High Apartment Elevator

Gambar

Seseorang pernah menceritakan pengalamannya ketika berada di dalam gedung apartemennya.

Dia tinggal di sebuah bangunan apartemen yang tinggi dan karena miliknya berada di lantai ke 14, jadi dia selalu menggunakan lift untuk naik dan turun.

Suatu hari di tengah malam dia baru saja pulang dari bekerja. Naik ke liftnya, dia menekan tombol 14. Tidak lama pintu tertutup, dan lift itu mulai bergerak naik tapi tombol nomor 8 kemudian terlihat menyala.

“Mm … tidak biasanya ada orang yang menggunakan lift malam begini.”

Segera setelah dia berpikir demikian, dia lalu menyadari sesuatu dan langsung memencet tombol lantai 2, 3, 4, dan 5 di apartemen itu secara beruntun.

Lift itu melewatkan lantai 2-nya, tapi untungnya berhenti di lantai 3. Tanpa membuang waktu, dia berlari keluar segera setelah pintu lift itu terbuka dan pergi menjauh sejauh mungkin.

Dia lari turun melalui tangga dan meninggalkan apartemen itu. Dia kemudian menghabiskan waktunya semalaman dengan hanya membaca majalah-majalah di toko kelontong dekat sana hingga pagi menjelang.

“Mungkin saja tidak ada apa-apa di sana, tapi siapa yang tahu.”

Dia tersenyum ketika mengatakan ini, tapi hingga hari ini dia tetap menghindari menggunakan lift itu lagi di tengah malam.

Advertisements

Pesan di Cermin

Gambar

Seorang pria terbangun di suatu pagi dan menemukan sebuah pesan berada di atas cermin kamar mandinya. “Jangan khawatir, aku sudah membereskan semuanya.” bacanya. Pakaian-pakaiannya sudah tertata rapi, kamar mandinya bersih dan garasi rumahnya juga sudah dirapikan. Bahkan kotak perkakasnya yang tua dan kotor sudah diganti dengan yang baru dan mengkilat.

Seminggu kemudian, dia menemukan sidik jari di cerminnya. Dia tidak mengingat pernah meninggalkan sidik jarinya di sana, tapi dia juga tidak tahu itu sidik jari siapa karena dia tinggal seorang diri. Di bawahnya di wastafel, dia menemukan beberapa foto seorang polisi, tengah terikat di suatu lapangan terbuka. Salah satu foto itu menggambarkan dia memegang kotak perkakas kotor dan tua miliknya.

Cermin Kamar Mandi

Gambar

Seorang pria baru saja menyelesaikan mandinya. Ketika mengambil handuk, dia melihat sesuatu di cermin kamar mandinya. Itu adalah bayangan yang terbentuk dari sudut matanya. Dia menatap cermin itu untuk beberapa saat, dan mencoba menerka apa yang barusan dilihatnya. Ketika dia mulai mengeringkan badannya kembali, dari ujung penglihatannya dia melihat bayangan lainnya melintas dalam cermin. Dia lalu mendekati cermin itu, menaruh tangannya di atasnya dan menggosok permukaannya.

Ketika istrinya tiba di rumah sorenya, dia tidak ditemukan lagi di rumahnya. Mencari di sekeliling ruangan dari atas hingga bawah, istrinya memanggil-manggil namanya dan mulai khawatir. Satu-satunya jejak yang bisa ditemukannya hanyalah handuk yang ditemukan di lantai kamar mandi. Wanita itu kemudian menghubungi polisi dan melaporkan kehilangan suaminya.

Dua hari kemudian, istrinya juga menghilang. Entah bagaimana dia tiba-tiba tidak ada lagi di rumahnya. Pakaian yang dikenakan di hari terakhirnya di rumah hanya tergeletak di lantai kamarnya dan pancuran air di kamar mandinya masih menyala. Polisi hanya menemukan bekas tangan di cermin kamar mandi. Di mana pasangan suami istri itu pernah berada.

Dekorasi Natal yang Unik

Gambar

Saat usiaku masih 6 tahun dan masih tinggal di sebuah kota kecil, ada sebuah toko mainan yang dikelola oleh seorang lelaki paruh baya yang tiap tahunnya memasang pernak-pernik hiasan Natal yang berbeda dan menarik di depan tokonya ketika Natal hampir tiba. Hal itu bahkan sudah menjadi tradisi toko itu sehingga sangat terkenal hampir di seluruh kota ketika menjelang Natal. Suatu waktu saat Natal hampir tiba, sebuah boneka Santa Claus berukuran manusia dewasa di gantung di atas gedungnya sehingga menambah semarak penampilan toko itu. Sayang, sudah beberapa hari juga sejak pemasangan pernak-pernik itu, toko itu tutup dan pemiliknya ternyata sudah pamit duluan dari rumah ke rumah tetangga, termasuk rumah kami. Kata pemilik toko bertubuh tambun itu, dia harus pergi ke tempat lain dan terpaksa menutup tokonya. Katanya pernak-pernik ini sebagai persembahan kepada kalian dan yang terakhir kalinya untuk kami lihat.

Di malam natal, ternyata lelaki tua itu belum pergi karena kami bertemu dengannya di gereja. Entah apa yang dilakukannya di tokonya yang ditutup tiap hari, yang jelas dia hanya tersenyum ke arah kami sebelum akhirnya menghilang di antara keramaian. Hari demi hari berlalu hingga tahun baru, pernak-pernik toko itu belum dibereskan juga – masih terpajang di sana seperti sebelumnya. Bahkan boneka Santa Claus itu bahkan sudah mulai memburuk tapi belum juga diturunkan.

Walau aku masih kecil saat itu, tapi aku mengingat dengan jelas ketika para tetangga bahkan harus menelepon polisi untuk menurunkan boneka Santa Claus itu beserta pernak-perniknya. Kini toko itu sudah dibeli oleh orang lain, dan dibiarkan kosong begitu saja. Saya masih sering bertanya-tanya kemana perginya orangtua pemilik toko itu?

Trik Halloween

Gambar

Saya pernah punya seorang kakak lali-laki yang jahilnya bukan main. Dia memang selalu terlihat bersemangat dan lincah, namun juga sering membuat kesal orang-orang. Dulu sewaktu kecil, dia suka mengganggu dan membuatku menangis tapi saya tetap sayang kepadanya.

Di malam Halloween saat kakak masih berusia 12 tahun, dia pergi ke sebuah acara yang diadakan di salah satu rumah temannya. Saat itu saya masih kanak-kanak Sekolah Dasar dan masih tidak mengerti tentang Halloween. Karena itu malam Halloween, kakak saya ingin mencoba menakut-nakuti temannya dengan melakukan pertunjukan bunuh diri dengan pura-pura menggantung dirinya.

Dia sudah mempersiapkan segalanya, termasuk tali imitasi yang terbuat dari karet yang menyerupai tali betulan. Saat itu saya ingin membantunya dan ikut bermain, tapi dia malah mendorongku menjauh hingga terjatuh karena takut mengganggu persiapannya. Dia juga memberitahuku bahwa saya masih terlalu kecil untuk ikut Halloween. Saya hanya bisa menangis saat itu.

Saat hari itu tiba, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak terlibat acara itu. Jadi saya diam-diam mengambil tali imitasinya dan membuangnya ke tempat sampah supaya kakakku tidak jadi pergi. Walau begitu, dia tetap bisa menemukan talinya dan pergi begitu saja. Yang aneh saat itu, dia tidak memarahiku seperti biasanya karena menyembunyikan talinya – mungkin dia terburu-buru. Tidak lama setelah itu, kakak pulang dengan tubuh yang membiru dan tak bernyawa lagi. Orangtuaku tidak ingin saya tahu penyebab kematiannya. Mereka hanya bilang bahwa kakak sedang sakit, padahal saya ingin tahu cerita-cerita apa yang bisa dibawakannya untukku tentang malam Halloweennya.

Saya masih sering bertanya-tanya, mengapa kakak bisa tiba-tiba sakit? Apakah triknya berhasil malam itu?

Cenayang di Stasiun Kereta

Gambar

Minggu lalu saya bekerja hingga larut dan sedang menunggu untuk kereta terakhir menuju rumahku, biasanya saya menggunakan mobil tapi hari itu kebetulan tidak. Ketika sampai di stasiun di daerahku, saya segera berjalan pulang dan ketika itu saya mengenali teman lama saya beserta istri dan anak-anaknya sedang berkumpul di sebuah sudut di stasiun tersebut.

Penasaran, saya mendekat untuk melihat apa yang mereka lakukan disana dan menemukan sebuah kursi yang diduduki oleh seorang pria tua berpakaian masinis kereta api dengan sebuah meja di depannya. Saya melihat istrinya sedang bercakap-cakap serius dengan pria tua tadi. Di belakangnya, berdiri temanku dan dua anaknya disamping.

Saya mencoba memulai percakapan dengan teman lamaku ini. “Hi..apa yang kamu lakukan disini? Lama tak bertemu..ada apa dengannya?” Seraya menunjuk pria tua dihadapan mereka. Temanku itu diam saja begitu juga anak-anaknya, tak ada satu pun yang menjawab. Apa yang salah dengan mereka? Saya sedikit tersinggung, tapi memutuskan untuk menunggu dekat sana sebentar. Anak-anaknya mengenakan seragam sekolah yang kukenal, itu merupakan seragam milik sekolah yang berada dekat sini.

Percakapan istrinya dan pria tua itu sangat serius dan sepertinya berlangsung lama. Saya menunggu sekitar lima belas menit, lalu menangkap mungkin ini sebuah sesi ramalan nasib. Pria tua itu seorang peramal dan istri temanku itu sedang menanyakan nasibnya. Tapi peramal dengan pakaian masinis terasa cukup aneh menurutku. Tapi apa yang mereka bicarakan?

Tak ada yang dapat mencegahku untuk menguping, dan saya mendengar percakapan mereka “Apakah itu tak dapat dihindari?” wanita itu bertanya. “Ya, itu sudah takdir.” yang langsung dibalas peramal itu.

“Apakah itu tak dapat dihindari?”, “Ya, itu sudah takdir.”. “Apakah itu tak dapat dihindari?”, “Ya, itu sudah takdir.” Kenapa mereka tetap mengulang-ulang percakapan mereka? Ada yang salah dengan situasi ini menurutku.

Perasaan saya tak karuan bercampur dengan rasa takut. Saya memutuskan untuk segera pulang dan ketika berbalik, teman dan anak-anaknya yang tadi di dekatku sekejap menghilang, belum sempat saya terkejut karena hal itu penerangan di stasiun padam seketika dan seluruh ruangan menjadi gelap. Saya lalu menoleh kembali ke tempat istrinya dan peramal tadi berada, perasaan saya makin kacau mendapati ternyata mereka juga telah menghilang, begitu juga dengan meja dan kursinya. Saya langsung berlari ke rumah, dan ingin menjauh dari tempat itu secepat mungkin.

Beberapa minggu kemudian saya terkejut membaca sebuah berita di koran harian lokal, tentang kecelakaan sebuah mobil dengan kereta api semalam yang terjadi di rel dekat stasiun dan menewaskan masinis kereta api itu beserta sebuah keluarga dengan dua orang anaknya. Berita itu berada di suatu kolom kecil di koran itu, di sana tertulis nama-nama korban termasuk temanku beserta keluarganya yang kemarin kutemui, di mana mereka tinggal dan anak-anak mereka yang bersekolah didekat stasiun tersebut. Mmh..menyedihkan sekaligus menakutkan menurutku.

Lukisan yang Aneh

Cerita ini tentang lukisan aneh yang terdapat di sebuah sekolah. Jika kamu jeli, cerita ini bisa menjadi sangat menyeramkan. Mari kita lihat apakah kamu bisa menemukan keanehannya.

Gambar

illustrasi dari http://mixppl87.blogspot.com/

Suatu hari saya ditugaskan untuk membersihkan ruang kesenian di sekolah. Saya ingin pulang ke rumah secepatnya, jadi saya melakukan itu dengan cepat ketika saya menyadari sebuah lukisan yang tergantung di dindingnya. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita yang sangat cantik tapi sedikit menakutkan, dan ada sebuah pandangan mencurigakan tersirat dari matanya. Rasanya seperti tengah ditatap oleh mata-mata yang besar. Saya merasa sedikit takut jadi saya secepatnya menyelesaikan tugasku dan pulang ke rumah.

Hari berikutnya sekolah mengalami kegaduhan. Lukisan di ruang kesenian itu dicuri. Karena saya orang terakhir yang melihatnya, guru kesenian kemudian memanggilku untuk bertanya beberapa pertanyaan.

“Jadi kau bilang lukisan itu masih di sana ketika kau membersihkan.”

“Benar. Apa lukisan itu mahal?”

“Lukisan itu berjudul ‘Sleeping Beauty’ dan itu diberikan oleh temanku yang seorang seniman. Dia melukiskannya dengan melihat anak perempuannya yang tengah tertidur. Lukisan itu tidak mahal. Tapi baik pelukis dan anak perempuannya kini telah meninggal.”

“Oh, saya mengerti …”

Lukisan itu kemudian tidak pernah ditemukan. Anehnya mereka tidak menemukan satu pun jejak pencuri atau seseorang yang menyusup masuk ke dalam sekolah.