang berarti ‘Kakak’.

Pada malamnya pembantu itu memberitahukan kepada orangtua anak itu atau majikannya perihal tersebut, tapi ditanggapi dengan hanya kata-kata mungkin anak mereka hanya bermain dengan dirinya sendiri.

Malam itu, putranya tiba-tiba menangis dengan keras dan berlari ke ayahnya, mengatakan bahwa ‘Kor kor‘ menyakitinya. Ayahnya cuma mengacuhkannya dan memberitahunya untuk tidak mengada-ada. Malam itu juga, anaknya menolak tidur dikamarnya dan ingin tidur bersama ayahnya. Ayahnya tidak punya pilihan lain selain membiarkan anaknya tidur dikamarnya.

Tengah malamnya, tiba-tiba dari kamar putranya ada suara-suara meja di banting dan suara tangisan anak kecil yang amat keras. Anehnya, tangisan itu seperti sama dengan suara putranya yang telah meninggal dulu, pikir sang ayah. Takut, ayah anak ini lalu mengatakan kepada putranya untuk tetap di kamar sementara dia dan ibunya memeriksa di kamar sebelah. Tapi ketika mereka membuka kamar putranya itu, tak ada apa-apa yang ditemukan. Kosong.

Tiba-tiba pembantu mereka teriak dari ruangan tidur dimana anak laki-lakinya berada. Pasangan itu lalu bergegas menuju kamar itu kembali dan menemukan putranya sudah berdiri di ujung jendela. Entah bagaimana caranya jendela itu bisa terbuka, namun yang jelas disanalah putra mereka berdiri, sambil tersenyum-senyum dan kadang tertawa sendiri. Tak lama, dia melambaikan tangan dan mengatakan dia akan terbang dengan ‘superman’, kakaknya. Dengan satu ciuman jauh, dia melompat ke luar, jatuh dalam kegelapan malam. Ibu dan pembantunya tak kuat melihat itu dan akhirnya tak sadarkan diri.
Esoknya, polisi datang ke tempat itu lagi untuk melakukan penyelidikan. Sang ayah seperti sudah hampir gila dengan apa yang terjadi, sementara istrinya masih berat dalam berkata-kata. Di dinding di kamar ayahnya, ditemukan sesuatu yang sangat mengerikan dan menambah ketakutan mereka. Ada kata-kata tertulis “Ini untuk Ibu” dalam tulisan China, tertulis di dinding apartemen tersebut dengan tulisan hitam. Polisi kemudian menyimpulkan kasus ini sebagai kasus kematian yang tidak biasa dan lagi-lagi tak ada tersangka yang ditetapkan.

Hingga kini, ruangan apartemen itu kosong sebagaimana para tetangga menceritakan sejarah dari rumah itu kepada orang-orang yang awalnya ingin membelinya. Rumor yang berkembang setelah itu, ketika tiba hari dimana anak lelaki yang berusia 3 tahun, yang di buang oleh ibunya itu berulang tahun, beberapa tetangga pada malam harinya bisa mendengar suara-suara aneh dan mengerikan dari dalam ruangan tersebut. Suara itu suara seorang wanita yang menangis dengan pelan di balik dinding.

Beberapa tahun berlalu, sampai sekarang. Hari ini, beberapa orang masih dapat mendengar seorang anak laki-laki dan seorang wanita tertawa-tawa di tengah keheningan malam di gedung itu.